Rencana

4.5K 840 50
                                        

Mati terlalu muda di saat itu bukan takdirmu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan.

__________

Pertama kali dalam seumur hidupnya Mark memutuskan untuk membolos dari sekolah. Rencana ini sudah ia atur sekitar dua minggu yang lalu, mencari waktu yang tepat untuk berkunjung ke suatu tempat yang sangat ingin ia lakukan.

Ia mengatakan kepada ibu, bahwa pagi ini dia akan pergi sendiri ke sekolah dan tak diantar oleh ayahnya sama sekali. Hal ini lantas membuat kedua orang tuanya bertanya-tanya, tumben sekali dirinya ingin pergi mandiri seperti ini. Mark mengatakan kepada mereka, dia ingin mencoba berjalan kaki ke sekolah sekaligus demi menghapal rute perjalanan dari rumah ke sekolah. Mengingat dirinya belum beradaptasi sepenuhnya di Korea.

Setelah mendapatkan keyakinan dari kedua orang tuanya. Ia lantas pergi dengan cepat dan sempat berhenti di salah satu tempat yang sepi untuk mengganti seragam sekolahnya dengan jaket tanpa tudung berwarna biru gelap dan putih, pakaian yang masih sopan serta santai.

Ia pun segera pergi menaiki bus umum menuju suatu tempat yang daerahnya cukup jauh dari Seoul. Berbekal alamat yang tertulis brosurnya, ia menempuh perjalanan kurang dari empat puluh untuk menuju tempat tersebut.

Setelah turun dari bus, ia pun tiba di sebuah daerah yang terpencil dan hanya menyisahkan beberapa perumahan saja. Tak hanya itu, di sekitarnya banyak terhampar perkebunan sayur dan sawah milik warga. Mark memasuki jalanan menuju perumahan itu, hingga tibalah ia di depan sebuah rumah sakit kecil di daerah tersebut.

Di depan pintunya tertempel spanduk komunitas yang dibentuk oleh salah seorang dokter. Mark hendak menemui komunitas tersebut karena pendirinya tak lain adalah teman ayahnya di rumah sakit.

My Bright Smile

Ia mendapatkan brosur di tangannya ini dari ayahnya. Sebuah komunitas yang bergerak untuk menyembuhkan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental. Trauma yang mereka rasakan akan disembuhkan secara bersama dengan memberi lebih banyak energi positif.

Dari arah sana, Mark menangkap sosok seorang pria baya yang baru saja keluar dari dalamnya.

"Permisi." Ia menghampiri orang itu, "aku ingin menanyakan sesuatu. Apakah hari ini ada perkumpulan di My Bright Smile?" tanyanya.

"Ya. Sebentar lagi kami akan memulai perkumpulannya."

Orang yang sedang ia ajak bicara ini lebih mirip seperti seorang perawat dengan seragam rumah sakit berwarna abu-abu cerah. Di name tag-nya tertulis bahwa ia berasal dari poli jiwa.

"Apa kau orang baru di sini?" tanya perawat itu.

"Oh maaf, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Lee Min Hyung, aku dari Seoul. Aku cukup tertarik untuk mengikuti komunitas ini-ya bisa juga dikatakan orang baru," ucap Mark.

Perawat itu ber'oh' membalasnya. Kemudian ia mempersilahkan Mark untuk masuk ke ruangan tempat diadakan komunitas itu. Mark juga harus mengisi lembar kehadirannya di sini.

Di dalam sana, ia langsung disambut dengan lingkaran manusia yang duduk di kursi masing-masing. Mark menduduki salah satu kursi itu. Mereka semua berasal dari kalangan usia yang berbeda, Mark merasa jika dirinya menjadi satu-satunya yang termuda di sini.

"Apa kau juga sakit?"

Dari arah kanan, seseorang tiba-tiba saja menegurnya. Mark tersenyum tipis untuk menyapanya lebih dulu.

Karena senyumannya itu, seorang pria dengan kisaran umur lima puluh tahun yang tengah mengajaknya mengobrol ini, lantas menganggapnya sedang sakit.

"Aku harap kau selalu sehat," ucap paman itu.

Monochrome [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang