[ A/N ] :
Hai hai long time no see
Maaf karena lama bgt gk update. Karena dri dua bulan lalu aku udh mulai masuk kerja lg jd gk banyak waktu bwt nyempetin nulis. Meskipun ada, seringnya otak bener2 buntu huhu maaf :'' padahal udh sering nyalain laptop bwt lanjut nulis tp ujung2nya malah bengong sendiri. semoga kalian bisa memaafkan org gk kompeten ini bow
Dan utk chapter ini, lagi2 aku mau minta maaf karena gk ada banyak momen BinHwan nya, disini mau fokus dlu k COF-14 yg d chapter sebelumnya disebutkan oleh Hanbin. Semoga kalian gk jenuh. Dan maaf ini dikit bgt :""
Kali ini update nya siang karena nnti sore smp malam mau ada sukuran bwt ponakan baruku, jd nnti gk bkl bisa maen laptop.
Oke guys, selamat membaca. Jangan lupa vote dank omen [kritik, dukungan dan saran]
Terimakasiih ^^ bow
***
Nam Taehyun berjalan masuk ke ruang farmasi di lantai bawah, berjalan melewati lemari-lemari yang di dalamnya terdapat berbagai jenis obat dengan label nama pada masing-masing tempat. Pria berbadan ramping itu terus berjalan lebih dalam hingga akhirnya tiba di lemari paling ujung, berdiri dan berjongkok, menyentuh lantai berwarna hitam di depannya dan mencari-cari sesuatu. Sebuah gagang yang menempel pada dinding berukuran kecil ditarik olehnya ke arah samping hingga akhirnya lantai sepetak itu bergeser dengan menimbulkan bunyi gesekan juga decitan. Di bawah sana yang sudah tak tertutup lantai, ada sebuah ruang kosong nan gelap yang memiliki undakan anak tangga sempit berwarna abu kelam. Turun ke bawah setelah menutup kembali lantai yang merupakan sebuah pintu rahasia tersebut, Taehyun menyalakan senter yang baru saja dikeluarkan dari saku jasnya untuk memberi penerangan di lorong gelap itu. Satu persatu anak tangga dilewati pria berbadan ramping tersebut di tengah pencahayaan minim sebuah senter hingga setelah masuk lebih dalam dan anak tangga terakhir telah terlewati, lorong di depan sudah tidak segelap gulita sebelumnya. Ada lampu dengan pencahayaan redup yang membuat lorong bawah tanah tersebut terlihat sedikit lebih jelas, memiliki dinding berwarna abu yang polos, tidak ada yang lain lagi.
Taehyun terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan sebuah pintu baja berwarna abu. Di samping pintu ada monitor kecil yang merupakan acces door untuk membuka kunci pada pintu, namun Taehyun tidak melakukan sensor sidik jari ataupun wajah yang sebenarnya bisa membuka akses pintu tersebut. Sebaliknya dia memilih untuk menekan bel, karena seseorang di dalam sana sangat tidak suka jika seseorang masuk tanpa dia izinkan terlebih dahulu, sekali pun itu Hanbin. Perlu waktu yang cukup lama hingga sebuah suara terdengar dari voice recorder di samping pintu. Sebuah suara nyaring yang terdengar gusar terdengar.
"Siapa itu?? Apa kau datang karena sebuah kepentingan?? Jika tidak penting, kembalilah!"
Taehyun hendak maju untuk merekam suaranya, namun dia terkejut saat mendengar suara ledakan kecil dari dalam. Teriakan pria di dalam terdengar begitu nyaring hingga menyakitkan telinga.
"Astaga! Keparat, keparat! Bagaimana bisa ini meledak?? Bukankah formulanya sudah benar?? Sialan!"
Kedua alis Taehyun terangkat lalu dia hanya tersenyum geli menanggapinya. Keributan semacam itu sudah terlalu terbiasa terjadi, dia tidak heran lagi.
"Kau yang di luar! Masuklah! Bisakah bantu aku untuk membersihkan kekacauan ini??"
Kepala Taehyun menggeleng. Dia pun segera meletakan telapak tangan pada monitor sensor sidik jari, hanya dalam dua detik suara kunci yang terbuka pun terdengar. Taehyun berjalan ke arah pintu dan mendorongnya, kemudian masuk ke dalam ruangan dan menutup kembali pintu di belakangnya. Disana dia dihadapkan dengan ruangan dengan cat berwarna putih, ada lemari baja berwarna abu yang loker-lokernya berderet sepanjang dinding di kedua sisi. Ruangan itu tampak begitu bersih, rapi dan terawat. Taehyun berjalan melewati lemari baja tersebut menuju sebuah pintu baja berwarna abu lain. Dia kembali menekan bel dan tak menunggu waktu lama untuk mendapat perintah masuk yang lebih nyaring dari sebelumnya. Pria itu pun mendorong pintu setelah membuka kunci sensor sidik jari, masuk dan mendapati ruangan yang selalu bersinar dengan lampu-lampu aneh warna-warni tampak penuh dengan kekacauan. Pecahan-pecahan kaca di lantai, cairan-cairan dengan warna berbeda berceceran di lantai juga meja praktek, ditambah dengan penggaruk punggung juga celana dalam yang sudah tercampur dengan cairan-cairan berformula di lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Yours, Master
FanfictionSehitam apapun pekatnya malam yang membuat matamu seolah-olah buta, Kim Jinhwan tetap akan bisa ditemukan oleh pemiliknya, bahkan dengan cara paling mengerikan pun. Karena takdirnya adalah hidup diantara gelapnya dunia Sang Pemilik, melayani dan men...
