08. Proof

1.1K 168 10
                                        

Masih ingat dengan celetukan Mingyu bahwa dia akan datang ke rumah Hoshi untuk meminta restu?

Iya, benar. Hanya saja Hoshi tidak berpikir akan secepat itu. Selisihnya hanya satu hari dari hari dimana Hoshi bertemu dengan Ayahnya Mingyu.

Hoshi yang sedang menonton tv bersama Ayahnya harus bangun dan membuka pintu karena ketukannya terdengar tidak sabaran.

Niat awal ingin memarahi si tamu malah berubah menjadi ekspresi terkejut. Di depannya ada Mingyu yang berdiri.

"M-mingyu?" Hoshi yang awal berdiri disamping pintu langsung menutup jalan masuk untuk Mingyu.

"Lo ngapain ke sini sih?" jika Hoshi salah tingkah, dia akan berubah menjadi super duper jutek. Dan Mingyu tahu itu.

"Lo gak inget? Kan gue mau ketemu sama camer sekalian minta restu."

"Gila lo," Balas Hoshi namun tidak bergerak dari tempatnya.

"Minggir Hoshi, gue pengen ketemu Ayah lo," Kali ini Mingyu sedikit mendorong agar dia bisa masuk.

"Gak. Lo dateng aja gak kasih tau dulu," Hoshi kekeh menutup jalan untuk Mingyu.

"Siapa sih nak? Kalo temen kamu ya di suruh masuk," Jiyong yang sedang duduk santai menonton tv ikut terganggu dengan perdebatan Hoshi dan temannya.

"Bukan temen kok Om, tapi calon pacar."

Otomatis Jiyong langsung berdiri, tiba-tiba tertarik dengan teman sang anak. Jarang Hoshi terlibat hubungan asmara seperti ini.

"Kenapa gak disuruh masuk?" Mingyu tersenyum semanis mungkin dan menyalim tangan Ayahnya Hoshi.

"Saya boleh masuk Om?" Hoshi terlihat kesal, beberapa kali Mingyu lihat dia mengomel tanpa suara.

"Boleh, masuk aja. Lagian Hoshi juga bukannya disuruh masuk. Om sekalian mau ngerjain berkas Om dulu ya."

"Iya Om," Setelah Jiyong masuk dan meninggalkan mereka berdua, perdebatan mereka berlanjut.

"Lo gak ada urat malu ya? Pokoknya lo ngabakal gue ijinin masuk."

"Idihh, gue bodoh amat ya. Orang Ayah lo aja ngijinin gue masuk. Eh- ato sekarang gue manggilnya Ayah aja kali ya?"

Setelah berkata seperti itu dan melihat ekspresi Hoshi yang ingin menonjoknya membuat Mingyu langsung berlari masuk ke dalam rumah sambil terkekeh.

"Gila gue lama-lama kalo misalnya emang gue nikah sama dia," Gumam Hoshi kesal sambil menghentakkan kakinya.

"Lo gak nawarin gue minum?" Hoshi yang baru saja akan naik ke kamarnya untuk tidur malah di tahan Mingyu yang sekarang sedang menonton tv.

Hoshi sempat mendengus kesal tapi tetap berjalan menuju dapur untuk mengambilkan Mingyu minuman.

"Nih," Hoshi menaruh kasar gelas berisikan air putih itu tepat di depan Mingyu.

"Makasih sayang."

Hoshi yang baru akan melangkahkan kakinya ke dapur malah berbalik dan memukul kepala Mingyu dengan nampan yang dia bawa.

Sayang apaan njirr. Ngomong sekali lagi gue patahin tangan sama kaki lo."

Karena tidak mau menanggapi Mingyu terlalu banyak, Hoshi segera melangkahkan kakinya ke dapur.

"Bikin kesel aja bisanya."

Ingatkan Hoshi karena Hoshi mengucapkan kata tersebut dengan pipi yang merona.

Kwon Hoshi, kau sudah jatuh cinta dan itulah kenyataannya.

_____

Hoshi dan Mingyu hanya duduk diam selama hampir satu jam. Baru kali ini mereka merasa canggung satu sama lain. Mungkin Hoshi yang berpikir seperti itu, tapi Mingyu tidak.

First Approach (MinSoon)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang