17. La jalousie draine le coeur

5.1K 186 3
                                    

Sebelum kembali membaca, bolehlah tinggalkan jejak dulu :)

Rasanya dunia yang di bangun dengan indah oleh Kaila seakan hancur dengan begitu mengenaskan. Netranya menatap nanar pada Bara suaminya yang dengan antengnya memasang badan di rangkul erat lengan tangan kekarnya oleh wanita yang selama ini Kaila hindari ya siapa lagi bila bukan Jessica samson, Jessica alacadraa, atau jassica wongso. Bukannya menghindar tapi Bara tetap menuruti gelayutannya wanita berbulu ular itu.

"Lo mau deketin mereka kagak, kai. Ntar gue temenin buat nyiram aer comber tuh" Celetuk Maulin

Dengan wajah memerah serta kesal, akhirnya ia memilih untuk pergi dan memutus sebuah pembalasan "Ngga usah ngapain, laki-laki kan emang gitu manis di mulut, munafik di belakang" Ketus Kaila

"Elahh abang juga ngapain sih itu, ngga sadar apa udah punya bini" Maulin ikutan kesal

"Udah ayo pulang, biarin mereka berdua pacaran" Sungut Kaila

"Sabar ya, lo mau pulang ke rumah mana?" Tanya Maulin dengan menyelakan mobilnya

"Ke rumah mama, tapi mampir dulu beli asinan"

"Iyee ratu"

🥀🥀🥀

Rasa kesal Kaila semakin menjadi kala tepat pukul setengah sembilan suaminya itu belum menunjukkan batang hidungnya sedari tadi. Nanti, saat Bara sudah pulang jangan harap Kaila akan bermanis-manis ria, belum saatnya ia untuk membongkar apa yang suaminya lakukan, sebelum ia mengumpulkan beribu bukti.

Sembari mengelus perutnya yang semakin terlihat menonjol Kaila menyibukkan diri dengan membaca tentang ibu hamil. Tepat detik ke jam sembilan tepat pintu kamarnya terbuka dan terlihatlah suaminya yang tersenyum manis tanpa dosa.

"Udah pulang?" Sarkas Kaila

"Udah kok, ini udah sampe kamar" Balas Bara tanpa rasa curiga tak lupa ia mencium kening Kaila namun hindaran yang di terima Bara "Kenapa, yang?" Heran Bara

"Kamu bau"

"Yaudah aku mandi dulu, baru aku cium lagi ya"

"Hmmm" Dehaman yang dapat Kaila berikan

Meskipun Kaila baru saja melihat tingkah upnormal suaminya, ia tak semerta-merta begitu saja, ia tetap istrinya bukan. Akhirnya Kaila memilih untuk menyiapkan baju ganti untuk Bara, selesai menyiapkan ia kembali naik ke atas ranjang menunggu Bara selesai mandi.

Sepuluh menit berlalu, Bara memang terbiasa mandi lama bila di tanya alasannya "Aku harus wangi dong, biar istri ku betah aku pelukin waktu tidur" tak masuk akal, memang. Hanyalah Bara yang memiliki pemikiran ajaib bin aneh itu.

Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sesosok berbadan kekar, Bara bukan bermaksud untuk pamer atau menggoda Kaila ia memang terbiasa sehabis mandi, masuk kamar dengan masih menggantungkan handuknya di area pinggangnya.

Kaila yang melihat itu enggan menatap, bahkan jantungnya sudah mulai terusik. Ia terlalu lemah sekarang.

"Tahan-tahan, ngga boleh lemah, fokus baca—tapi aroma after shavenya bikin lemes" Aku Kaila

"Kenapa merem-merem gitu, bukan udah biasa?" Celetuk Bara yang kini sudah benar-benar telanjang

"Ngga kok, mata Kai cuman kerasa perih"

"Istirahat dong sayang, baca besok lagi aja"

"Iya, Kaila mau istirahat tapi di kamar Maulin" Pinta Kaila yang kini sudah berani menatap Bara

"Kan ada kamar kita disini, ada mas lagi dek yang bakal peluk kamu, Maulin mana bisa"

"Lagi ngga butuh pelukanmu, ijinin ngga mas?"

BEGINNING OF LOVE ✓ (SUDAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang