Kalau lama aku minta maaf guys 😤.Typo mohon di maafkeun..
Happy reading...
April terus mengikuti langkah besar bos nya, yang berjalan tanpa ekspresi bahkan terlihat sinis dan tanpa melirik atau menoleh sedikit pun ke beberapa arah,hanya lurus ke depan.
April mulai was was dan takut sekarang.Ia takut bos nya itu mendengar semua perkataannya dan Anis tadi.Bisa bisa gaji nya di potong nanti.Di dalam hati ia terus merapalkan doa, semoga saja apa yang di bayangkannya tidak terjadi.
Alan duduk di kursi kebesarannya setelah mereka memasuki ruangan lelaki itu,dengan raut wajah yang entah sengaja atau tidak di buat sinis.
"Lumayan kenyang."April menoleh ke arah Alan setelah mendengar perkataan lelaki itu yang April tak mengerti maksudnya.
Dalam hati April mendumel, karena bisa bisa nya ia tak di persilahkan duduk oleh lelaki itu, maka dia hanya berdiri dan menatap lelaki itu.
Hanya diam.Itu yang di lakukan April sekarang.
"Gimana enggak, pagi pagi udah dapat sarapan gosip aja. "Reflek mata April membulat sempurna karena perkataan Alan barusan,April tak menyangka.
"Kalau kurang puas boleh di tambah, saya terima dengan lapang dada."April mulai gelisah, ia tak tahu apa yang harus ia ucapkan.Dia salah,ini fatal bisa bisa gaji nya benar benar di potong.
Alan yang melihat april seperti itu tertawa di dalam hati, sebenarnya ia tidak marah dengan semua sumpah serapah yang April ucapkan untuk nya pada Anis,itu sudah jadi kebiasaan wanita itu, menceritainya atau menggosipinya.
Jadi Alan sudah kebal.
"Gaji kamu saya potong sepuluh persen."Mata April kembali membulat sempurna,ingin berucap tapi sudah di sambung kembali oleh Alan"Tidak ada tawar menawar."Seketika April lemas dan langsung di persilahkan keluar oleh Alan.
Dan seketika Alan tertawa besar di ruangannya melihat April yang tertunduk lemas, Alan puas.
****
Entahlah, rasanya April ingin menagis sekarang.Apa jadinya jika gaji nya di potong, jika gaji nya yang penuh saja terkadang tak cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya.
Apalagi dalam kondisi sekarang, ibunya masih di rawat di rumah sakit dan ia harus membiayai semua biaya rumah sakit.Ia sungguh menyesali semua perbuatannya tadi,tunggu,ridak tapi kebodohannya tadi bisa bisa nya ia menceritai bos nya itu dengan semangat empat lima di tempat yang tidak mempunyai privasi sedikitpun.
April pun melangkah gusar, ia tidak masuk ke ruangannya.Dengan situasi yang seperti ini ia tak akan bisa menyelesaikan semua pekerjaannya, lagi pula sudah hampir semua pekerjaan nya ia kerjakan.
Ia masuk ke ruangan Anis, ia ingin menceritakan semua nya pada perempuan itu.
"Nisssss"Begitu sampai di ruangan Anis April langsung memeluk perempuan itu.
Anis yang melihat itu terheran.Ia melihat air mata di pelupuk mata April yang sedikit lagi hampir tumpah dan dengan suara yamg serak.
"Hei, lo kenapa Pril ada apa? Siapa yang ngapain lo bilang sama gue biar gue labrak tu orang bisa bisanya ya bikin sahabat gue sedih, buruan bilang sama gue."ucap Anis dengan berapi api sambil berdiri lalu membalas pelukan April.
"Lo yakin?lo mau juga gaji lo di potong sama kaya gue? "
"Ha, apaan gaji lo di potong, kok bisa?"ucap Anis dan langsung melepas pelukannya dari April, ia benar benar terkejut dengan pernyataan dari April.
"Iya Nis,Pak bos potong gaji gue!"April mulai mengeluarkan air matanya lalu langsung menghapusnya,ia masih membayangkan bagaimana nasibnya nanti.
"Tapi kenapa? "
KAMU SEDANG MEMBACA
#MY BASTARD BOS
Ficción GeneralKisah cinta Alan dan April memang begitu rumit, dan memang itu semua adalah perjalan hidup. Benci bisa menjadi cinta dan begitupun sebaliknya. Alan, siapa yang tak mengenalnya pria tampan dengan seluruh kekayaannya membuat ia dinkelilingi seluruh w...
