Catatan : Jadi muze ini udh nyari rute mobil dari Seoul ke Gyeonggi-do di google, katanya gk ada rute mobil dari Seoul ke Gyeonggi-do, adanya rute kereta. Tp ini menurut google, gk tau aslinya gmna disana karena muze blm pernah kesana wkwk, barangkali ada yg tau kasih tau aja ya. Jd untuk mempermudah alur cerita, jd disini kita adain aja rute mobil dri Seoul ke Gyeonggi-do. Aku jga gk yakin sih bener2 gk ada rute mobil, pasti ada kan ya, mungkin. Ini fiksi, jd jngn trllu dianggap serius.
Untuk kegiatan monitoring jaringan komputer yang akan dibahas di depan, tolong jangan mencoba meniru jika hanya digunakan untuk bermain-main. Ada baiknya monitoring digunakan utk hal yang baik. Sekian dan happy reading ^^
***
Hanbin tiba di mansion pada pukul dua dini hari, dia membawa tubuh Jinhwan yang tertidur setelah sesi bercinta mereka di mobil ke Queen's Room. Permainannya tanpa ampun hingga Jinhwan sempat pingsan karena sudah begitu kelelahan digempur tanpa henti olehnya. Sampai di kamar, Hanbin membaringkan tubuh ramping Jinhwan dengan lembut, melepas pakaiannya hingga tanpa bersisa satu pun dan menutupinya dengan selimut. Setelah melemparkan pakaian Jinhwan ke keranjang cucian, Hanbin meninggalkan kamar itu dan pergi ke ruang teater. Disana dia melepas kemeja hitam yang sedari tadi tidak dia kenakan dengan benar dan melemparnya ke sofa. Mengambil rokok di meja dan menjepit satu batang di bibirnya kemudian membakarnya dengan pemantik. Saat hendak duduk di sofa dia tak sengaja melihat bayangannya sendiri di cermin. Di tubuh bagian atas yang tak tertutupi miliknya hampir penuh dengan bekas hisapan dan gigitan oleh Jinhwan. Tanda-tanda yang ditinggalkan Jinhwan di malam sebelumnya bahkan belum hilang, sekarang sudah ditambah dengan yang baru. Bibir ranum yang sedikit terluka karena gigitan ganas Jinhwan di mobil tadi pun memekar, membentuk sebuah senyuman.
Pria itu menyesap rokoknya dan duduk di sofa setelah memutar sebuah lagu klasik dari piringan hitam. Kepalanya dia jatuhkan pada sandaran sofa sambil memejamkan mata. Beberapa hal rumit belakangan ini selalu datang padanya hingga membuat kepalanya terasa berdenyut. Dia hanya bisa mencari penghiburan dengan menghabiskan waktu bersama Jinhwan dan bercinta dengannya. Meskipun bersama Jinhwan, perasaan rumit yang datang dari masa lalu akan selalu membayanginya. Jadi yang bisa dia lakukan untuk melepas semua perasaan itu hanya dengan menggempur tubuh Jinhwan hingga pemuda itu tak sadarkan diri karena kelelahan.
Tiba-tiba ponsel di dalam saku celana Hanbin bergetar. Dia mengecek ponselnya dan mendapati sebuah e-mail telah masuk. Tanpa menunggu lama Hanbin membuka e-mail yang dikirim oleh Chanwoo itu. "Apa anak itu lembur lagi?" Gumamnya kemudian menyesap rokok sebentar.
E-mail yang dikirim oleh Chanwoo merupakan sebuah file yang berisi daftar nama orang-orang penting. Itu adalah sebuah daftar tamu untuk sebuah pesta ulang tahun seorang komisaris dari perusahaan perhotelan besar di Seoul, Mr. Jo Inha, pendiri Younha Group. Hanbin menemukan namanya disana, juga nama Jiwon dan Kang Seungyoon, seseorang yang sedang ingin dia urus. Keningnya sedikit mengerut, seingatnya dia tidak mendapat laporan jadwal menghadiri acara ulang tahun dari asistennya. Jadi pria itu segera mencari kontak Chanwoo di ponsel lalu meneleponnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Yours, Master
FanfictionSehitam apapun pekatnya malam yang membuat matamu seolah-olah buta, Kim Jinhwan tetap akan bisa ditemukan oleh pemiliknya, bahkan dengan cara paling mengerikan pun. Karena takdirnya adalah hidup diantara gelapnya dunia Sang Pemilik, melayani dan men...
