SABTU ini Johnny dan keluarganya berangkat untuk liburan di sebuah Villa yang terletak di daerah Puncak.
Mereka semua sampai jam sembilan malam; karena berangkat sore dan terjebak macet.
Tubuh Johnny rasanya sudah begitu lelah; oleh karena itu ia bergegas masuk ke dalam kamar. Namun karena tidak senang berada di kamar yang sama dengan orang lain; akhirnya Johnny tidur sendiri malam ini.
Yah, sungguh, Johnny tidak suka jika ada orang lain yang tidur bersamanya. Ia selalu tidur sendiri; di manapun itu. Kecuali keadaan sedang terdesak.
"Gatakut lo tidur sendiri di tempat asing?" Chanyeol; kakak Johnny muncul dari balik pintu.
Otomatis Johnny menggeleng. "Kaga, udah sana lo, gue mau tidur."
"Dih."
Setelah itu pintu kamar Johnny tertutup. Kamar yang di tempati lumayan besar; ada satu kasur berukuran king size. Meja nakas yang terletak di samping kasur, televisi serta sofa mungil di ujung ruangan.
Setelah melepas baju Johnny membaringkan tubuh di atas kasur dan mencari posisi yang nyaman agar segera terlelap.
●•●•●•●•●
Johnny mengerang pelan, lalu tak lama kemudian kedua kelopak matanya terbuka. Keadaan kamar masih sangat gelap; belum ada cahaya matahari masuk.
Mungkin masih sekitar jam dua atau tiga pagi. Entah.
Kebiasaan Johnny ketika baru bangun tidur; mencari ponsel.
Ia meraba-raba kasur untuk mencari benda pipih itu, karena setahunya ia menaruh ponsel cukup dekat dengannya tadi malam.
Tap.
Deg!
Tanpa mengatakan apapun Johnny segera menarik selimut sehingga menutup seluruh tubuh; lalu kembali memejamkan mata. Mencoba melupakan apa yang baru saja ia sentuh.
Rasanya seperti tanganㅡdan terasa dingin.
Tapi bukankah Johnny tidur sendiri? Sial sekali!
Untuk sekarang Johnny tidak memiliki pilihan selain tetap di kasur dan melanjutkan tidur. Ia tidak ingin ketika nanti ia bangun dan mencoba untuk keluar; sosok yang baru saja ia sentuh tangannya malah memperlihatkan bentuk wajah yang Johnny yakin akan sangat buruk rupa!