Umji tidak sanggup lagi untuk menatap sosok menjulang didepannya.
Jarak mereka sangatlah dekat. Umji bahkan bisa merasakan hembusan nafas yang kasar itu.
"Cepat ulangi apa yang baru saja kau katakan!" Umji semakin gemetar karena Guanlin semakin menatapnya tajam.
Air mata kini jatuh lagi dari kelopak mata umji. Ia sangat takut untuk membalas tatapan pemilik mata hazel itu.
Guanlin lalu memajukan wajahnya kearah wajah Umji yang sedang menangis.
Cup
Umji terkejut karena Guanlin mengecup kedua matanya secara bergantian dan bahkan Guanlin menjilat air matanya.
Umji semakin gugup dengan perlakuan Guanlin. "Kenapa kau menangis cantik?" Tanya Guanlin pelan namun masih datar.
"Maaf karena aku sudah lancang menyukaimu!aku.. kesini untuk mengucapkan salam perpisahan kepadamu!"ujar Umji hendak beranjak namun tangannya ditahan.
"Siapa yang mengizinkanmu pergi?"
Umji terdiam sesaat. Ia merasa jantungnya akan segera meledak kali ini.
"Mulai sekarang kau adalah wanitaku!dan kau milikku!"ujar Guanlin yang membuat Umji terkejut.
Plak
Sebuah tamparan halus mendarat di wajah mulus milik Guanlin. "Bagimu aku wanita seperti apa?aku bukanlah seorang jalang yang dapat kau jadikan pelampiasan saat kau sedang bosan!"ujar Umji dengan kesal.
Guanlin lalu tersenyum miring. "Kau tahu?saat ini aku sedang menyukai seorang gadis.."
Degg
sesak.. itulah yang dirasakan Umji saat Guanlin mengaku bahwa ia menyukai wanita lain.
Umji sadar. Tidak seharusnya ia jatuh cinta dengan laki-laki yang lebih muda darinya namun ia juga tidak bisa menyalahkan takdir.
"Apa kau tahu siapa gadis itu?"tanya Guanlin. Umji hanya diam cukup sudah ia tidak ingin mendengar kalimat yang membuatnya sakit hati lagi.
Guanlin lalu berbisik ditelinga kanan Umji. "Gadis itu yang sekarang berada di depanku!dialah gadis yang lebih tua dariku!"
Umji terkejut mendengar pengakuan itu.kini ia tidak mampu berkata apa-apa.
Umji terisak hebat. Guanlin lalu menarik tubuh Umji dan mendekapnya erat membiarkan Umji menangis di pelukannya.
"Jangan menangis lagi chagi!"ujar Guanlin lembut.
Umji lalu mendongak untuk menatap wajah Guanlin yang masih datar. Ia terkejut karena ia merasakan sesuatu yang lembut lembab kini menempel di bibirnya.
Guanlin melumat bibir Umji dengan lembut. Umji menikmatinya ia lalu mengalungkan tangannya ke leher Guanlin.
Namun lama kelamaan Umji sadar ini masih diwilayah sekolah. Ia lalu melepaskan pangutan Guanlin dibibirnya.
Guanlin lalu menaikan satu alisnya. Umji langsung mengerti maksud dari Guanlin.
"Kita masih berada di wilayah sekolah!ku harap kau mengerti!"ujar Umji berusaha memberikan pengertian.
"Ckck!" Guanlin berdecak kesal. Ia langsung menarik tubuh Umji dan menggendongnya dengan paksa ala bridal style
Umji kaget karena Tiba-tiba Guanlin mengangkat tubuhnya. "Lepaskan aku !"Umji berusaha untuk berontak.
"Lepas hmmphh!"
Belum selesai Umji meneruskan perkataannya Guanlin sudah membungkam bibir Umji dengan bibirnya.
"Diamlah!"ujar Guanlin singkat namun penuh interogasi.umji kembali ingat dengan peristiwa ketika Guanlin membawanya kabur dari Jinyoung.
Umji pasrah mengalungkan tangannya dileher Guanlin. Karena Guanlin mengangkatnya tanpa beban.
Aksi Guanlin yang menggendong Umji membuat heboh 1 sekolah. Wajah Umji memerah karena malu.
"Wahh itu Umji eoni dan pangeran sekolah kita!"
"Aigo Mereka sangat romantis!"
"Aku iri melihat mereka!"
Dan berbagai macam perkataan lainnya. Namun ada kedua pasang mata yang melihat mereka dengan datar.
"Jadi namja yang kau sukai adalah anak itu?"batin Jinyoung menatap Umji dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
"Bae Jinyoung!jangan melamun! apakah kau iri dengan keromantisan mereka?"Goda Samuel pada Sahabatnya. Ia tidak mengetahui bahwa sahabat nya itu sedang patah hati.
............
"Guanlin.. apa kau marah dengan ku?"tanya Umji. Saat ini mereka sedang berada di apartemen milik Guanlin.
Guanlin hanya diam tidak berkata apapun."aku mau pulang!"ujar Umji bangkit dari duduknya.
Namun baru saja Umji bangun dari duduknya. Guanlin kembali menarik tangannya sehingga Umji jatuh di pangkuan Guanlin.
Wajah Umji memerah. Posisi mereka kini intim. Umji berusaha untuk bangkit namun ditahan oleh Guanlin.
"Tetaplah seperti ini!"bisik Guanlin. Lalu ia mulai menciumi leher Umji.
"Kau membuatku geli!"ujar umji. Wajahnya kini sudah matang seperti tomat. Umji lalu pasrah menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Guanlin.
"Aku tidak pernah menyangka yeoja cerewet seperti mu akan menyukaiku!"ujar Guanlin sambil mengusap rambut Umji dengan lembut.
"Aku juga tidak menyangka akan jatuh cinta dengan bocah ingusan seperti mu!"balas Umji.
"Kau bilang aku bocah?apa harus kutunjukan padamu bagaimana sikapku yang sebenarnya?"
Umji Sadar ia salah bicara. Mengingat Guanlin sudah berapa kali menciumnya membuat Umji takut.
"A.. aku.. hanya bercanda!"ujar Umji gugup.
Guanlin tersenyum melihat wajah gugup gadisnya. Ini lah yang membuat Guanlin suka dengan gadis itu.
Polos lucu dan apa adanya..
Selamat membaca 😉😉😉😉
