Setelah membaca line terakhir dari Lami, Jisung segera mematikan ponselnya dan kemudian memasukkannya kembali ke dalam saku celana.
Tepat di depannya masih ada Seora yang setia bersandar di pohon besar, namun yang berbeda kali ini ia sedang memainkan ponsel. Bukannya tadi dia bilang tidak akan ada yang mencari dirinya? oh mungkin saja kekasihnya.
Jisung kini menghampiri Seora, sembari menggendong tas hitamnya pemuda itu beralih menendang pelan kaki Seora hanya bertujuan untuk membuat gadis itu menoleh padanya. Nampaknya rasa gengsi Jisung sangat besar.
"hm?" Seora mendongakkan kepalanya menatap Jisung.
"berdiri.. ayo kita pergi," ujar Jisung.
"kita mau kemana?" tanya Seora.
"gak jauh dari sini ada motel, mungkin jam segini masih ada kamar yang kosong," jawab Jisung.
"aku barusan tanya sama Jeongin katanya hari ini rumahnya kosong, orang tuanya keluar kota."
"Jeongin? ngapain tanya-tanya sama Jeongin?" ekspresi Jisung berubah agak kesal.
"biar kita bisa nginep di rumah Jeongin," sahut Seora dengan polosnya.
Jisung berdecak lidah pelan.
"yodah lu disini aja nunggu sampe Jeongin dateng buat jemput lu," ucap Jisung sembari perlahan berjalan meninggalkan Seora.
Seora yang melihat Jisung ingin pergi meninggalkannya itu pun segera bangkit lalu mengejar Jisung.
"ish tunggu!" seru Seora. "kok kamu gitu sih?"
"gitu gimana?"
"kok malah pergi ninggalin aku."
"ya katanya lu mau nginep di rumah Jeongin, tunggu aja disana," ucap Jisung. "gua mau pergi ke motel."
"kamu cemburu?"
Mungkin Seora sudah gila.
"sinting kali lu?!" seru Jisung. "minggir."
Seora yang hampir tersungkur ke tanah akibat dorongan Jisung itu pun segera menarik tangan Jisung cepat.
"cemburu kan bukan cuma soal rasa suka," ucap Seora. "cemburu itu iri hati mungkin kamu iri liat aku mau tidur di rumah Jeongin yang enak sedangkan kamu di motel yang jelek."
"gak sama sekali."
"sung mau kemana?" tanya Seora sembari menarik tangan Jisung lagi.
"MOTELL!!"
Seora diam untuk sesaat, ia masih berpikir untuk pergi dengan Jeongin atau Jisung. Jika dengan Jisung sudah jelas di motel, tapi jika dengan Jeongin belum tentu mau Jeongin menjemput Seora ditempat jauh seperti ini.
"kok diem?"
"yaudah aku ikut kamu aja," ucap Seora final.
"sung kok jauh banget sih."
"diem, biar cepet sampenya."
"emang ngaruh ya?"
"..."
