Hapjeong-dong, Mapo-gu, Seoul, 2008
Pemuda tampan yang baru keluar dari toko buku setelah membeli perlengkapan belajar privatnya itu meminta bodyguard-nya untuk membantunya menyeberang. Padahal ada rambu khusus untuk pejalan kaki yang takkan membuatnya kesulitan untuk menyeberang. Namun pemuda itu terlalu takut berada di tengah keramaian penuh sesak para pejalan kaki yang bersiap menyeberang. Sang bodyguard dengan senang hati menggenggam tangannya agar sang tuan muda kesayangannya itu tetap aman bersamanya. Hingga saat rambu pejalan berubah menjadi hijau, pria berpakaian serba hitam itu segera menarik tangan tuan mudanya untuk menyeberang. Merangkul tubuh remaja itu agar tetap aman dari senggolan para pejalan kaki.
Sampai di seberang, pemuda tampan itu bernafas lega dan tersenyum lebar ke arah bodyguard-nya lalu mengucapkan terimakasih. Pria berusia 35 tahun tersebut tersenyum lembut dan mengangguk. Senang sekali bisa ditugaskan untuk menjaga putera bungsu dari tuan besarnya, Saudagar Kim. Pemuda pendiam yang rendah hati, polos, dermawan dan ramah. Selalu memperlakukan para pekerja di rumah selayaknya sahabat. Dia tak memiliki seorang pun teman sebaya yang bisa dijadikan sahabat olehnya. Lebih tepatnya, sang ayah melarangnya hidup berbaur dengan masyarakat luar. Bahkan dia sama sekali tidak bisa merasakan bagaimana menyenangkannya berangkat dan pulang sekolah mengenakan seragam. Belajar dan bermain di sekolah hingga menghabiskan waktu bersama teman-teman sampai sore seperti remaja lain pada umumnya.
Dia Kim Hanbin.
Memiliki masa muda yang bisa dikatakan tak normal. Dia selalu disembunyikan dan disimpan layaknya sebuah harta terpendam. Sementara kakaknya bebas bersekolah dan memiliki banyak teman di luar. Itulah kenapa pemuda ini begitu penakut saat berada di luar mansion keluarganya. Karena dia tidak pernah terbiasa dengan keramaian lingkungan urban itu. Namun hari ini dia mendapat kesempatan untuk pergi keluar mansion, ditemani bodyguard-nya tentu saja. Karena minggu lalu dia sempat demam tinggi hingga membuat semua penghuni mansion panic. Orangtuanya berkali-kali menawarkan banyak hal agar dia semangat untuk sembuh kembali. Namun, pemuda itu menolak semua tawaran berupa mobil sport, rumah megah, motor Harley Davidson yang sangat disukainya, villa di Buam-dong dan barang-barang mewah lainnya. Yang dia inginkan hanya satu.
Merasakan suasana di luar mansion dan bertemu banyak orang di jalanan.
Dan tentu saja tak ada pilihan lain selain memenuhi permintaannya meskipun harus melewati perdebatan sengit antara sang tuan besar dan nyonya besar itu. Salahkan saja Jiwon, sang kakak yang selalu menceritakan betapa menyenangkannya dunia di luar mansion mereka kepada Hanbin setiap malam. Dan Hanbin selalu antusias jika Jiwon menceritakan kegiatannya di luar mansion, sekolah, berkumpul bersama teman, menggoda para gadis yang lewat, bermain game bersama, mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan, dan memakan apapun yang diinginkan. Itu dulu saat Jiwon masih sekolah di Senior High School, sekarang si sulung itu cukup jarang menceritakan banyak hal soal dunia luar pada Hanbin, karena dia tahu akan berefek buruk bagi adiknya itu, lagipula dia begitu kasihan saat melihat raut binar sekaligus sedih di wajah Hanbin setiap dirinya menceritakan tentang hari-harinya yang menyenangkan bersama sahabatnya.
Dan Hanbin hari ini sangat bahagia karena akhirnya bisa merasakan hiruk pikuk dunia di luar mansion yang baginya sangat penuh kesibukan itu. Tidak percuma dia jatuh demam karena keinginannya selama bertahun-tahun itu akhirnya bisa terwujud. Dan hari ini dia ingin menghabiskan waktu dengan hal menyenangkan sebelum kembali ke mansion. Membeli jajanan yang belum pernah dicobanya, misalnya. Dan berbagi bersama Paman Im kesayangannya lalu menikmatinya bersama. Seperti yang selalu diceritakan Jiwon dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Yours, Master
FanfictionSehitam apapun pekatnya malam yang membuat matamu seolah-olah buta, Kim Jinhwan tetap akan bisa ditemukan oleh pemiliknya, bahkan dengan cara paling mengerikan pun. Karena takdirnya adalah hidup diantara gelapnya dunia Sang Pemilik, melayani dan men...
