Changkyun terbiasa mendapat kejutan, dan lebih biasa lagi jika harus kecewa. Tapi dia sudah hapal semua rasanya di luar kepala hingga tidak mungkin menyakitinya lagi. Atau barang kali, dia senang menipu dirinya sendiri dengan mimpi-mimpi manis.
Sepertinya ini mimpi. Changkyun mendapatkan kesadaran bahwa visi yang dia lihat adalah gambaran tidak nyata. Meski begitu, Changkyun tidak mencoba tersendak bangun. Atau setidaknya berkata pada dirinya sendiri bagian yang dia lihat ini adalah sejenis mimpi buruk yang tidak bagus untuk siapa pun.
Bahkan dalam mimpi dia bisa merasakan dinginnya udara malam musim dingin yang berhembus dari celah pintu dan jendela. Korden yang tidak jelas apa warnanya berkibar tertiup angin ketika dia memutuskan untuk melangkah, bertelanjang kaki. Sekali lihat, Changkyun tahu di mana dia berdiri. Suara gemercik airnya sudah tertanam jelas dalam kepalanya, bahkan terbawa alam bawah sadar.
Daun pintu hanya terbuka seperempat. Dari baliknya dia bisa melihat bath upnya penuh dengan air. Hanya berupa pandangan sekilas, lalu dia mendorong daun pintu dengan bahunya selagi dia melangkah masuk. Lantai kamar mandinya penuh air, floor drainnya tidak bisa mengalirkan debit air yang terlalu banyak. Bahkan dalam mimpi, kondisi ini terasa sangat nyata di mana jejak basah itu terasa sangat nyata menggelitik telapak kaki Changkyun.
Pandangannya jatuh pada jari kakinya yang tergelam dalam air, mengambil selangkah demi selangkah lagi dan sampai di sumber air yang terus menggenang. Gemercik air semakin keras, di saat yang bersamaan dia mendapati dirinya merasa takut dan cemas.
Di atas air yang beriak karena gemercik air, dia melihat seraut wajah. Seharusnya tidak sepucat itu. Wajah yang familiar, seakan dia tengah bercermin di atas permukaan air. Kulitnya putih mengembang karena terlalu lama berendam, seharusnya apa yang menutupi tubuh itu masih terlipat rapi dalam lemari Changkyun. Dia merasa dipermainkan. Apa ini sebuah kejutan yang kemudian diakhiri dengan kata-kata seperti 'Bagaimana rasanya melihat dirimu sendiri mengambang di air?' Saat itu -ketika ini benar-benar terjadi- dia sedikit menggeram. Tapi sekarang dia tidak melakukannya. Atau mimpi tidak mendengarkan suara selemah itu.
Wajah itu, tubuh yang mengambang di atas air bath up yang tanpa henti bertambah dari keran di atasnya, lalu jatuh di sisi yang lain, seharusnya berbaring di tempat yang lebih hangat. Apa yang dia lakukan dengan tepatnya adalah menggenangi lantai kamar mandi Changkyun, merendam kaki-kaki yang sejak terbangun di tengah malam telah kedinginan. Tidak seharusnya begini.
Seingatnya wajah itu masih tersenyum, terbingkai apik dengan lensa kameranya, siang tadi, atau mungkin di suatu hari yang baru berlalu.
Tidak ada yang utuh. Kenyataan menampar Changkyun tapi dia tidak bisa terkaget-kaget atau memekik karena penemuan mayat itu. Dia terdiam, seakan dia tidak punya alasan apa pun. Itu adalah mayat. Tidak ada yang bisa menyebut kulit pucat yang mengembang itu adalah kulit orang yang masih bernapas.
Jari kaki Changkyun bergerak, satu-satunya yang mampu dia gerakkan selagi napasnya tertahan di tenggorokan.
Berhelai-helai, rambut hitam panjang menjuntai menyentuh lantai, menggantung dari pinggiran bath up dan menempel satu sama lain kerena air mengalir di atasnya. Dulu dia membanggakan itu. Memujinya meski dia tidak ingin melakukannya. Rambut itu tidak lagi menempel di kulit kepala yang masih melekat pada tengkorak. Itu bergelombang mengikuti riak air seperti rumput laut yang terombang-ambing di perairan dangkal. Menabrak pinggiran bath up tapi tidak mampu untuk jatuh. Terlihat seperti tali yang terburai dan kusut di satu titik. Changkyun melepas udara dari paru-parunya.
Tangan Changkyun terulur, dan sensasi dingin yang aneh menyentuh balik kulitnya, seperti peluru es yang menusuk jari-jarinya.
Selagi Changkyun berusaha bernapas, bau amis yang samar-samar menyapanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind the Lens [end]
Fanfic"Apa yang mereka lakukan? bercinta? dengan korden terbuka? oh benarkah?" Changkyun adalah salah satu dari orang sinting yang masih hidup hingga detik ini, dan dia hanya punya satu kegiatan yang cukup menyenangkan. Mengamati tetangga barunya yang hom...
![Behind the Lens [end]](https://img.wattpad.com/cover/181862550-64-k925098.jpg)