Semua tahu, hubungan jarak jauh tidak akan pernah mudah. Saling percaya dan menjaga komunikasi adalah hal yang paling penting.
Mingyu masih sibuk dengan tugasnya sebagai siswa akhir, tentu saja hubungannya dengan Hoshi masih baik-baik saja.
Mereka berdua sering berkomunikasi lewat videocall.
Sebenarnya Mingyu senang-senang aja kalau dia dan Hoshi berkomunikasi lewat videocall, tapi yang membuat Mingyu malas adalah teman akrab Hoshi disana.
Namanya Xu Minghao, pria asal Cina yang berteman sangat-sangat baik dengan Hoshi.
Setiap kali videocall Minghao selalu menganggu dengan menempel terus pada Hoshi, membuat Mingyu hanya bisa menatap lewat layar handphonenya sambil mengumpati sikap Minghao.
Hoshi juga hanya diam dan menerima dan masih sempat-sempatnya tersenyum lebar.
Mengenai Hoshi, sejak disana dia sering gonta-ganti warna rambut. Entah abu-abu, pink, merah, ungu, biru, blonde.
Hari ini, Mingyu yang baru saja pulang dari sekolah menghubungi Hoshi.
"Halo? Sayang, kamu dimana?"
"Ini dengan Minghao."
Mingyu mendengus kesal. Kalau urusan dengan Minghao, Mingyu jadi super sensitive. Padahal Hoshi sudah berkali-kali memberitahukan pada Mingyu bahwa Minghao sudah memiliki kekasih.
"Mana Hoshi?"
"Di toilet. Ntar dia keluar baru gue kasih tau kalo lo nelpon."
"Oke."
Mingyu menghela nafasnya, dia sudah tingkat akhir. Waktunya serius belajar. Ujian akhir juga semakin dekat. Rasanya Mingyu ingin berhenti sebentar dulu dari rutinitasnya.
Mingyu sebenarnya sangat-sangat ingin Hoshi ada disini. Setidaknya, menyemangati Mingyu ketika Mingyu merasa sedang down.
Tapi kenyataannya tidak seperti itu, Mingyu harus bisa melakukannya. Yah, semuanya hanya untuk satu tujuan yaitu untuk bersama-sama lagi dengan Hoshi.
Handphonenya Mingyu bergetar, panggilan masuk dari seseorang. Ketika melihat nama si 'pemanggil', raut wajah Mingyu berubah bahagia.
"Halo, dengan Kwon Hoshi disini. Ada perlu apa?"
Mingyu tersenyum lebar mendengar suara ceria menyapanya di seberang sana.
"Dengan saya Kim Mingyu, saya ingin menitipkan pesan untuk pacar saya. Tolong bilang, kalau saya rindu dengannya."
Andaikan Mingyu bisa melihat bagaimana wajah merona Hoshi, mungkin Mingyu akan tersenyum dua kali lebih lebar seperti orang idiot.
"Pesan anda sudah tersampaikan."
"Kamu rindu sama aku gak?" Tanya Mingyu sambil berjalan ke tempat parkir.
"Gak tuh," Jawab Hoshi cuek.
Sebenarnya hanya gengsi Hoshi yang tinggi saja sehingga enggan mengakui bahwa dia sebenarnya juga merindukan pacar tingginya itu.
"Bener nih? Kalo aku kesana tiba-tiba, kamu bakal peluk aku gak?"
"Gak, aku lebih suka sama Minghao."
"Sayang," ucap Mingyu memelas membuat Hoshi terkekeh.
"Kan aku udah bilang sama kamu, Minghao udah punya pacar apalagi pacarnya itu temen aku sendiri. Kenapa masih cemburu?"
"Eii, gak ada salahnya dong aku berusaha melindungi pacar manis aku."
"Gombal," Ini tidak baik, menghubungi Mingyu lewat telepon sama saja dengan melatih kerja jantung Hoshi.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Approach (MinSoon)✔
FanfictionMake the first move, direct approch Mengejar kakak kelas yang polos jadi hal yang dinikmati oleh Mingyu. Pasalnya, Hoshi si kakak kelas tersebut kerap kali menunjukkan reaksi yang membuat Mingyu gemas
