Mingyu mendesis pelan ketika Hoshi memanggilnya, sekarang dia bingung harus berbuat apa.
"Mingyu, lo gak apa-apa kan?" tanya Hoshi sambil memegang pundak Mingyu.
Mingyu tetap tidak bergeming, masih setia bertingkah seolah Hoshi tidak ada.
"Mingyu, lo tuli ya?" Jaehwan ikut bertanya. Aneh saja kenapa Mingyu tidak merespon mereka berdua.
Mingyu bangun dari tempat duduknya, membersihkan celananya yang sedikit kotor.
"Kamu pulang gih, ntar aku jemput, tunggu aja dikelas kamu," Mingyu tersenyum lalu berjalan meninggalkan Hoshi dan Jaehwan.
"Dia kenapa sih?" tanya Jaehwan begitu Mingyu hilang dari pandangan mereka.
"Jae, pulang yok ntar kita telat masuknya."
Hoshi benar-benar tidak mood, sebenarnya Hoshi senang karena fakta bahwa Mingyu masih peduli dengannya tapi Mingyu terlihat sangat stress, Hoshi berpikir. Kenapa tidak menceritakannya pada Hoshi?
Ketika keduanya sampai di kelas, Hoshi mengikuti pelajaran dengan tidak minat. Materi pelajaran juga tidak dicatat, Hoshi lebih memilih melamun.
"Sampai ketemu besok anak-anak."
Anak-anak kelas berhamburan, Jennie, Jaehwan, dan Daniel sudah pamit duluan pada Hoshi yang masih membereskan barang-barangnya.
Bunyi ketukan pintu membuat Hoshi menghentikan aktivitasnya, disana ada Mingyu berdiri lengkap dengan senyum manisnya.
"Udah?" Tanya Mingyu berjalan masuk ke kelas Hoshi.
"Iya, ayo pulang," Hoshi menarik Mingyu keluar sebelum Mingyu sampai di depannya.
Jujur, Hoshi tidak ingin membahas kejadian tadi. Dia takut saja nanti akan berimbas pada mood Mingyu.
Dan lagi, sepanjang perjalanan dan sampai di rumah Hoshi tetap tidak ada pembicaraan yang terjadi. Mingyu juga pamit tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Dia kenapa sih?"
_____
Keadaan Mingyu juga belum berubah, akibatnya Hoshi menjadi frustasi tapi Hoshi masih bisa mengontrolnya. Mengenai pembicaraan buruk anak-anak tentang dirinya sudah tidak terlalu terdengar lagi, walaupun masih ada beberapa yang gencar mengatakan Hoshi terang-terangan.
"Hai Mingyu," sapa Hoshi sambil tersenyum ketika melihat Mingyu duduk di kantin. Tentu saja Mingyu tersenyum melihat kedatangan pacarnya itu.
"Sebenernya gue dari kemarin pengen minta nomor lo, aneh aja kita pacaran kok gak punya kontak masing-masing. Iya kan?"
"Tumben, biasanya juga nunggu aku gerak duluan. Kenapa? Pengen telponan sama aku sore-sore gitu?" tanya Mingyu sambil memainkan alisnya.
"Pede banget sih mas! Kalo gak ada nomor lo ntar yang anter jemput gue siapa?"
"Untung aku sayang sama kamu ya," Mingyu mengacak rambut Hoshi sedikit kasar sambil tersenyum.
"Woi, santai dong mas. " Seru Hoshi menyingkirkan tangan Mingyu dari rambutnya.
"Tapi menurut aku romantis lo kalo misalnya telponan sore-sore."
"Gue gak bisa Gyu. Gue udah tingkat akhir, gak ada waktu lagi buat main-main. Gue juga harus lulus dengan nilai yang tinggi biar bisa masuk universitas yang gue mau."
KAMU SEDANG MEMBACA
First Approach (MinSoon)✔
FanfictionMake the first move, direct approch Mengejar kakak kelas yang polos jadi hal yang dinikmati oleh Mingyu. Pasalnya, Hoshi si kakak kelas tersebut kerap kali menunjukkan reaksi yang membuat Mingyu gemas
