Kamu Akan Sampai

139 11 0
                                        

Kamu―kita, merasa tertinggal.

Kamu―kita, merasa lamban.

Ketika kamu diam merenung sebelum tidur, ketika kamu di kamar mandi, ketika kamu berada dalam keramaian, memperhatikan kesibukan orang-orang, tiba-tiba tebersit pikiran, apa saja yang sudah aku lakukan selama ini?

Sudah lama kamu hidup di dunia, lebih dari 17 tahun, pikiran-pikiran itu mulai merangkak di otakmu. Terlebih ketika melihat berita, artikel, apa pun, dengan judul yang terpampang, "Gadis Ini Lulus Kedokteran Saat Usia 17 Tahun", "Pria Ini Menjadi Doktor Termuda", "Anak Seorang Tukang Becak Berhasil Melanjutkan S3 di Inggris", dan masih banyak lagi, membuatmu semakin merasa tidak cepat. Sampai usia sekarang pun aku belum mencapai apa-apa.

Pikiranmu seperti bercabang. Semua yang indra kamu rasakan, membawa kamu ke cabang-cabang yang bahkan kamu tidak tahu sejak kapan itu tumbuh. Kenapa aku tidak memikirkannya dari dulu? Kamu mulai menyadari bahwa kamu tidak memiliki banyak teman dan koneksi. Kamu sedikit menyesal mengapa kamu tidak terlalu aktif di sekolah dan enggan mengikuti organisasi. Rasanya dunia ini sangat luas, dan manusia begitu banyak, lalu kamu bertanya-tanya, apa aku harus bersaing dengan begitu banyak orang? Apa aku... bisa?

Dengan situasi di dalam dirimu yang sedang terguncang, teman-temanmu mulai melangkah maju beberapa langkah darimu, kini ketertinggalan itu begitu dekat.

Biar aku bisikkan kepadamu, tidak apa untuk menjadi lamban. Tidak apa untuk tidak berlari terlalu kencang.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama. Tinggal bagaimana cara kamu memanfaatkan kesempatan itu.

Ketika ada perlombaan lari, para peserta memulai dari start yang sama, tapi waktu mereka sampai di finish berbeda. Itu semua bergantung pada proses yang mereka jalankan, bagaimana mereka berlatih, mengatur pernapasan, teknik mereka berlari, dan mental mereka untuk menjadi pemenang.

Lalu kamu merasa gagal. Sampai kapan? Aku sudah berusaha, tapi mengapa belum juga?

Tekankan kepada dirimu bahwa kamu memiliki waktu terbaikmu. Nanti, kamu pasti akan bertemu orang-orang baru. Saling menemukan. Kamu menemukan mereka, mereka menemukanmu. Mungkin saja Allah sedang mengatur itu. Seperti saat ini, kamu mungkin memiliki teman-teman yang berharga, dan cobalah berpikir jika dulu kamu memilih jalan lain, mungkin kamu tidak akan bertemu dengan mereka.

Mungkin saja kelambananmu ini akan mengantarkan kamu kepada pertemuan yang luar biasa, yang akan menggiring kamu kepada orang-orang yang memang seharusnya kamu temui, dan itu tidak akan terjadi jika kamu berhasil sekarang. Dan kamu akan bersyukur akan hal itu.

Kamu jenuh, kamu lelah, kamu takut, kamu menangis. Beban itu sangat berat, bukan?

It's not your fault.

Untuk kamu yang sedang berjuang, terima kasih karena sudah sama-sama bertahan. Berjuanglah untuk mimpimu, lalu berdoalah untuk ketenangan hatimu. Banyak ribuan bahkan jutaan orang yang sedang berjuang seperti kamu. Maka dari itu, janganlah merasa sendiri lagi. You're gonna make it.

Ini adalah kalimat klise, tapi aku ingin mengatakan, jangan menyerah,

untuk kamu yang akan bersama mimpimu di masa depan.

E.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 30, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Teriakan Aksara RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang