Pagi ini Ellen harus pergi ke rumah sakit, dia ada beberapa jadwal operasi yang harus dia lakukan. Dia berpikir-pikir untuk mengambil cuti dan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Dia harus menemukan Abel dan melindunginya, tapi dia rasa sebulan bukan waktu yang cukup untuk melakukannya, karena dia tidak sedikitpun punya petunjuk dimana keberadaan Abel. Ellen mengusap wajahnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan.
"Kurasa kau harus menemukan wanita itu, karena selain kita bisa melindunginya dari para vampire itu, kita juga bisa mencoba menyelesaikan semuanya." Tuan Smith tiba-tiba sudah duduk di meja makan di depan Ellen.
"Saya tidak mungkin mengambil cuti dalam waktu yang lama di rumah sakit. Banyak pasien yang mengantri utnuk dioperasi." Gumam Ellen.
"Kenapa kau tidak mengundurkan diri saja, aku yakin uangmu sudah cukup banyak untuk menghidupi dirimu dalam kurun waktu setahun kedepan." Smith berucap santai membuat Ellen sedikit kesal.
"Yah, apa Anda tidak menghidupi diri Anda sendiri Tuan Smith? Tanpa uang Anda tidak bisa makan ataupun melakukan penelitian."
"Kau pikir darimana aku mendapatkan uangku selama ini? tentu saja aku juga bekerja. Aku yakin uang dari orang tuamu tidaklah sedikit ditambah gajimu selama ini."
"Ya, uang itu memang besar."
"Lantas untuk apalagi kau menunda-nunda, kau harus segera mengambil tindakan. Jika tidak kau akan kehilangan segalanya. Bahkan wanita yang kau cintai itu mungkin akan berhasil mereka dapatkan sebelum kau." Ellen menunduk membenarkan ucapan Tuan Smith.
"Saya akan memikirkannya lagi." Ellen beranjak dari meja makan dan pergi menuju rumah sakit.
Hari ini menjadi hari terberat buat Ellen, ada dua operasi besar yang dia hadapi ditambah dia harus memikirkan apakah dia harus mengambil cuti atau berhenti menjadi dokter dan fokus mencari Abel. Dia tidak mungkin mengambil cuti yang terlalu lama atau dia dicap sebagai dokter yang tidak kompeten. Ellen memijit kepalanya yang terasa sakit.
"Sepertinya kau tengah banyak pikiran Len." Hans masuk ruangannya.
"Ahh Hans, aku tengah memikirkan sesuatu yang berat."
"Apakah itu?"
"Aku bingung, apakah aku harus mengambil cuti panjang atau mengundurkan diri dari rumah sakit?"
"Berhenti? Kenapa tiba-tiba?"
"Aku tidak bisa menjelaskan alasannya, tapi yang pasti aku harus mencari seseorang, tapi aku tidak tau harus memulai darimana, karena orang itu adalah masa laluku dan kini aku tidak tau dia ada dimana." Hans menatap prihatin sahabatnya itu.
"Apa kau punya fotonya?" Ellen mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan wallpaper ponselnya. Disana ada foto dirinya dan juga Abel saat mereka tengah ada diacara ultah Jonathan.
"Kamu yakin dia yang kamu cari El?" Hans menatap Ellen tidak percaya.
"Tentu saja."
"Kurasa kau terlalu bodoh selama ini. apa kau tidak pernah menonton TV sama sekali?" Ellen menatap bingung kearah Hans.
"Aku jarang menonton TV."
"Dia itu model El, kamu bisa cari dia diagensinya. Kau cukup mencari nama dia di Internet dan bakal banyak artikel tentangnya bermunculan."
"Apakah sudah lama dia menjadi model?"
"Yah kurasa sih baru-baru saja. Mungkin sekitar setahun atau dua tahun keknya. Aku juga tidak yakin, cuman Prisca cukup sering membeli majalah fashion dan wanita yang kau cari itu akhir-akhir ini menghiasi sampul depan majalan yang biasa dibeli Prisca." Mendengar hal itu Ellen langsung menelpon Prisca dan menanyakan perihal majalah fashion dan dia mendapatkan lumayan informasi.
