Tadi nya Jinyoung berjalan santai menuju ke kantin bersama Woojin tapi mata nya menangkap sosok Sohye yang sedang duduk sendiri di bangku taman sambil memakan bekal nya membuat kejadian di atap terulang lagi bahkan Jinyoung belum bilang apa-apa sesaat dirinya berhenti dan Sohye langsung membungkuk sambil meminta maaf lalu pergi, di kelas pun seperti menghindari nya ya meskipun dia dengan Sohye tidak bisa di bilang deket
Jinyoung masih diam sampai Woojin menyenggol nya untuk mengajak nya jalan kembali mencoba abai dengan keadaan canggung di antara dia dan sohye toh mereka bukan siapa-siapa hanya sebatas teman.teman sekelas lebih tepat nya.
"Untunglah dia sudah tidak bersama sahabat-sahabat nya"
"Bener banget aku kesel banget liat muka nya yang sok polos"
"Bahkan sampe ikut tenar juga padahal mah muka pas-pas an aja"
Jinoung hanya mengangkat alis nya merasa tertarik dan menerka-nerka siap yang sedang di bicarakan segerombolan siswi tadi. Sampai mata nya menatap ke arah yang di tatap sebagai pusat kebencian dari mulut siswi-siswi tadi
"Udah lah sohye kan emang dasar nya gembel biarin aja dia makan di taman kan kantin gak nerima dia"
Mendengarnya membuat Jinyoung berbalik arah membuat Woojin menatap bingung bahkan tanpa bicara apapun Jinyoung langsung menarik Sohye pergi dari tempat itu menyisakan semua yang melihat nya bingung.
"Kenapa narik aku ke sini?"
"Gak papa cuman berisik aja di sana"Sohye menatap bingung Jinyoung yang dengan santai nya duduk menyender pada tembok.
"Maaf untuk yang kemarin" bilang sohye takut-takut kepala nya menunduk posisi nya masih berdiri dengan tangan masih membawa kotak bekal nya
"Untuk?"
"Ya buat aku yang ganggu privasi kamu ,udah lancang liat kamu ngedance"
"Oh itu gak papa" padahal Jinyoung sama sekali tidak marah malahan merasa senang karena Sohye memberikan tepuk tangan bukan kah itu berarti tarian nya bagus
"Kamu maafin aku kan?" Belum sempat di jawab perut Jinyoung berbunyi membuat Sohye tertawa kecil melihat Jinyoung yang salah tingkah
"Aku cuman bawa sandwich anggap aja sebagai permintaan maaf" Jinyoung hanya bisa menerima nya sambil mengulas senyum tipis melihat Sohye yang duduk di sebelah nya sedang mengunyah dengan senyuman simpul membuat nya berdecak cantik dalam hati nya.
Yeonjung masih berlatih lagu yang akan dia tampilkan di depan klub paduan suara agar dia bisa dapat bagian solo untuk perlombaan dua minggu yang akan datang. Bahkan tadi Pinky dan Sejeong sudah mengajak nya untuk beristirahat setidak nya dia harus mengisi energi untuk pertunjukan nya tapi ada alasan lain yang membuat nya keras kepala untuk sekedar minum karena hanya dengan solo ini dia bisa membuat mereka bangga mempunyai anak seperti nya.
Tapi rasa nya Tuhan tidak menghargai kerja keras nya selama ini. Padahal tadi penampilan nya mendapat banyak tepuk tangan dari teman-teman satu klub nya tapi kenapa? Kenapa guru pembimbing nya menyerah kan solo itu kepada Seungwoon? Kenapa harus Seungwoon bukan dia? Apakah segitu buruk nya dia? Dan Yeonjung tidak sadar di antara banyak nya tepuk tangan dan selamat orang itu merasa tidak enak .
"Yeonjung-si"
Mendengar nama nya di panggil Yeonjung yang melamun sembari menanti bus menoleh ke arah samping melihat teman sekelas nya tersenyum ramah.mau tak mau membuat Yeonjung membalas senyum merasa tak enak jika tidak di balas
"Menunggu bus?"Yeonjung hanya mengangguk dia tidak nyaman dengan situasi ini mengingat saat di klub tadi hanya dia yang tidak mengucapkan selamat atau minimal bertepuk tangan terlalu terpuruk dengan kegagalan nya
"Kalau kau mau aku bisa meminta guru pembimbing untuk mengganti nya?"
"Maksud mu?"
"Hanya saja aku merasa tidak enak jika aku yang mendapat kan solo sedangkan aku tau bagaimana kamu bekerja keras"
Mendengar perkataan seungwoon barusan malah membuat nya semakin terpuruk merasa kemampuan nya di apresiasi karena kerja keras bukan karena bagus.
"Kamu gak perlu mengasihani aku sampai seperti itu" mendengar Yeonjung berkata sambil memaksakan senyum membuat Seungwoon tambah tidak enak merasa bersalah karena menyinggung padahal niat awal nya murni untuk membantu Yeonjung yang sangat ingin mendapatkan solo dan suara Yeonjung sangat bagus ngomong-ngomong dari pada dirinya
"Aku hanya ingin membantu mu bukan bermaksud mengasihani mu. Niat ku tulus lagi pula penampilan mu tadi sangat bagus"
"Kalau kau ingin membantu cukup mengajari ku bernyanyi lebih bagus, bukan malah memberikan solomu padaku" setelah berkata seperti itu sambil tersenyum Yeonjung pergi naik bus yang kebetulan berhenti. Membuat Seungwoon kembali berdiam dengan pikiran nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WANNA ONE X I.O.I
Randomcerita tentang kisah cinta mereka menurut biodata dan kecocokan menurut pribadi juga beberapa factor dalam cerita PLEASE COMMENT AND LIKE NO SIDERS NO COPAS
