Kasih VOTE 🌟🌟dulu donk... BONUS Comment apalagi...
Almira Freddie
Tiga orang lelaki berpakaian preman berdiri di halaman depan dengan paras menyeringai, salah satunya memegangi tangan Rio yang menggeliat-geliat minta dilepas. Aku mengintip mereka dari balik punggung Han dan Nouvie. Tidak salah lagi, itu Darman-mantan suami Nouvie sekaligus ayah tiri Rio yang sudah tidak pulang empat tahun karena berstatus narapidana.
"Apa kabar, Sayang?" sapanya pada Nouvie. Wajahnya yang semakin jelek dan berantakan itu tidak manampakkan perubahan apa pun setelah keluar dari penjara. "Lama nggak ketemu."
Nouvie berdiri kaku ketika melihat orang yang paling dibencinya itu datang kembali dengan membawa ancaman terbesar dalam hidupnya. Ia seolah tahu apa yang selanjutnya akan terjadi setelah ini. Nouvie bahkan tak tahu harus bicara apa pada laki-laki itu, dia yang kembali dengan perilaku semakin brutal dan kejam.
"Kenapa kamu diam, Sayang? Kamu terkejut? Rindu sama aku?"
"Seharusnya kamu masih di penjara."
Darman tertawa. "Kita tinggal di Negara yang punya jumlah remisi banyak, tentu aku senang bisa kembali ke kamu." Nouvie mengepalkan tangannya kuat mendengar itu. "Selama tiga tahun terakhir kamu udah ngga pernah lagi datang mengunjungiku di penjara, Vie. Apa kamu ngga mencintaiku lagi?"
Han berbisik padaku dan bertanya, "Siapa orang itu?"
"Darman. Mantan suami Nouvie, kami pikir dia masih dipenjara. Aku bisa mencium aroma kekacauan di sini."
"Tetap di belakangku, Almira. Orang ini kayanya nekat banget." Han berdiri di depanku, menutupiku dengan sikap siaga.
"Lepasin Rio, jangan sakiti dia!" Suara Nouvie terdengar lantang sebagai pengalih dari sikap memohon.
"Kemari, dong, Sayang. Nanti aku lepasin anak tersayangmu ini. Ikutlah denganku dan kita tinggal bersama lagi."
"Jangan mimpi kamu, Berengsek! Aku nggak akan pernah mau menuruti keinginanmu lagi. Aku sudah sangat tenang hidup selama empat tahun ini tanpa laki-laki berengsek kaya kamu. Tolong, jangan ganggu hidupku lagi."
Ini sudah tidak bisa dibiarkan kupikir. Dengan cepat aku mundur dan kembali ke dalam dapur, mengambil senapan yang tadi kugantung di balik pintu. Aku pun mengambil posisi semula, di balik punggung Han. Senapan kupersiapkan-berjaga-jaga kalau saja mereka melakukan hal yang semena-mena.
Menyadari kesigapanku yang terlalu nekat dengan senjata api, Han menoleh ke belakang. "Kamu mau apa, Almira?" bisiknya. "Jangan nekat!"
"Aku cuma berjaga-jaga, mereka bisa saja berbuat hal yang lebih jahat dari ini."
"Aku bilang lepasin Rio!" Suara Nouvie memecah ketegangan.
Bukannya Darman mengalah, ia malah membawa Rio mendekati Nouvie lantas bertukar posisi, tanganya cepat sekali memegang tubuh Nouvie dengan keras sampai teriakan Nouvie terdengar perih. Rio hampir tersungkur, untung saja Han dengan cepat menangkapnya. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, laki-laki berengsek itu sudah sangat keterlaluan.
"Lepasin Nouvie sekarang juga, Darman!" teriakku sambil menodongkan senapan ke arahnya. Kupegang senapan itu kuat-kuat, tanganku mantap tak kubiarkan gemetar. Mataku serius mencari sasaran, mungkin aku bisa menembak kepalanya terlebih dahulu. Kukokang senapan dengan tangguh. "Lepaskan dia atau kepalamu kujadikan sasaran!"
"Hai, Adik Ipar? Kamu kelihatan makin cantik aja, pasti baby sitter-mu ini yang sudah membuatmu jadi secantik itu, hah?" kudengar tawanya menerawangi telingaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LADY HAMMER
AcciónACTION, THRILLER, ROMANCE Arjuna Shander, seorang agen rahasia yang ditugaskan khusus untuk mencari barang bukti kasus pembunuhan seorang Pejabat Menteri bidang Kemaritiman 6 tahun lalu yg mungkin disimpan oleh mantan atlet downhill bike bernama Alm...
