Janji Hoshi ditepati, besoknya sesuai dengan janji yang dibuat, Mingyu menjemput Hoshi di rumahnya tepat jam 10 pagi.
"Kita kemana?" tanya Mingyu sambil memakaikan helm ke Hoshi.
"Gak tau," jawab Hoshi cuek. Mingyu hanya menghela nafas.
"Oke, karna gue baru aja ngerayaiin ultah gue jadi gue yang nentuin kita kemana, oke?"
Hoshi mengangguk lalu naik ke atas motor Mingyu. Hufftt, entah sejak kapan tapi Hoshi merasa sudah biasa dengan keadaan ini.
Mingyu membawanya ke sebuah cafe. Klassik memang tapi Mingyu seperti orang bodoh ketika memilih tempat yang cocok untuk mereka berdua.
"Gak apa-apa kan disini?"
"Gak apa-apa," jawab Hoshi singkat sambil melepaskan helmnya.
Lonceng tanda pengunjung baru masuk membuat beberapa perhatian orang yang berada disana teralihkan sebentar.
Hoshi melangkah menuju pojok. Sengaja memilih tempat disana, ada beberapa hal yang ingin Hoshi sampaikan dan akan memalukan jika orang lain mendengarnya.
Hoshi hanya mencoba bersikap tenang di depan Mingyu.
Setelah memesan makanan dan minuman, mereka berdua berdiam diri.
Siapa yang tidak berdebar ketika sedang berkencan dengan orang yang kau sukai untuk yang pertama kali?
"Mingyu," panggil Hoshi pelan.
Mingyu mengangkat kepalanya, hendak bertanya mengapa Hoshi memanggilnya namun pesanan mereka datang dan menginstrupsi keduanya.
Setelah mengucapkan terimakasih, terlihat Hoshi yang menghela nafas coba untuk menetralkan degupan jantungnya.
"Mingyu," panggil Hoshi kedua kali dan seperti biasa, Mingyu meresponnya dengan cepat.
"Ayo kenalin diri masing-masing. Terserah apa aja yang menurut lo gue harus tau," Hoshi tersenyum, berharap kata yang di lontarkan tidak terlalu aneh.
Respon Mingyu yang tersenyum membuat Hoshi bingung.
"Kenapa? Gak mau ya? Gak apa-apa kok."
"Gak, bukan gitu," Mingyu mengibaskan tangannya didepan wajahnya mengisyaratkan agar bahwa dirinya tidak keberatan dengan hal itu.
"Terus kenapa senyam-senyum gak jelas gitu?"
"Lo manis."
"Alah, gombal mulu lo," dalam hati Hoshi mengumpat. Kenapa dirinya bereaksi terhadap gombalan murahan milik Mingyu?
Lo gak lagi jatuh cinta kan ?
Tanya Hoshi bertanya pada dirinya sendiri. Berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak jatuh cinta pada adik kelas di depannya ini.
"Jadi, mau gak?" tanya Hoshi sekali lagi.
Mingyu mengangguk, "Nama gue Kim Mingyu. Panggil aja Mingyu. Gue suka dengan segala hal yang berkaitan dengan Hoshi?" Pertanyaan Mingyu diakhir seolah ragu reaksi apa yang akan diterima dia.
Dan sepertinya Mingyu harus bersyukur melihat pemandangan di depa matanya. Hoshi dengan wajah memerah malu bahkan telinganya pun ikut memerah. Dan juga Hoshi yang sibuk mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya.
"Giliran lo kan?"
Sedikit panik, Hoshi menegakkan badannya. Berdehem untuk menetralkan rasa gugupnya.
"Nama asli gue Kwon Soonyoung, panggil gue Hoshi. Lo tau Hoshi itu artinya apa?" Mingyu menggeleng menjawab pertanyaan Hoshi.
"Hoshi itu artinya bintang dalam bahasa Jepang. Kalo menurut gue sih gue cocok ya pake nama Hoshi. Gue suka dance dan itu alasan gue ikut club dance disekolah. Gue suka makan dan itu alasan kenapa pipi gue kaya gini," Tunjuk Hoshi pada pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Approach (MinSoon)✔
FanfictionMake the first move, direct approch Mengejar kakak kelas yang polos jadi hal yang dinikmati oleh Mingyu. Pasalnya, Hoshi si kakak kelas tersebut kerap kali menunjukkan reaksi yang membuat Mingyu gemas
