Karena banyak yg pilih, akhirnya aku up yg ini ya, selamat membaca :)
×××
Jungkook tengah mempersiapkan materi ujian di bawah bangku taman favoritnya, jika saja dering ponselnya tidak terus menerus mengganggu dan membuatnya sedikit kesal. Melihat nama kontak Jin hyung di sana, Jungkook buru-buru mengangkatnya.
"Apa sih hyung? Aku sibuk tahu!" Jungkook pura-pura merajuk. Bahkan bibirnya sudah cemberut. Namun isakan Seokjin dari seberang membuat Jungkook terpaku dan berubah cemas.
'Hiks.. Kookie-ah,' Jungkook menelan ludahnya bingung, bertahun-tahun bersama Jin baru pertama kali ia mendengar isakan lelaki yang telah ia anggap sebagai kakak kandungnya. Dan untuk alasan yang belum jelas, Jungkook merasakan hatinya ikut sakit.
"Hyung kenapa?" Jungkook merubah intonasinya, dan Jin makin terisak. Mengabaikan materinya yang telah ia susun begitu rapi, Jungkook asal memasukkannya dalam ransel.
'Ka-kau di mana? Hiks, hyung butuh Kookie.. hiks!'
Jungkook menyampirkan ransel pada sebelah lengan. Berdiri dan berbisik menenangkan, "shht, jangan menangis ya hyung, Kookie akan pulang sekarang, hyung jangan kemana-mana oke?"
Lalu si manis segera berdiri, entah apa yang terjadi pada Seokjin hyung, firasatnya mengatakan ada hal buruk yang terjadi.
Jungkook harap firasatnya salah. Ia tak mau Seokjin hyung kenapa-kenapa.
Jungkook bergegas melangkah, namun belum genap lima langkah dari tempatnya berdiri, sebuah suara menginterupsinya.
"Mau kemana?" Pertanyaan dingin itu muncul dan mengagetkan Jungkook. Pemuda bersurai merah muncul di hadapan Jungkook, menghadangnya dengan kedua lengan terlipat.
Si manis terkejut beberapa detik, namun menghela nafas kesal melihat wajah menyebalkan yang sialnya tampan di depannya.
"Aku harus pulang, Jin hyung mencariku!" Jungkook merangsek maju, dan Taehyung mencekal tangannya.
"Jangan pulang!" Begitu mutlak. Dan Jungkook tak tahu harus bersikap apa. Taehyung mulai mencekalnya begitu kuat sampai pergelangannya sakit.
"Makhluk halus, Jin hyung membutuhkanku!" Jungkook mencoba memberi pengertian, namun Taehyung tetap pada pendirian.
"Tidak Jung, dokter gadungan tak berguna itu baik-baik saja." Taehyung berkata, namun ada ketidakyakinan di sana. Berharap Jungkook akan percaya dan menurut.
"Tidak! Aku harus pulang dan bertemu Jin hyung! Jangan menahanku!" Jungkook berontak, dan Taehyung justru mendekapnya kuat. "Lagi, Jin hyung bukan dokter gadungan!"
Namun Taehyung tetap kukuh, mencekal pergelangan tangan si manis begitu erat. Tak membiarkannya terlepas.
"Lepaskan! Kau kenapa sih!" Jungkook berontak kuat, bahkan menggigit lengan Taehyung dan meninggalkan bekas gigitan dua gigi di sana.
"Sayang dengarkan aku, Jin hyung baik, dia, eumm.... ya baik!" Taehyung mencoba meyakinkan Jungkook, namun si manis terlalu curiga pada ketidaklancaran si tampan berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Demon - T.K
FantasyJungkook dihantui mimpi buruk dan sebuah cincin 'aneh'. Ia seperti diawasi sesuatu. Sesuatu yang seperti menjamah dan menyentuhnya, tak kasat mata. Dengan aroma familiar yang membuat pemuda itu 'keras' bahkan hanya dengan mencium baunya. Jungkook ta...
