•07•

170 13 0
                                    

Malam pukul setengah 12. Banyak trainee yang sudah tertidur pulas. Tapi beberapa trainee ada yang masih bangun.

"Besok pagi, pukul 6...langsung ke kantin ya..." ucap Seobin kepada Jungmo yang masih duduk di ranjang sebrang nya.

(Posisi ranjang di ff ini sesuai dengan ranjang di asrama Training Center Mnet.)

"Olahraga pagi mulai pukul 7, sarapan di mulai pukul 8...pastikan semua siap jam 6 besok." Tambah Seobin.

"Pasti akan sesuai rencana." Balas Jungmo sambil membaca novel nya.

Seseorang yang berada di ranjang bawah (satu tingkat dengan Seobin) mengetuk pinggiran ranjang nya.

"Kalian mau melakukan nya dengan siapa saja??" Tanya Baekjin.

Pertanyaan Baekjin membuat Seobin berpikir sebentar, ia melirik Jyunhao yang sudah pulas.

"Aku butuh 16 orang. 8 dri kelas X, 8 dri kelas F." Jawab Seobin bijak.

"Udah tau mau siapa aja??" Tanya Baekjin lagi.

"Belom tau."

Malam hari berlalu, pagi hari pukul 4. Beberapa trainee keluar dari kamar nya.

Seobin melihat sekitar, memberi kode pada Jungmo dan yang lain kalau keadaan diluar aman.

"Kita mau ngapain sih?" Tanya Jyunhao yang masih mengantuk sambil mengucek mata nya.

"Kita akan melaksanakan rencana yang sudah ter susun." Jawab Seobin.

"Kita kan libur...tidak ada guru yang datang." Jawab Jyunhao agak kesal.

Seobin, Baekjin dan Jungmo langsung menatap Jyunhao.
"Benar juga."

Mereka pun tidak jadi melakukan nya.

Karena libur, maka asrama menjadi tanggung jawab Wooseok dan Jinhyuk. Karena mereka lah yang dipilih untuk menjadi penanggung jawab disana.

Pagi pukul 7, banyak trainee yang masih tidur pulas. Beberapa pergi keluar asrama, termasuk Dongpyo dan Wooseok.

Mereka berdua pergi keluar untuk membeli sarapan.

Sambil menunggu makanan yang dipesan, Dongpyo pun memberi tau Wooseok tentang apa yang sempat ia pikirkan semalam.

"Hyung...aku pikir kurang efektif kalau 3 rencana kita laksanakan pada 3 hari berbeda." Ucap Dongpyo.

"Ya terus? Mau bagaimana??"
"Kita lakukan semuanya dalam satu hari."

Wooseok terdiam, dia terkejut akan keberanian Dongpyo.

"Malam sebelum masuk, kita atur semua nya." Tambah Dongpyo.

Wooseok tersenyum.
"Anak ini, pintar sekali." Puji Wooseok sambil mengacak-acak rambut Dongpyo.

"Aaa hyung!! Aku keramas dengan conditioner pagi ini...!!" Tegur Dongpyo sambil menyingkirkan tangan Wooseok.

Woosek tertawa kecil melihat reaksi Dongpyo. Tiba-tiba ada yang datang dan langsung memukul kepala Dongpyo dari belakang.

"Anak ini!! Kau menghabiskan conditioner ku lagi kan!?" Tanya Hyungjun.

"Sakit!" Balas Dongpyo sambil menyubit tangan Hyungjun.

"Kau sendirian, Hyungjun-a??" Tanya Wooseok.

"Tidak...ada pembantu ku." Hyungjun menunjuk ke arah Minkyu yang baru sampai.

"Kau ini, kenapa buru-buru sekali sih!?" Tanya Minkyu dengan nafas terengah.

"Aku ingin mengajak Dongpyo ke supermarket setelah ini, Woosek hyung kembali ke asrama bersama Minkyu hyung saja." Pinta Hyungjun.

"Kenapa harus aku??" Tanya Dongpyo dengan bibir yang dimaju-maju kan.

"Kau ganti conditioner ku." Jawab Hyungjun sambil menunjukkan botol conditioner nya.

Dongpyo langsung dengan malas menaruh kepala nya di atas meja.

Jinhyuk sedang melihat-lihat kantin yang kosong. Ia memeriksa setiap bagian kantin.

Di saat situasi tengah sunyi, tiba-tiba saja ada suara ketukan dari jendela kantin.

Perlahan ia berjalan mendekati jendela lalu melihat ke luar.

"Tidak ada orang..." ucap nya dengan nada heran. Ia membuka jendela nya, seekor kucing melompat masuk melalui jendela kantin.

"Eh!! Tunggu!" Jinhyuk menutup jendela dan langsung mengejar kucing itu.

Di luar, Jinwoo sedang membeli minuman di vending machine.

Baru ia ingin menekan tombol, terdengar suara Jinhyuk yang berteriak-teriak. Membuat Jinwoo menengok ke arah suara.

Ia melihat seekor kucing kecil yang berlari ke arah nya. Jinwoo pun berlutut lalu menangkap kucing kecil itu.

"Bagus! Kerja bagus Jinwoo..." puji Jinhyuk dengan nafas nya yang tidak beraturan.

Jinwoo melihat Jinhyuk, lalu melihat kucing yang digendong nya, lalu melihat ke Jinhyuk lagi.

"Kucing dari mana ini, hyung?" Tanya Jinwoo.

"Seperti nya kucing tetangga." Tebak Jinhyuk sambil berjalan mendekati Jinwoo lalu mengulurkan tangan untuk mengambil kucing itu dari Jinwoo.

Tapi kucing kecil itu langsung dengan brutal meng-cakar tangan Jinhyuk.

"Aa! Kucing sialan." Kesal Jinhyuk. Jinwoo melihat tangan hyung nya yang terluka karena cakaran itu.

"Aku yang akan membawa nya keluar." Ucap Jinwoo sambil berjalan menuju pintu utama asrama.

Dengan hati-hati Jinwoo menaruh kucing kecil itu di depan pintu.

"Ini bukan rumah mu...jangan buat Jinhyuk hyung marah lagi ya." Tegur Jinwoo kepada kucing kecil itu.

Wajah kucing itu memelas. Tapi untung nya pemilik kucing kecil itu langsung mengambil kucing nya kembali dan berterima kasih kepada Jinwoo.

Setelah selesai mengembalikan kucing tadi, Jinwoo mengobati luka Jinhyuk. Mereka berdua duduk di kantin.

Jinhyuk sesekali mengeluh kesakitan ketika Jinwoo memberi kan obat nya.

"Kau payah sekali hyung. Luka begini saja merengek sakit." Ejek Jinwoo namun dengan wajah polos.

"Ini perih..." balas Jinhyuk sambil menahan sakit nya. Namun Jinwoo tidak merespon karena fokus mengobati Jinhyuk.

"Ngomong-ngomong, kamu di kelas apa??" Tanya Jinhyuk, hanya untuk basa-basi.

"Aku di kelas B. Ku kira hyung memperhatikan nya ketika menyusun rencana kemarin." Jinwoo agak ragu kalau Jinhyuk tidak mengetahui kelas nya. Karena perwakilan kelas B yang bicara kemarin adalah Jinwoo, Geumryul dan LeeHwan.

"Aku tidak mengikuti pembicaraan kemarin." Alasan Jinhyuk.

"Bohong...kemarin kan yang mewakili kelas A dalam vidcall adalah hyung, Dongpyo hyung dan Wooseok hyung."
Jinhyuk langsung terdiam karena jawaban Jinwoo.

Setelah selesai menutupi luka Jinhyuk dengan perban, Jinwoo bergegas berdiri.

"Ga boleh sama anak kecil." Tegur Jinwoo yang kemudian meninggalkan Jinhyuk.

"Anak ini." Jinhyuk gemas dan tertawa kecil sambil memperhatikan Jinwoo yang pergi meninggalkan kantin.

TBC





RULES X 101 | Produce X 101 trainees FF.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang