14

157 11 0
                                    

Taehyung POV

Ini aku dengan segala rasa sakitku.

Penyesalan memang selalu datang diakhir cerita. Manis selalu diawal ujungnya hanya tinggal menikmati semua kesakitan.

Kurasakan semakin hari tubuhku semakin payah. Bahkan untuk bangun saja aku tak mampu. Menggigil setiap kali infeksi dalam tubuhku kambuh. Kurasakan nyeri diulu hatiku dan seluruh kakiku. Tapi aku sadar aku tidak bisa mengeluh, ini semua sudah resiko atas segala tingkah bodohku masa lalu. Ingin aku berteriak rasanya. Aku muak, Aku lelah dengan semua ini. Aku pasrah tapi aku masih tidak tega jika fikiranku kembali Jungkookkku yang selalu setia kepadaku. Aku tak sampai hati untuk meninggalkan dia selamanya tanpa diriku. Apa dia kuat tanpaku? Apa bisa?

Tuhan, bila aku masih diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup, biarkan aku selalu disisinya untuk selalu dapat menjaganya hingga akhir hayatku.

Taehyung POV End

.

Sore sepulang kerja Jungkook diantar Jimin ke mansion Taehyung.

"Hyung tidak ikut mampir yah, Kookie. Kerjaan hyung masih menumpuk. Mungkin besok bisa kembali lagi, lagi pula besok libur. Kau juga akan menginap kan malam ini?"

"Tidak apa hyung, terima kasih banyak sudah mengantarku kemari. Jaga kesehatanmu hyung. Kutunggu kau besok disini."

"Baik Kookie, sampai jumpa sampaikan salamku untuk Tae."

Setelahnya mobil Jimin melesat pergi.

Jimin sibuk?

Tidak pernah.

Jimin tipe namja yang bertanggung jawab atas kewajibannya, selalu menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum akhir pekan tiba. Itu hanya alasan klasik Jimin guna memberi ruang dan waktu untuk Jungkook menghabiskan waktu bersama Taehyung. Jimin paham betul dimana posisinya. Hanya kata-kata Taehyung tadi siang yang selalu terngiang difikirannya. Jimin tak pernah habis fikir Taehyung bisa bicara seperti itu kepadanya.

.

"Sayang...... sudah pulang?"

"Sudah tae. Bagaimana kondisimu hari ini?"

Jungkook berjalan menghampiri Taehyung lalu memberi pelukan hangat dan memulai ciuman.

"Jangan sekarang sayanggg....."

"Kenapa Tae? Aku merindukanmu."

"Aku tahu itu, aku pun begitu tapi.... maaf sayang, gusiku sedang berdarah banyak hari ini. Aku hanya tidak ingin menularkannya kepadamu."

Jungkook menunduk sedih mendengar perkataan Taehyung. Sesayang itu Taehyung kepadanya. Sangat menjaga keutuhan Jungkooknya.

"Maafkan aku Jung-----"

"Ssttt, tidak Tae aku yang seharusnya meminta maaf. Aku tidak tahu kondisi."

Lalu mereka berpelukan hingga malam tiba. Dalam rengkuhan Taehyung tiba-tiba membuka suara,

"Kookie, menikahlah denganku. Aku hanya ingin mengabiskan waktuku bersamamu."

Jungkook yang sedang merapatkan wajahnya pada dada bidang Taehyung tiba-tiba mengadah kearah wajah Taehyung dan mengangguk antusias,

"Aku mau, aku mau Tae. Tapi----- bagaimana dengan Eomma?"

"Tak usah perdulikan mereka, toh sekarang juga tak ada mereka. Hanya kau, Oh--- dan Jimin yang selalu setia menjaga dan merawatku."

Kita bisa menikah minggu depan, biar nanti asisten dan sekertarisku yang mengurus semuanya.



.






Seminggu berlalu, hari yang ditunggu tiba. Bagai diberi sebuah kesempatan untuk hidup di kehidupan selanjutnya, Taehyung yang lemah dengan gagahnya bisa berdiri diatas Altar bersama Jungkooknya. Memadu kasih bertukar cincin didepan Tuhan. Sayang tidak ada keluarga yang menyaksikan. Dibangku baris terdepan hanya ada pemuda Park yang setia menjadi saksi walau hatinya remuk redam melihat mereka bahagia.

"Aku bahagia Kookie jika engkau bahagia." Bathin Jimin yang menangis dalam diam mencoba membesarkan hati.



.





2 tahun perjalanan hidup yang telah sah dalam pernikahan berjalan indah, dan selama itu pula tidak ada malam pertama ataupun hubungan suami istri seperti dulu. Taehyung tidak pernah mau, terlalu kokoh pada pendiriannya yang tidak mau menularkan penyakitnya pada istri kesayangannya.

Jungkook pun selalu mengerti. Hingga saat ini dia selalu telaten mengurus suaminya yang pesakitan. Setiap pagi selalu memasak sebelum bekerja, menyeka tubuh suaminya dan memberikan obat lalu setelahnya bekerja seperti biasa. Begitu setiap harinya. Tidak pernah ada rasa penyesalan dihati Jungkook, yang dia tau adalah sudah tugas seorang istri untuk melayani suaminya.

Malam sebelum tidur mereka selalu bercengkrama, Jungkook selalu bercerita tentang keluh kesah pekerjaannya dimana Taehyung selalu setia menjadi pendengar yang baik.

"Sayang, jika aku tidak ada nanti aku harap kau bisa menjaga dirimu. Kau harus kuat jangan sepertiku."

"Tae, kenapa kau selalu berbicara asal seperti itu sih?"

"Tidak sayang, dengarkan aku. Aku serius atas perkataanku. Kau harus kuat sayang apapun yang terjadi nanti, aku tetap mencintaimu Kookie. Maafkan aku tidak pernah mendengarkan perkataanmu dahulu. Aku terlalu egois."

"Tae cukup, aku benci mendengar perkataanmu itu. Jangan pernah tinggalkan aku, Tae."

Jungkook terisak mendengar perkataan Taehyung, begitu juga Taehyung yang merasa hancur ketika melihat Jungkooknya menangis.

.

"Tae, bangun sayang. Sarapanmu sudah siap."

Dilihatnya Taehyung yang masih menutup matanya, Jungkook pun mencoba membangunkan suaminya karena ini sudah waktunya minum obat jadi harus sarapan terlebih dahulu, tapi------

"Tae....."

"Tae bangun!"

"Tae bangun sayang kumohon."

Taehyung tiba-tiba pingsan tanpa sebab pasti. Sebelumnya pagi sebelum beraktifitas Jungkook masih merasakan deru nafasnya ditelinganya. Ya, memang sedikit melemah tapi Jungkook cuek.

Dengan gerakan cepat, Jungkook menelepon Jimin

"Hyung, cepat kemari! Taehyung pingsan!"

tut... tuuuuuuut...

Satu jam berikutnya Dokter khusus yang menangani penyakit Taehyung selama ini tiba dimansion megah itu, tidak lama berselang Jimin pun tiba.

"Bagaimana dok keadaan suami saya?"

Jungkook panik, tubuhnya bergetar hebat

"Maafkan saya Nyonya Kim, denyut nadi Tuan Kim sangat jauh. Tubuhnya pun mulai dingin dan membiru. Sudah berapa lama Tuan Kim pingsan?"

"Kurang lebih satu jam Dok, semenjak saya menghubungi dokter."

"Tuan Kim memasuki masa koma Nyonya. Harapan untuk hidup sangatlah kecil. Maafkan saya sekali lagi Nyonya."




.










Dan setengah jam selanjutnya Kim Taehyung dinyatakan meninggal dunia.





"TIDAK MUNGKINNNNNN!"




"TAEHYUNGGGGGG BANGUN TAE, BANGUNNNNNN, JANGAN TINGGALKAN KOOKIE! TAEEEEE BANGUN SAYANG BANGUNNNNN INI AKU. BUKA MATAMU TAEEEEEE...."






TBC

Jatuh Hati Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang