Empat

5.1K 302 19
                                    

Vote 🌟
Komen 💬

|

|

|

|

|

Pagi ini, iqbaal bangun dari tidurnya dengan begitu semangat. Dia langsung beranjak dari kasurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.

Tak butuh waktu lama, iqbaal telah keluar dari kamar mandi dengan memakai celana jeans hitam panjang, kaos putih polos, dan jaket hitamnya. Dia sangat tampan.

Setelah selesai merapikan rambutnya dan menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya, dia segera meraih sepatu putihnya.

Lalu meraih kunci mobilnya di nakas, tak lupa dengan ponsel juga jam tangannya.

Setelah itu, dia langsung melajukan mobilnya menuju rumah salsha.

"Gila gue gak pernah sesemangat ini deh sebelumnya" ucap iqbaal dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya.

"Salsha.. salsha... kapan sih lo bisa jadi milik gue. Pengen buru-buru gue nikahin deh tuh cewek" ucap iqbaal.

Iqbaal benar-benar semangat pagi ini untuk pergi jalan-jalan dengan salsha. Tadi malam saja, dia pulang lebih awal saat ke club. Jika biasanya dia akan pulang saat waktu sudah menjelang pagi, tapi tadi malam dia pulang sebelum jam dua belas malam. Hingga ia mendapatkan cibiran dari rian, namun dia tidak peduli, dia hanya tidak ingin besok bangun kesiangan dan gagal jalan dengan salsha.

Mobilnya memasuki pekarangan rumah salsha. Sudah lama dia tidak datang ke rumah bercat putih ini.

Tok.. Tok.. Tok..

Iqbaal mengetuk pintu rumah salsha. Tak lama pintu pun terbuka.

"Assalamualaikum tante" ucap iqbaal pada seorang wanita paruh baya.

"Waalaikumsalam. Iqbaal kan? Yang waktu itu pernah nganterin salsha pulang?" Tanya Arin, ibunda tercinta dari salsha.

"Iya tante. Salshanya ada kan?"

"Ada sih. Cuman dia masih tidur" jawab arin.

"Masih tidur?" Gumam iqbaal pelan.

"Maaf ya nak. Kebiasaan salsha emang kaya gitu, tadi malam nonton drakor sampe jam dua malam kayanya. Jadi belum bangun. Ayo masuk dulu, biar tante bangunin salshanya" ucap arin.

Iqbaal mengangguk dan mengikuti arin masuk.

"Siapa Mi?" Tanya seorang laki-laki yang sedang duduk disofa ruang tamu.

"Ini Pi, iqbaal temannya salsha" jawab Arin.

"Oh. Silahkan duduk"

"Duduk baal, biar tante bangunin salshanya" ucap arin. Iqbaal mengangguk.

"Permisi om. Saya iqbaal" ucap iqbaal sambil mencium tangan laki-laki yang iqbaal yakini adalah ayah salsha.

My Possessive Chef  *IQSHA* (End)  ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang