Terkadang ini lucu, bagaimana benang-benang yang tak pernah aku duga dapat menyatukan kita yang terpisah dan merajut kita menjadi satu keikatan yang kuat.
_________
Seharian ini Mark lebih banyak diam daripada berbicara basa basi sedikitpun dengan teman kelasnya. Ya, hari ini dia telah kembali ke sekolah setelah tiga hari tidak masuk dikarenakan sakit.
Mark memiliki alasan tersendiri untuk memilih diam. Tenggorokannya akan nyeri setiap dia banyak berbicara dan dia pikir diam akan lebih menyenangkan. Ataupun itu dia sedang dijauhi oleh teman-temannya. Mereka tak mengobrol apapun seharian ini bahkan menyapa juga tidak. Mark rasa dia ikut dimusuhi di kelas ini.
Dari kejauhan tempat duduknya dia melihat ada Haechan yang tengah mengobrol asyik bersama Jaemin dan Jisung. Mereka tak lagi membuka obrolan dengan pembahasan band mereka ataupun hal lainnya, justru mereka lebih banyak diam.
Kini ia mengerti setelah mulai merasakan apa yang gadis itu rasakan selama ini. Tidak dianggap.
Sekarang dia tengah berjalan di keluar kelas untuk mengumpulkan tugas matematikanya selama dia libur karena sakit. Pandangannya mengarah tepat pada tak jauh dari ujung koridor, Mark melihat sekumpulan anak-anak yang ia ketahui bahwa itu adalah gengnya Yura. Dia mendadak merasakan firasat buruk, tapi dia mencoba mengusirnya.
Mereka adalah sekumpulan orang-orang tak ada kerjaan dan selaly membuat jalanan koridor ini menjadi sempit karena kedatangannya. Mark lantas melanjutkan langkahnya lagi sampai ia tak berada jauh kumpulan orang-orang itu, dia mulai mendengar bisikan-bisikan yang sedang membicarakannya.
'Dia kemarin yang sok-sokan menolong si cacat itu.'
'Kau serius?!'
'Iya! Aku melihatnya di pesta ulang tahunnya Yura dan juga waktu itu, dia menolong si cacat saat Yura tengah memarahinya.'
'Itu sangat gila!'
Dan masih banyak bisikan lainnya. Hingga langkah kakinya terhenti saat ada seseorang yang tiba-tiba menghadang jalannya. Mark tak kenal siapa orang itu, tapi firasat buruknya berkata benar saat ini.
"Hey!"
"Kau si pahlawan kesiangan itu ya?"
Orang itu tertawa remeh di hadapannya, Mark menatapnya dengan tajam lalu dia segera melangkah lagi untuk menjauhinya. Tapi, lagi-lagi orang itu kembali menghadanginya.
"Kau pacaran dengan si cacat itu? sampai mau menolongnya segala hahaha...."
Otak Mark terasa mendidih saat mendengarkannya, lalu dia membuka suara, "Apa maumu?"
Beberapa orang yang melihatnya lantas terkejut bahkan ada yang sibuk berteriak di belakang menyuruh mereka berdua berduel.
"Kau sudah berani sekarang. Seperti pahlawan kesiangan. Mau kuhajar kau?!"
"Berhenti!"
Sontak semua orang di sekitar mereka terdiam, ketika ada suara yang menghentikan mereka. Dari balik kerumunan orang itu munculah sosok Yura yang mendatangi mereka.
Mark mendengus kesal melihatnya.
"Jangan ganggu dia." Yura memerintah ke orang yang berada di depan Mark ini, lalu pandangan gadis itu menoleh ke arahnya. Mark sudah terlebih dahulu buang muka darinya.
Tanpa banyak basa basi lagi, dia langsung menjauh dari kumpulan orang itu dan segera pergi ke ruangan guru untuk mengumpulkan tugasnya.
°°°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Monochrome [TERBIT]
Fiksi PenggemarACT - COLOR BLIND UNIVERSE ❝Tuhan itu adil. Tetaplah hidup dan aku akan menjadi pelangimu.❞ Ada banyak cara untuk jatuh tapi juga ada banyak usaha untuk bangkit dari tekanan. Jang Hyesang selalu terobsesi dengan yang namanya kematian, setelah ia men...
![Monochrome [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/166593632-64-k978087.jpg)