←delapan→

13.1K 1.7K 542
                                        

Hai, yang baru bergabung selamat datang dan silahkan menimbrung ria ya! Hwhwh. Happy reading! 💜

×××

"Kookie, hubungan kita sekarang apa?"

Di sore hari dengan semilir angin yang menyapu kulit dengan lembut, suara berat pemuda tampan dengan kulit tan tersebut berhasil membuat Jeon Jungkook merona.

Duduk beralas rumput di bawah pohon maple yang daunnya berguguran di temani cicit burung dan belaian angin, Jungkook menikmati debaran jantungnya sendiri saat tangan lebar si pemuda membelai pucuk kepalanya, lembut dan penuh kasih sayang.

"Eum, ter-terserah aku?" Jungkook mencicit sambil mendongak, malu-malu melihat netra tajam si pemuda yang menatapnya hangat.

Coklat dan panas.




"Iya terserah kau, tapi aku tidak mau di tolak!" Jungkook memukul bahunya main-main, ia membuang mukanya malu-malu. Dan pemuda tampan di depannya terkekeh, menangkup kedua pipi Jungkook dengan jemari lebarnya, ia arahkan menghadap wajahnya.

"Hey tatap aku Kookie?" katanya disertai kekehan lembut, Jungkook makin merona, "issh, aku—malu Kim~"

Tanpa sadar merengek, Jungkook membuat pemuda di depannya mati-matian menahan diri untuk tidak menggigit pipinya. Mengusir pikiran tersebut, si pemuda menarik tubuh Jungkook mendekat.

"Kenapa kau menggemaskan sekali hmm?" Meremas-remas pipi Jungkook pada akhirnya, dan si manis merengut tak terima, "sakit, hiks."

"Jawab dulu," telapak lebarnya masih setia bergerak, remas-remas ena. Jungkook mendelik, walau hatinya seperti hendak lompat keluar karena bahagianya, "jawab yang mana?"

Pemuda tampan tersebut mendekatkan wajah, dan Jungkook bisa mencium aroma mint dari nafasnya. Jantungnya makin berdebar, deg-degan.

"Dua-duanya, hubungan kita dan kenapa kau bisa seuwu ini?" akhirnya tangannya berhenti, beralih meraih jemari Jungkook dan menggenggamnya lembut.

Jungkook makin salah tingkah, dan ia bingung harus melakukan apa. Pemuda di depannya hanya bertanya, tanpa memberi pilihan, Jungkook bingung , dan yah~ dirinya menggemaskan? Jungkook pikir itu benar, berkah dari lahir kan?

"Sebenarnya aku sangat tampan Kim, Tuhan menciptakanku dalam keadaan bahagia. Hehe." Jungkook tertawa sumbang, dan pemuda di hadapannya justru tertawa gemas, "iya aku tahu, siapa yang bilang dirimu jelek? Dia akan berurusan denganku loh jika mengataimu—"

"Tidak perlu. Tidak akan ada orang yang tahan dengan ketampananku! >_<" Jungkook cemberut, bibirnya mengerucut lucu, dan si pemuda otomatis memusatkan perhatian pada bilah bibir merah tersebut.

Diam, dan menelan ludah, ia menatap mata Jungkook ragu,

"Jungkookie, boleh aku menciummu?"

.



Plak!

.


.




"Yak! Jangan tanyakan hal seperti itu! Jika mau ya cium saja!"

Jungkook berteriak malu, tangannya di tarik dan di bawa bersedekap dada. Ia menoleh kemanapun asal tak menatap ke arah si pemuda yang menggaruk keningnya.

"Jadi mau?" tanyanya memastikan, dan Jungkook justru memutar tubuhnya. Memunggungi si pemuda. Wajahnya pasti sudah merah. Telinganya bahkan terasa panas.

Pemuda tersebut bimbang karena tidak mendapat jawaban, Jungkook diam. Bukan karena enggan! Dia hanya butuh kepekaan, dan pemuda tampan itu tingkat pekanya rendah sekali!

Possessive Demon - T.KCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang