Orang-orang merendahkannya. Stigma sudah melekat pada dirinya dan mungkin akan bertahan sampai entah kapan. Atensi tersorot pada personanya. Dan dia hidup dengan itu.
Para manusia online berbicara,
"Wajar saja jika dia direndahkan, karena dia melakukan hal yang tabu."
Tidak ada yang wajar atas "penghakiman" yang diujarkan secara pribadi. Memang wajar, atau kamu menginginkan itu menjadi sesuatu yang wajar?
"Kalau jadi dia, saya tidak akan sedih."
Kamu bukan dia. Tidak semua orang sekuat dirimu.
"Dia pantas mendapatkannya, karena... dia salah."
Apa itulah konsep dunia ini? Siapa pun bebas menghujat sedemikian rupa kepada orang yang salah? Apakah selalu salah ketika menjadi salah? Mengingatkan dan menghakimi adalah dua hal yang berbeda.
Biarlah kita kesal. Cukuplah kita tidak suka. Ada batas di mana kita tidak perlu mencampuri suatu hal. At least, kita tidak perlu menambah dosa karena menyentil hati orang lain.
E.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teriakan Aksara Rasa
PoésieSebatas rasa dan kata yang memberontak, lalu bebas. Sc : Pinterest. #23Puisi 7-07-2018 #1Sastra 27-07-2018 #1Words 19-08-2018 #1Bebas 24-11-2018 #2Diksi 24-11-2018 #4Words 24-11-2018 #1Kontemplasi 17-07-2019
