Dua Puluh Tiga

3.4K 181 11
                                    

Vote 🌟
Komen 💬

|

|

|

|

|

"Kamu ikut dong! Masa aku pergi sendiri sih?" Ucap iqbaal.

Dia sedang sibuk membujuk istrinya untuk ikut ke acara pernikahan rian dan tiara.

"Sayang, kan aku baru lahiran satu minggu yang lalu. Masa udah mau jalan-jalan aja sih?" Ucap salsha lembut.

"Itu udah satu minggu, kan kata dokter kalo di pake buat jalan gak papa. Biar kamu cepet kuatnya," ucap iqbaal.

Dia masih bersikeras membujuk salsha. Namun, istrinya juga tetap pada pendiriannya untuk di rumah saja.

"Nanti kalo leon nangis gimana?" Tanya salsha.

"Kan bisa di kasih mimi pake ASI kamu. Di pompa dulu gitu" jawab iqbaal.

"Kan sakit sayang" ucap salsha lembut.

Dia tau pasti sifat suaminya, jika sudah keras kepala seperti ini, dia harus menyikapi dengan lembut.

"Sekali doang sha! Masa kamu mau biarin aku pergi sendiri sih!" Ucap iqbaal.

"Ya bukan gitu---"

"Alah udahlah. Kamu mah emang gitu. Susah kalo di ajakin suami!" Decak iqbaal lalu keluar dari kamar.

Salsha menghela napas pelan. Dia bingung. Di satu sisi kata bunda mertuanya, dia tidak boleh keluar dulu karena baru melahirkan. Sedangkan di sisi lain, dia juga ingin menemani suaminya pergi ke acara pernikahan sahabatnya. Karena bagaimanapun, saat pernikahan mereka, Rian lah orang yang paling besar membantu persiapannya.

"Papi kamu kok tumben sih nak egois gitu," ucap salsha sambil menatap leon yang tengah tenang dalam tidurnya.

Tak lama salsha melihat iqbaal memasuki kamar.

"Kamu mau mandi sekarang?" Tanya salsha.

"Iya" jawab iqbaal singkat.

"Yaudah, biar aku siapin bajunya yang di pake buat kondangan" ucap salsha lembut.

Iqbaal tidak memperdulikan ucapan istrinya, dia justru menghampiri putranya dan mengecup pipinya sekilas. Lalu dia memasuki kamar mandi untuk bersiap-siap.

Salsha meletakkan baju batik dan celana bahan untuk di pakai iqbaal di atas ranjang. Setelah itu, dia menggendong leon dan pergi menuju ruang tamu.

"Duh, bangun ya nak?" Tanya arini.

"Enggak bun" jawab salsha tersenyum.

"Em, bun" ucap salsha.

"Iya kenapa?" Tanya arini tersenyum.

"Salsha boleh ikut iqbaal?" Tanya salsha pelan.

Dahi arini mengernyit. "Ikut kemana? Nikahan rian?" Tanya nya.

My Possessive Chef  *IQSHA* (End)  ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang