Jihoon masuk ke dalam rumah Guanlin dengan muka yang babak belur membuat semua yang ada di ruang tengah melihat dengan pandangan menyelidik.
"Jihoon-ah neo gwenchana?"jiseung yang pertama membuka suara.Tapi tidak ada jawaban dan Jihoon sudah masuk ke dalam kamar dengan cepat.
"Yak jihoon-ah mereka yang melakukan nya?" Kali ini Woojin yang berteriak kesal akan diam nya Jihoon dan marah pada pelaku yang membuat wajah jihoon babak belur.ketika Woojin sudah akan keluar semua yang di sana mencoba menenangkan nya karena masalah ini tidak sekedar baku hantam. Jiseung mencoba membuka kamar yang Jihoon masuk begitu tau tidak di kunci dia langsung masuk dan setelah nya mengunci nya Jihoon butuh teman untuk bercerita.
"Jihoon-ah..... ingin bercerita dengan hyung?"
"Entahlah jiseung hyung rasa nya aku tidak bisa mengeluarkan semua yang ada di kepalaku maupun di hati ku karena ke dua nya tidak sinkron"terdengar helaan nafas keras dari mulut Jihoon
"Keluarkan jihoon-ah maka semua nya akan terasa ringan aku di sini untuk mendengarkan mu"
Jihoon menatap Jiseung dengan serius yang di balas Jiseung dengan tatapan teduh mencoba menyamankan Jihoon untuk bercerita.setelah nya Jihoon menceritakan semua nya dari yang dia tiba-tiba bertemu dengan junsu dan kelompok nya lalu mengejar nya karena masalah Jinye yang sebenar nya sudah dia anggap selesai kemudian tidak sengaja bertemu temen sekelas nya Doyeon lalu dia yang menarik Doyeon bersembunyi karena takut junsu salah paham tentang seragam mereka yang sama lalu mereka yang berhasil kabur dan sikap nya yang membuat benteng bahkan melakukan serangan dengan mulut nya yang kasar supaya tidak ada kesempatan buat Doyeon berdekatan dengan nya dan akhir nya dia yang merasa bersalah karena trauma nya dia menyakiti orang yang baik terhadap nya.Jiseung mendengarkan semua nya dan saat Jihoon selesai dia sedang mencari solusu untuk ke dua nya.
"Jihoon-ah tapi jika hyung boleh memberimu saran minta maaflah pada nya.bukan karena aku menyalah kan mu dan traumamu tapi mulai hari ini kau harus mulai terbuka dan mulai melawan mereka.kamu tidak bersalah maka beranilah kalo kamu ingin semua nya benar-benar berakhir dan kamu bisa hidup dengan tenang"
"Tapi hyung aku....."Jihoon menundukkan kepalanya belum berani menatap Jiseung rasa nya ada diri nya yang masih pengecut dan ada sebagian diri nya yang belum merelakan masa lalu nya
"Kamu bisa Jihoon-ah beranilah untuk membuka diri mu dan membela dirimu ikhlaskan semua penyesalan dan kesakitan di masa lalu karena waktu terus berputar.kalau kau takut terjatuh dan sendiri lagi kau hanya perlu ingat ada kita yang selalu berada di samping mu" setelah mengatakan semua nya Jiseung bangkit dari duduk lalu berjalan keluar kamar memberi waktu untuk Jihoon memikir kan apa yang terbaik untuk dirinya.
Ketika menuju ruang tengah Jiseung melihat semua nya menatap nya penuh minat tapi dia abaikan karena ini bukan masalah nya biarkan pemeran nya sendiri yang menceritakan nya karena itu lah yang di namakan kepercayaan
"Jiseung hyung tidak peka"Daehwi yang pertama membuka suara
"Kamu ingat kan kepercayaan tetap harus di jaga"mendengar perkataan Jiseung semua nya langsung memekik protes tapi tidak ada yang benar-benar protes karena mereka tau seberapa penting nya kepercayaan.
Sohye masih memandangi langit-langit kamar nya masih memikirkan kejadian tadi siang ketika tidak sengaja melihat Jinyoung menari di roftop.bahkan dirinya begitu malu ketika Jinyoung berbalik memergoki dirinya yang tepuk tangan sambil membuka mulut pasti muka nya aneh sekali sampai Jinyoung langsung pergi dengan ekspresi marah padahal kalau di kelas Jinyoung tenang-tenang saja ketika suasana kelas berisik padahal mengganggunya.sekali lagi Sohye meghela nafas mengutuk kebodohan nya dan ketidak sopanan nya.entah bagaimana besok dia sekolah rasa nya malu untuk bertemu Jinyoung.
Chaeyeon masih diam memandang orang di depan nya.entah dia harus senang atau tidak.aksi bunuh dirinya gagal karena orang di depan nya yang dengan baik nya membelikan nya ramen dan meminjamkan jaket untuk nya.dia tau ini tidak sopan tapi rasanya tidak ada lagi alasan nya untuk makan karena pada dasar nya alasan makan adalah untuk bertahan hidup.untuk apa dia bertahan hidup jika hidup nya saja sudah tidak ada penting nya untuk orang-orang yang berada di sekitar nya.
"Makan lah Chaeyeon-si setelah ini aku akan mengantar mu pulang"
Mendengar kata pulang dirinya kembali ingat pertengkaran dirinya dengan kakak nya tadi siang.pertengkaran yang sangat besar karena untuk pertama kali nya diri nya melawan tapi malah membuat semua nya hancur bukan nya membaik dan berujung alam bawah sadar nya membawanya ke jembatan dan hampir membuat nya terjun jika tidak ada orang di depan nya.
"Chaeyeon-si"panggilan nya membuat lamunanku buyar. Aku menatap nya bertanya ada apa dia memanggil ku
"Makanan nya sudah hampir dingin.kau tidak ingin memakan nya?"
Aku hanya tersenyum tipis kemudian berdiri bersiap pergi
"Tunggu kau akan pulang dengan ku" kata nya serius sambil menahan tanganku yang ingin melepas jaket nya
"Tidak usah repot-repot. terima kasih. aku bisa pulang sendiri"aku masih keukeuh untuk membuka jaket nya tapi lagi-lagi tangan ku di tahan nya
"Kalau kau tidak ìngin pulang ke rumah mu akan aku antar ke rumah sahabatmu"
"Kau tidak dengar apa yang aku bilang tadi. aku bisa pulang sendiri"sentak ku sudah lah aku tidak perduli jaket nya masih ku pakai atau apa dari pada semakin panjang urusan nya aku butuh menenangkan diri sendiri. Sebelum pulang
"Ini sudah malam tidak baik untuk mu pulang sendiri biar ku antar"sekali lagi dia menahan ku membuat amarah yang ditahan meledak juga
"Aku bilang aku bisa pulang sendiri. MEMANG NYA APA PEDULIMU HAH? BAHKAN KELUARGA KU SAJA TIDAK MENGKHAWATIRKAN KU. JADI KAU YANG ORANG ASING TIDAK USAH SOK BERLAGA PERDULI DENGAN KU"sentak ku dengan menunjuk ke arah nya mencoba memberi nya peringatan.tapi bukan nya menjauh dia malah lebih mengeratkan pegangan nya di tangan ku
"Aku peduli dengan mu karena aku teman mu dan jangan lupakan sahabat-sahabat mu yang juga peduli dengan mu. Jadi sekarang pulang dengan ku dan berhentilah kuat dari pada itu semua menyakitimu di dalam"bilang nya dengan sungguh-sungguh mata nya menatap ku meyakinkan dan mendengar semua itu membuat ku menangis mengeluarkan semua beban yang tak sanggup ku tanggung lagi.
Aku gak tau sih ini ngefell apa enggak? Semoga bisa nyentuh dan terima kasih untuk yang masih mau membaca dan menghargai karyaku :) .
KAMU SEDANG MEMBACA
WANNA ONE X I.O.I
Randomcerita tentang kisah cinta mereka menurut biodata dan kecocokan menurut pribadi juga beberapa factor dalam cerita PLEASE COMMENT AND LIKE NO SIDERS NO COPAS
