Bagian : XIV

15.8K 2K 77
                                        

"Iya, serem banget gue kalo inget-inget itu. Salut banget gue sama lo masih bertahan sama dia sampai sekarang. Lo sakit gini calon ibu mertua lo jenguk nggak?"

Samar-samar Ayura yang sedang menunggu pesanan makanannya di kantin mendengar obrolan dua gadis yang duduk tak jauh darinya. Salah satu dari gadis itu memakai baju pasien.

"Nah kan, dia aja nggak ada jenguk lo. Lo yakin masih mau lanjut? Gue bukannya nggak bahagia, Mi. Tapi, liat sekarang. Cowok lo itu anak orang kaya. Ini aja udah jelas banget gimana orang tuanya bedain antara lo sama mantunya yang lain. Ini lo masih calon mantu, sikap dia aja udah kayak gini gak perduli padahal lo operasi. Gue cuma mau lo bahagia, Mi. Jangan nyesal di belakang hanya karena lo cinta sama dia. Cinta dia aja nggak cukup untuk melawan orang tua dia. Masalahnya tu kasta, Mi. Mereka bedain orang pake kasta."

Ayura terhenyak mendengarnya.

"Gue bukan menyamaratakan orang kaya, Mi. Tapi sebagian besar kasus emang kayak gitu. Orang kaya nggak akan sebaik itu terima menantu orang miskin. Itu tuh cuma di cerita aja. Di novel-novel. Yang kehidupan nyata itu kayak di sinetron. Mana ada mertua kaya baik sama menantu miskin."

Pesanan Ayura selesai. Setelah membayar ia berlalu. Kembali ke ruangan Haras. Baby pasti sudah lapar. Di sepanjang jalan Ayura teringat obrolan dua gadis tadi.

"Nggak kok. Nggak semua mertua kaya itu orang jahat," gumamnya entah membela siapa.

"Hai," sapa Dirga begitu Ayura masuk.

"Hai. Pagi banget kamu datang."

"Ya ini, nganter baju Haras sama baju kamu. Aku nggak tau nih baju Baby gimana." Semalam Dirga memang menawarkan diri untuk membawakan baju Haras jika pagi ia ke rumah sakit.

"Ya udah, Mami bawa Baby ke luar dulu untuk cari baju. Har gapapa kok tinggal," kata Haras.

"Beneran?" tanya Ayura. Dirga sebenarnya mau saja menemani, tapi tidak lama. Dia harus segera ke kantor yang jaraknya lumayan jauh dalam sepuluh menit.

Haras mengangguk. Ayura akhirnya setuju. Dirga menawarkan untuk memberi tumpangan. Begitu Baby selesai makan, mereka segera pergi. Tinggallah Haras di dalam kamar sendirian.

Sepuluh menit kepergian Ayura, Haras mulai bosan dengan tayangan televisi. Ia sudah mengganti saluran beberapa kali tapi tidak ada yang menyenangkan untuk dinikmati. Ia matikan televisi, beralih ke ponsel. Tapi sama saja. Ia bukan penggila sosmed. Di instagram pun ia jarang memposting foto dirinya. Palingan isinya foto pemandangan, objek di alam bebas, dan Ayura.

Post terakhir Haras, enam bulan lalu.

225 likesHrs

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

225 likes
Hrs.21 perfect ❤️
View all 170 comments

Di antara 70 postingan Haras di instagram, hanya ada 1 terselip foto dirinya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Peppermint [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang