Chapter 5

9.2K 210 4
                                    

"eh ibu negara gimana gimana? "

"Apa nya yang gimana sih,gajelas tau ga? "

"itu, oleh oleh buat gue dari bandung, hehe."

"oleh oleh aja lo inget, ga ada gue lupa!"

"yah kan lo udah janji buat bawain gue oleh oleh kok ga di bawain sih? "

"Ntar aja deh ya Nis gue beliin lo cireng pak Somad oh atau sablak mang Parman?"

"idih enggak deh,udah tiap hari juga."ucap Anis sambil mengerucutkan bibir nya.

Padahal sudah ratusan pesan whatsapp yang Anis kirim pada April dengan kata kata "April jangan sampai lupa ya oleh oleh buat gue" tapi tetap saja temannya itu lupa.

"Nis lo tau ga?"

"Ya enggak lah, cerita aja belum kok. "

"Yah makanya loe dengerin dulu,yaudah duduk sini dulu. "April mengeplak kepala Anis lantaran kesal.

"aduh, ga pakek keplak berapa sih. "

"i don't care i don't care, udahsini buruan duduk. "

"hm apaan? "

"Nis gue tuh ya waktu di bandung tuh eh,rasanya gue tertekan batin tau ga rasanya tuh ya pengin aja gue keplak tuh kepala si bos kaya gue ngeplak lo tadi."ucap April dengan berapi api dengan gaya tangan satu di kepal lalu di pukul kan tangan satunya, geram.

"kenapa,padahal kan enak loe bisa terus terusan mandangin wajah tampannya si bos ganteng, awww meleleh gue say"ucap Anis sambil memegangi kedua pipinya dan membayangkan betapa tampannya bos mereka di kantor itu.

"Nis dia itu ngeselin tau ga, gue tuh di sana ga bebas banget mau ke kamar mandi aja di tanyain, malah di ajak mandi sama lagi. "ucap April pelan di akhir kaliamatnya.

"What? "

"heheh"April pikir pendengaran Anis sudah sedikit rusak ternyata belum ia yakin temannya itu mendengar perkataannya di akhir tadi.

"terus gimana Pril, lo atau kalian jadinya mandi sama omaygot,ini harus jadi tranding topik di instagram nga lambe nyinyir. "

"eh tunggu tunggu, ya enggaklah mana mungkin gue mau di ajak mandi sama dia gila apa loe. "April membayangkan bisa bagaimana nasibnya jika ia mau di ajak mandi sama,ih membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya naik.

"lah kenapa?,kan bisa sambil icip icip Pril lumayankan,kapan lagi coba? "ucap Anis dengan mata berbinar.

"dasar ya otak loe memang otak onta kena pasal di denda baru tau rasa lo,lagian ih ga sudi gue mandi sama dia."ucap anis sambil menggeleng geleng kan kepala nya.

"HAHAHAH."Anis tertawa terbahak bahak mendengar perkataan April.

"Dan dia itu kayak anak kecil, masa tuh ya kemarin gue di suruh buat nyuapin,pakek maksa lagi huh. "ucap April sambil menghembus hembus ujung rambutnya.

"Beneran, cius lo sumpah lo demi apa?"Anis sampai memajukan badannya lebih dekat dengan April serta wajah mereka yang hampir tak berjarak lalu kembali memundurkannya.

"Biasa aja kali segitunya lo ih. "

"Ya ini tuh, beneran berita baik Pril. "

"Berita ba... "

"Ekhem."

April dan Anis menoleh saat tiba tiba terdengar suara deheman dari arah belakang sofa yang mereka duduki.

Anis benar benar terkejut begitupun April,Anis langsung beranjak dari sofa yang mereka duduki dan menurunkan rok nya yang sedikit terangkat ke atas, lalu tersenyum kearah orang yang ada di depannya,pak bos alias Alan,lalu beranjak pergi. Sedangkan April hanya diam enggan menatap Alan.

"Ke ruangan saya sekarang"ucap Alan yang hanya di balas anggukan serta kerlingan April.






Apa ya kira kira yang terjadi sama Aprildan Alan selanjutnya?di tunggu ya!

Apa kabar semua?
Aku doa'in baik ya!...

Ada ga sih yang masih mau baca cerita ini?
Kalau ada, aku benar benar berterima kasih sama kalin:)

Okey, buat kali ini,ini dulu yang aku post!
Janji deh part selanjutnga akan lebih panjang, heheh...

Mohon maaf kalau ada typo, ini beneran no edit,hehe

Makasihh zheyeng yang udah mau baca...
Happy reading! 😘😘

#MY BASTARD BOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang