04. For You

1.4K 196 18
                                        

Hoshi masih ingat dengan apa yang dikatakan Jennie.

"Gue saranin aja ochi, kalo ada yang ngedeketin lo terus misalnya dia tuh nakal. Mendingan gak usah deh."

Jadi Hoshi mengambil kesimpulan kalau yang dimaksud dari Jennie yaitu Mingyu.

Mengingat bahwa Mingyu punya reputasi yang buruk di sekolah mereka membuat Hoshi jadi ingin sedikit menjauh.

Hari ini, seperti biasa pergi ke sekolah tentunya dengan Mingyu yang muncul dan menawarkan diri untuk berangkat bersama-lagi.

Hoshi juga tidak menolak. Apa salahnya berhemat kan?

Warga sekolah mulai menyesuaikan dengan fakta bahwa Mingyu dekat dengan Hoshi. Tidak ada lagi tatapan aneh dan bertanya-tanya yang ditujukan pada mereka tapi Hoshi selalu menunjukkan reaksi balik yang terlihat sangat tidak nyaman.

Hoshi boleh bernafas lega karena warga sekolah tidak lagi menghiraukan eksistensinya ketika dia berada bersama Mingyu tapi entah kenapa ada rasa, semacam belum percaya?

"Gue ke kelas duluan," setelah itu Hoshi pergi, seperti biasanya.

"Gimana cara bikin lo nyaman sama gue?" Mingyu berseru, kentara sekali ingin menyerah dari suaranya.

"Tambah nempel aja sih," Jaehwan berceletuk ketika Hoshi memasuki kelas.

Kelas tidak dalam keadaan sepi. Bahkan setengah dari kelas sudah hadir. Dan sepertinya, anak-anak di kelas benar-benar peka dengan apa yang dimaksudnya oleh Jaehwan.

"Makin nempel, lo udah punya nomornya belom?" Yerin yang sedang membaca novel ikut bertanya. Penasaran dengan hubungan Hoshi dan Mingyu. Dan mungkin, dia bisa mendapatkan keuntungan?

Nomor ya ?

"Belom. Kenapa ? Lo mau minta?"

Yerin menyengir lebar, Hoshi menebak dengan tepat,
"Setidaknya gue bisa keciptratan gitu."

Hoshi menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah tempat duduknya, "Yerin memanfaatkan kesempatan."

"Biarin aja sih Jen, lagian yang gak mau nomor si Mingyu sapa sih?"

"Gue," tunjuk Jennie dengan wajah meledeknya.

"Bodo yah, gue gak peduli," balas Yerin sewot.

Jennie mengangkat bahunya tak peduli lalu berjalan bergabung bersama Jaehwan, Daniel, dan Hoshi.

"Tumben dateng jam segini. Biasanya kan lebih pagi lagi."

"Lagi males berangkat pagi." Hoshi mendudukan dirinya ditempatnya.

"Tapi serius lo belom punya nomor si item?" mayanya Daniel lagi dalam mode kepo.

"Serius, gue belom punya," Hoshi mengangkat tangannya seolah bersumpah.

"Lagian kenapa sekelas pada nanyain nomor Mingyu sih?"

"HOSHI, KELAS MINGYU NOH," Seru Jisoo heboh sambil menunjuk kelas Mingyu yang hari ini berolahraga.

Masih ingat dengan kejadian Mingyu yang tiba-tiba muncul di jendela kelas Hoshi.

Itu dijadikan momen khusus bagi anak kelas yang lainnya. Sehingga mereka bergantian mengingatkan Hoshi ketika hari dimana kelas Mingyu berolahraga.

Hoshi sendiri sukses melayangakan buku tipis dan hampir mengenai Jisoo karena suara cemprengnya, Mingyu menoleh ke kelas mereka.

"Permisi, Hoshi ada?"

"Ada kok, dibelakang sana," Yeri yang kebetulan berada didekat pintu berseru heboh padahal hanya ditanya. Terlalu senang ditanya Mingyu.

"HOSHI, ADA MINGYU," Hoshi mengusap rambutnya kasar. Bisa tuli dia jika teman-temannya terus berteriak seperti itu.

First Approach (MinSoon)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang