Twenty-eight : Nightmare

1.4K 111 44
                                        

Annyeong semuanyaa...!! Maaf lama bgt gk update 😭🙏🏻

Sebenernya ini draft nya udh dibikin dr bbrpa bulan lalu, cm baru bisa kuberesin hari ini. Lama bgt ya update nya, gk enak bgt aku 🤧

Aku usahain bgt bwt nyelesein semua book punyaku. Semoga kalian gk bosen sm cerita ini dan ttp mau ngikutin 🥺

Agak bikin emosi disini, jd maaf ya. Yg penting kita bisa ketemu Master and his little boy ❤

Sorry for typo, happy reading!

***

Hari persidangan terkait kasus kejahatan yang dilakukan oleh Jeon enam tahun lalu telah dilaksanakan. Dengan mengikuti perintah Hanbin, pria itu membeberkan orang-orang yang terlibat dalam sayembara jual-beli manusia itu. Nama Kang Seungyoon yang dimunculkan menimbulkan kegemparan dari banyak pihak. Para jurnalis sudah siap menaikan berita tentang keterlibatan Kang Seungyoon dalam transaksi jual-beli manusia itu. Status Jeon yang awalnya terdakwa berganti jadi saksi.

Setelah dua hari, sidang kedua dilaksanakan. Awalnya sidang itu akan menghadirkan Kang Seungyoon sebagai tersangka. Namun sesuai perhitungan Hanbin, pria itu bertindak seolah-olah dia adalah saksi. Dengan ceroboh dia mengangkat nama Hanbin sebagai orang yang telah terlibat dalam melakukan transaksi illegal. Kecerobohannya itu membuat dirinya terjebak karena pihak Hanbin melakukan pembelaan dengan beralasan bahwa dia hanya datang menyelamatkan seorang kenalan yang menjadi item di pelelangan illegalnya. Dan karena itu pula seseorang akhirnya dimunculkan sebagai saksi dari tindakan illegal Kang Seungyoon dalam mengelola kasinonya, yaitu melakukan transaksi illegal dengan melelang banyak barang berharga yang dilindungi, termasuk juga transaksi jual beli manusia. Itu adalah orang kepercayaan Hanbin yang dikirim untuk mengikuti setiap hal yang terjadi di kasino. Dan tepat satu minggu sebelum sidang ini dilaksanakan, Kang Seungyoon membuka lagi pelelangan barang-barang antik di dunia. Dan setelah beberapa bulan akhirnya dia melakukan pelelangan manusia. Laporan saksi dibeberkan begitu rinci tanpa meninggalkan detail sedikit pun.

Kang Seungyoon meraung marah di persidangan. Dia mengarahkan telunjuknya pada Chanwoo yang menjadi perwakilan Hanbin. Melontarkan sumpah serapah yang menyakitkan telinga. Hanbin menonton siaran langsung persidangan itu dari ruang teater bersama Jinhwan juga Jiwon. Awalnya dia menikmati pertunjukan yang dia anggap begitu menghibur itu. Namun kalimat-kalimat berikutnya dari Kang Seungyoon yang sengaja menghadapkan wajahnya ke kamera membuat raut wajah Hanbin berubah.

“Kau dengar aku, Kim Hanbin? Kau tahu sendiri bahwa ayahmu begitu ingin menghancurkanmu, bukan? Lelaki kecil itu, aku dan ayahmu begitu menggilainya. Dia begitu bagus jika dijual dan akan begitu menguntungkan bagi kami. Namun, bukan itu sebenarnya yang ayahmu inginkan.”

Suara tawa yang jahat terdengar memenuhi ruang teater dan ruang sidang disana.

“Dia, pria yang kau sebut-sebut sebagai ayah itu hanya ingin menghancurkanmu dengan cara perlahan. Membuatmu menderita dari waktu ke waktu. Merenggut apapun yang berharga bagimu. Langkah awalnya, dia berhasil merenggut calon pengantinmu dari hidupmu. Lalu membunuh ibumu. Dan kau... Akhirnya disadarkan bahwa ayahmu tidak pernah mencintaimu. Dia membencimu, Kim Hanbin! Dia sangat membencimu dan ingin menghancurkanmu!”

Gelas anggur di tangan Hanbin pecah oleh tangannya. Kedua tangannya meremas rambutnya dengan kasar, Jinhwan dan Jiwon panik melihatnya.

“Hentikan, brengsek! Enyah kau, iblis! Kalian iblis! Enyah dariku!” Hanbin meraung di ruang teater, melempari layar besar di depannya dengan botol dan gelas. 

“Hanbin, hentikan!”

Jiwon menahan Hanbin yang mengamuk dengan susah payah. Sementara Jinhwan yang hendak membantunya didorong oleh Jiwon.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 23, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

I'm Yours, Master Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang