Yang belum follow akunku, silahkan follow dulu...
Vote 🌟
Komen 💬|
|
|
|
|
"Om!" Panggil iqbaal menyadarkan wijaya dari lamunannya.
"Saya minta kamu putusin salsha dan pergi dari hidup anak saya!!" Ucap wijaya dingin.
Iqbaal merasa dunianya runtuh seketika. Dia harus menjauhi wanita yang sangat ia cintai? Itu tidak mungkin. Dan iqbaal tidak akan melakukan itu semua.
Iqbaal tersenyum miring.
"Om nyuruh saya pergi dari hidup salsha? Haha gak mungkin!" Ucap iqbaal."Kamu pergi dari sini dan jangan pernah menunjukkan diri kamu lagi!" Ucap wijaya dingin.
"Oke saya akan pergi. Tapi saya akan kembali lagi untuk bisa bertemu dengan salsha dan menikahinya" ucap iqbaal lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari rumah wijaya.
☆☆☆
Sudah tiga hari salsha tidak diperbolehkan untuk keluar rumah oleh wijaya. Jangankan untuk keluar rumah, keluar dari kamar saja, wijaya akan marah besar.
Dan selama tiga hari ini, salsha tidak mempunyai napsu makan sama sekali. Dia hanya duduk melamun di kamar.
"Kamu makan ya nak. Dari pagi belum sarapan loh. Nanti kamu sakit" ucap Arin membujuk putrinya.
Ini sudah siang, tapi salsha tidak mau menyentuh makanannya sama sekali.
"Biarin salsha sakit. Itukan emang yang di mau sama papi" ucap salsha dengan suara bergetar.
"Kamu jangan kaya gini dong. Kasian anak kamu. Papi kaya gini juga sayang sama kamu" ucap arin.
"Papi gak sayang sama salsha. Papi emang punya niat buat bunuh aku dan anak aku secara perlahan. Mungkin kalo aku udah gak ada, papi bakalan senang" ucap salsha yang kini mulai meneteskan air matanya.
Arin pun tak kuasa menahan air matanya. Dia memeluk putri satu-satunya dengan erat.
"Mami bakalan bilang sama papi, supaya kamu bisa ketemu sama iqbaal. Kamu jangan nangis terus, mata kamu udah bengkak gini nak" ucap Arin pelan.
"Gak usah Mi, makasih. Salsha udah banyak ngerepotin kalian. Biarin aja kaya gini, biarin salsha mati pelan-pelan, hiks.. hiks.." Isak salsha.
"Mami gak marah nak soal ini, emang mami sempat kecewa, tapi mami juga gak mau kalo anak mami jadi sedih kaya gini" ucap Arin.
Salsha tersenyum tipis.
"Salsha sayang iqbaal Mi. Dia orang baik, gak seperti penilaian papi yang suka nilai orang dari penampilannya aja" ucap salsha."Iya Mami tau. Udah ya kamu jangan nangis. Nanti cucu Mami sedih" ucap Arin seraya mengusap air mata salsha.
"Kamu makan yaa" ucap Arin. Salsha kembali menggelengkan kepalanya.
"Dikit aja nak.." bujuk Arin.
"Salsha gak---"

KAMU SEDANG MEMBACA
My Possessive Chef *IQSHA* (End) ✔
Non-Fiction(FOLLOW DULU BARU BACA) [5] Seorang peserta kompetisi memasak, bernama Salsha bertemu dengan seorang chef bernama Iqbaal. Dari situlah sikap posesif iqbaal di mulai... (BUDAYAKAN BACA, VOTE DAN KOMEN)