S E M B I L A N B E L A S

32 6 0
                                        

Bulan bersinar di atas langit malam minggu yang cerah ini. Seorang wanita muda mengenakan dress selutut berwarna navy, ia duduk di sebuah bangku di mini stage sambil memegang sebuah gitar di tangannya. Perlahan ia memetik gitar tersebut menjadikannya sebuah irama yang indah. Wanita itupun mulai bernyanyi di depan para pengunjung kafe.

And you need to know
You're the only one, alright alright
And you need to know
That you keep me up all night, all night
Oh, my heart hurts so good
I love you, babe, so bad, so bad
Oh, oh my heart hurts so good
I love you, babe, so bad, so bad
Mad cool in all my clothes
Mad warm when you get close to me
Slow dance these summer nights
Our disco ball's my kitchen light

Wanita muda itu menyelesaikan lagu tersebut dan mendapat tepuk tangan yang antusias dari para pengunjung kafe tersebut.

Wanita itu tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Terimakasih, setelah ini saya akan menyanyikan lagu dari adele yang berjudul set fire to the rain"

Kini wanita muda itu berpindah ke lebih pinggir karena ia akan menyanyi sambil memainkan piano. Wanita muda itu mulai menekan not piano dan mulai menyesuaikan suaranya dengan irama dari piano tersebut.

But there's a side to you
That I never knew, never knew
All the things you'd say
They were never true, never true
And the games you play
You would always win, always win
But I set fire to the rain
Watched it pour as I touched your face
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming Out your name,
Your name
When I lay with you
I could stay there
Close my eyes
Feel you here forever
You and me together nothing gets better

Prok...prok...prok suara riuh tepuk tangan.

"terimakasih untuk yang sudah mendengarkan,saya pamit undur diri" ucapnya sambil tersenyum lalu meninggalkan mini stage tersebut.

Setelah tampil wanita muda itu langsung menuju tempat si yang punya kafe. Pak Yudi namanya.

Kirana membuka pintu.

"Permisi pak"

Pak yudi terlihat sedang sibuk di depan laptopnya.

"Eh kamu kirana,ayo sini"

Kirana duduk di depan meja pak yudi.

"Ehhh.....Begini pak, ini kan sudah tanggal 4. Boleh saya minta gaji saya untuk satu bulan ini?" Tanya nya dengan nada yang hati-hati.

"Astaga,saya lupa kir. Maaf ya hehe" ucapnya sambil tertawa.

Kirana hanya tersenyum canggung.

"Ini kir gaji kamu sama ada bonus karena pelanggan kita suka sama suara kamu. Terimakasih ya" ucapnya sambil menyodorkan amplop putih.

Kirana mengambil amplop putih tersebut.

"Wah terimakasih pak! Seharusnya saya yang ber terimakasih karena bapak udah baik banget sama saya"

"Ohh iya kir,kamu gak pulang?"

"Ini pak saya mau pulang,kalau gitu duluan ya pak. Terimakasih" ucapnya sambil tersenyum.

"Eh tunggu kir"

"Iya pak ada apa ya?"

"Bareng saja sama saya, anak cewe pulang malem-malem takut kenapa-kenapa"

"Eh gausah pak saya naik ojek online aja"

"Udah gapapa bareng saya saja,duitnya bisa kamu tabung kan katanya kamu lagi butuh uang"

Kirana berfikir sejenak. Iya juga ya batinnya berkata.

"Haduh pak saya ngerepotin aja ni"

"Hahaha gapapa, ya sudah ayo"

Kirana berjalan keluar kafe bersama pak Yudi berdampingan, dan kirana pun memasuki mobil pak Yudi.

Di perjalanan hanya terdengar lantunan lagu era 80an untuk memecah keheningan dan sesekali pak Yudi ber basa-basi kepada kirana.

"Pak sampai pos satpam saja,jangan masuk ke lobbynya" ucap kirana sambil menunjuk pos satpam apartemennya.

"Ohh oke kir" pak Yudi pun meminggirkan mobilnya.

Kirana melepas sabuk pengaman dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Yudi karena sudah cukup merepotkannya.

"Pak makasih ya sudah mau nganterin saya,bapak jadi muter jauh kan gara-gara saya hehehe. Saya turun ya pak,sekali lagi makasih dan hati-hati pak"

"Sama-sama kir,lagian anak cewe pulang malem-malem sendiri kan bahaya kir. Ya kir,bapak duluan ya"

Kirana melambaikan tangan kepada mobil pak Yudi yang semakin menjauh. Kini kirana memasuki apartemen untuk menuju apartemen tantenya itu.

Dahulu, malam mingguku hanya di habiskan dengan hal yang gak berguna seperti clubbing lah,party-party yang gak jelas,tapi sekarang aku tahu bagaimana kerasnya itu hidup. Batinnya berkata seraya ia menatap dirinya yang tampak kacau di kaca lift.

----
Jangan lupa vote guys!! InsyaAllah Makin rajin update!🥰

ARIESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang