#IntrikBab7
INTRIK
Oleh : Triana Kumalasari
.
.
Bab 7
Perkelahian di Gang
.
.
“Mm mmm!” Farah berusaha berteriak minta tolong, tetapi bekapan tangan besar itu membuat suaranya tak keluar. Bekapan kasar itu terasa sangat menyakitkan di hidung dan kedua pipinya.
Ia sudah diseret masuk cukup jauh. Kini pemandangan yang tampak hanyalah sudut gang dengan bekas toko-toko kecil terbengkalai di satu sisi dan tembok tua penuh gambar dan coretan di sisi yang lain.
Farah meronta sekuat tenaga. Ia berhasil menyikut rusuk si rambut berminyak dengan siku kiri keras-keras. Lelaki itu mengaduh. Cengkeramannya melonggar. Sang putri Dinata buru-buru menggigit tangan yang membekapnya. Berandal tersebut berteriak kesakitan, refleks menarik tangannya dari mulut wanita itu.
Farah berusaha menjauh, tetapi lelaki dengan rambut berminyak itu menyambar jaketnya dan menariknya kasar. Ada bunyi robek. Jaketnya. Entah bagian yang mana.
Merasa tak mungkin melepaskan baju hangat itu dari cengkeraman si rambut berminyak, Farah pun memilih melepaskan diri dari jaket hijau kesayangannya. Yang penting, ia harus lari!
“Toloong!” teriaknya, sambil berlari meninggalkan si rambut berminyak yang masih memegangi jaketnya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri si berandal berusaha menggapai wanita itu. Farah sangat berharap ada orang yang mendengar teriakannya.
Sayang, lelaki bercelana robek dan temannya yang berjaket belel mengadang Farah.
Telapak tangan besar milik si celana robek menampar keras pipi lembut Farah, hingga wanita itu terpelanting dan tersungkur di tanah yang bertebaran kardus basah dan beberapa sampah.
“Perempuan sial!” Terdengar umpatan si rambut berminyak dari belakang. “Banyak tingkah!”
“Toloong!” Farah berusaha menjerit lagi, tetapi si jaket belel buru-buru membungkamnya dengan kasar. Wanita itu berontak, tetapi tentu saja tenaganya tak sebanding dengan berandal-berandal di depannya. Gamisnya ditarik hingga robek di bagian bahu dan lengan kiri. Ia megap-megap, kesulitan bernapas, karena tangan besar si jaket belel bukan hanya menutupi mulutnya, tetapi juga hidungnya.
Ya Allah … tolong ….
Farah merasa pusing, kekurangan oksigen, rasanya sudah akan pingsan ketika tangan besar itu tiba-tiba ditarik dari wajahnya. Dengan mata masih berkunang-kunang, ia melihat seseorang memukul si jaket belel hingga terjengkang. Orang itu lantas melayangkan tinju ke arah si rambut berminyak, tetapi berandal itu menangkisnya dan ganti melayangkan pukulan ke wajah orang tersebut, membuatnya terhuyung ke belakang.
“Siapa?” Farah menggumam lirih. Digelengkannya kepala dengan gerakan mengentak untuk menghalau rasa pusing dan mengembalikan kesadarannya yang sempat hampir hilang. Samar, dilihatnya orang itu menghantamkan kaki ke kepala si jaket belel, membuat berandal itu terpelanting dan ambruk ke tanah.
“Mas Leo,” gumam Farah. Saat pandangannya tak buram lagi, ia langsung mengenali sosok yang sedang menerjang si rambut berminyak. Kedua lelaki itu jatuh berguling-guling di tanah yang becek. Leo duduk di atas perut lawannya dan menghantam wajah si berandal dengan kepalan tangan, bertubi-tubi.
Si celana robek merenggut kerah jaket jin suami Farah dan dengan kasar menariknya berdiri, lantas mengayunkan tinju menghajar muka Leo. Si rambut berminyak segera bangkit dan ikut mengeroyok. Putra Atmaja tersebut terdesak.
Si celana robek menghantamkan lutut kanannya ke perut Leo, membuatnya terbungkuk kesakitan, mengerang sambil memegangi perut. Si rambut berminyak tak mau ketinggalan, melayangkan kaki, menendangnya keras. Tubuh Leo terdorong ke belakang, menghantam dinding dan jatuh ke tanah. Bagian luar dinding tua yang tertabrak rontok. Serpihan semen jatuh bertaburan, mengotori jaket jin dan rambut cokelat Leo. Lelaki itu terbatuk-batuk, dengan debu yang mengepul di sekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTRIK (SUDAH TERBIT)
RomanceRanking #1 Tender (16 Oktober 2022) (1 Desember 2022) (31 Oktober 2024) (8 Desember 2024) Ranking #1 Forsen (5 September 2023) (12 April 2024) (13 April 2024) (8 Desember 2024) 🦁🦁🦁 BLURB INTRIK Kisah dua hati yang diikat demi kepentingan perusa...
