Prolog

8.6K 958 223
                                        

Orang bijak bilang, kekuatan seseorang itu bukan hanya dari otot dan otak. Meski keduanya menjadi bahan dasar utama, tapi sepertinya hal itu menjadi bumbu penyedap saja bagiku. Karena kekuatanku yang sebenarnya ada pada wajah. Charming face. Bukan sejenis charming seperti yang ada di novel-novel chiklit bertemakan para CEO tampan. Ini lebih kepada, kredibilitas wajah untuk memanipulasi lawan.

Baiklah, aku jelaskan sebelumnya mengenai sistem kerja kami sebagai Secret Agent. Sebagaimana badan rahasia pada umumnya, hanya saja kami berdiri di bawah Badan Intelejen negara, yang didirikan khusus untuk menjalankan beberapa misi rahasia yang biasanya tidak bisa terjamah atau terealisasikan oleh Instansi Intelejen.

Tentunya, BIN bekerja dengan cara mereka, mencari informasi dengan penyamaran, diam-diam dan sembunyi, berbaur dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Namun, tidak dengan kami di Indonesia Secret Service (ISS), apa yang tidak bisa dilakukan instansi Negara tersebut, maka kami yang menangani. Masuk ke sela-sela kerusuhan atau peristiwa penting yang bersangkutan dengan agenda negara, mencuri informasi dari orang-orang yang sulit ditaklukan, menyusup ke markas-markas besar mafia atau musuh Negara, bahkan yang tidak kalah penting seperti yang kulakukan sekarang ini, dan sudah menjadi skill terkhususku, yaitu, menjadi pria perayu wanita.

Namaku Arjuna Shanders, dengan code name, Lion One. Bila umumnya seorang intel dianggap suka gonta-ganti pasangan dan tak pernah menetapkan hati, ya, secara implisit itu benar. Apalagi pria sepertiku yang bekerja melulu berhubungan dengan perempuan. Tidak ada yang membuat mereka tampak spesial di mataku, tidak pada penampilan, karakter, maupun kedudukan wanita. Terkadang, aku hanya merasa diriku terlalu berbahaya untuk dijadikan seseorang yang penting dalam kehidupan seseorang tersebut.

THE LADY HAMMER Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang