luka di lengan kiriku belum lagi mengering, namun rasa nyeri kini ikut bersarang dipunggungku. Jungkook masih terbaring di sofa dengan sekotak susu pisang yang tadi kubeli di toko kelontong. Kuusap luka gores diwajahnya yang masih basah dengan selembut mungkin, meminimalisir ia akan terbangun. Baru tadi pagi ia mendapatkan luka itu dari tangan seorang monster yang berbagi darah dengan kami. Dan memar dipunggungku tak elaknya akibat aku yang berusaha untuk menghentikan monster itu terus bersikap kasar pada Jungkook.kuraih botol-botol alkohol yang berserakan didepan teve. Baunya sungguh menyengat, dan aku tidak ingin Jungkook ikut mengendus bau biadab yang menguar itu. Begitu merapihkan rumah dari segala kekacauan yang tiada habisnya, kuraih foto mendiang ibu yang terpantri rapi di atas nakas. Kuusap gambar wajahnya dengan ujung seragamku dengan sangat hati-hati. Dan tanpa aku sadari, air mata sudah menganak sungai di kedua pipiku.
Bunyi dentuman pintu yang dibanting keras tiba-tiba terdengar, segera kusembunyikan figura ibu di balik tubuh kurusku. Monster itu tidak suka jika aku dan Jungkook berada disekitarnya, karena baginya kami berdua adalah mala petaka yang membawa pergi wanita yang dicintainya.
Tubuhku bergetar ketika ia sudah berdiri dihadapanku dan menarik lenganku paksa. Figura yang ku genggam erat terlempar dan pecah tepat dihadapannya. Sontak rahangnya mengeras, sejurus kemudian tamparan keras mendarat di pipi kananku, membuat tubuh kurusku jatuh terhempas.
"Berani-beraninya kau!!" Erangnya marah. Ia mulai mengamuk dan melempar semua barang yang ada didekatnya. Didorongnya lemari nakas dengan keras dan berhasil menimpa kedua kakiku. Aku menjerit dengan keras hingga membangunkan Jungkook yang sekonyong-konyong menghampiriku dengan wajah panik.
Seiring dengan rasa nyeri yang menjalar di kedua kakiku, kesadaranku terenggut paksa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Attention || Seulmin
FanfictionA [ Kang Seulgi × Park Jimin] story. Bagi Seulgi, berlari adalah sebagian dari masa kecilnya, hidupnya. Ia suka ketika dentuman keras suara senapan untuk memulai pertandingan terdengar. Ia suka ketika kaki-kaki kecilnya perpacu di lintasan. Dan yan...