Bahkan seseorang yang selalu tersenyum dan hidup nya baik-baik saja juga punya masalah.
Nayoung menghembuskan nafas nya berat.dari sepuluh menit yang lalu dia menunggu teman-teman nya tapi belum pada keliatan juga batang hidung nya.
"Eonni maaf tadi pinky eonni terlalu lama melihat aplikasi belanja jadi kita lama"ucap Somi setelah sampai di depan Nayoung di belakang nya ada Pinky,Yeonjung dan Chungha.tanpa menjawab sepatah kata pun Nayoung masuk ke dalam mobil nya
"Pokok nya kalo Nayoung eonni marah bukan salah Somi tapi salah Pinky eonni"kata Somi kepada ketiga eonni yang masih di luar lalu ikut masuk ke dalam mobil.
"Chungha eonni aku harus gimana?"tanya Pinky sambil menggigiti tangan nya takut.Chungha dan Yeonjung bertatapan sebentar lalu langsung melangkah masuk memilih mengabaikan Pinky yang masih takut di luar
"Pinky eonni kalo gak mau sekolah jangan ngalangin jalan dong"teriakan Somi membuat Pinky langsung masuk ke dalam mobil tentang kemarahan Nayoung dia bisa memikirkan nya nanti yang penting sampai sekolah terlebih dahulu.
Setelah sampai di sekolah mereka berlima sudah di tunggu oleh Sejeong,Chaeyeon,Yoojung,Doyeon,Mina dan Sohye yang sudah lebih dulu berangkat dari mereka.
"Yak....Somi ya pasti kau yang membuat lama. Kau tau kami menunggu sepuluh menit di sini"bentak Yoojung sambil melangkah mendekat ke arah Somi yang masih membenarkan tas nya.
"Yak eonni. Yang lama itu bukan aku tapi Pinky eonni"balas Somi kesal sedangkan orang yang di sebut hanya tertawa canggung.
"Sudahlah ayo kita masuk sebelum bel berbunyi"kata Nayoung datar lalu mulai melangkah dan di ikuti patuh oleh yang lain nya.
At 11.2
Melihat ke dua teman nya sibuk Pinky mengeluarkan Hp nya membuka web belanjaan online sekedar mengisi waktu luang sebelum guru datang.
Ia masih memandangi Hp nya dengan asyik sampai tidak tau kalau dari tadi Jiseung ketua kelas memanggil nya sedari tadi.
"Yak Pinky" panggil nya untuk kesekian kali nya tapi belum ada pergerakan dari orang yang memiliki nama.
Pinky masih asyik menandai barang yang akan di pesan nya sampai Hp nya tiba-tiba di ambil dari tangan nya.
"Yak Jiseung kenapa kau mengambil Hp ku?"
"Kau lupa kalau hari ini hari Senin?"
"Ani aku tau hari ini hari senin,terus?"
"Yak Pinky kau lupa kalau hari senin adalah jadwal piket mu?"
Mendengar pertanyaan Jiseung Pinky baru ingat kalau hari ini dia ada jadwal piket
"Sudah jangan banyak alasan cepat bersihkan papan tulis"kata Jiseung tegas sambil melangkah kembali ke arah meja nya.
"Hp ku jangan di bawa"kata Pinky memohon sambil mengikuti Jiseung.
"Hp nya di sita sampai pulang sekolah"
"Loh kok gitu?"tanya Pinky bingung
"Hukuman sama jaga-jaga kalau kamu gak piket pulang sekolah"kata Jiseung datar lalu sibuk dengan buku nya tidak menghiraukan Pinky yang berjalan ke depan dengan kaki di hentak kan menunjukan bahwa dia kesal karena Hp nya di sita.
"Sampai kapan dia mau bersikap main-main dan boros seperti itu?".........
At 11.1
Nayoung masih membaca buku pelajaran nya tidak menghiraukan keadaan kelas yang tidak jauh berbeda dengan pasar bahkan dia tidak tau di mana keberadaan Chungha teman sebangku nya.
"Serius banget" bahkan suara di sebelah nya juga cuman masuk sebentar ke dalam pendengaran nya.Nayoung benar-benar tidak ingin fokus nya terganggu.
Nayoung tersentak kaget saat ada yang mencubit pipi nya membuat fokus nya agak sedikit terganggu. Nayoung menghela nafas sebentar mengumpulkan fokus nya kembali tidak menghiraukan orang yang mencubit pipi nya tadi Ia berpikir mungkin itu hanya Chungha yang bete diam sendiri.
Ketika Nayoung baru membaca dua paragraf dari buku nya orang di samping nya kembali mencubit nya.
"Chungha mending kamu diam sebelum aku marah"kata Nayoung memperingat kan tapi bukan nya takut orang di sebelah nya malah semakin menantang nya.
"Chungha....."sentak Nayoung kesal mulut nya sudah siap melontarkan amarah nya kepada orang di samping nya tapi melihat siapa yang duduk di samping nya membuat semua amarah itu tertelan kembali di gantikan dengan rasa malu yang memuncak
"Makanya jangan serius-serius sampe gak tau kalau yang di samping nya bukan Chungha"
"Ngapain sih Seungwoo ganggu orang lagi belajar aja" balas Nayoung acuh pada Seungwoo orang yang tadi mengganggu nya.
"Lagian ngapain sih belajar kan guru nya belum dateng"
"Urusan nya sama kamu apa? Ya suka-suka aku lah mau belajar nya kapan?" Balas Nayoung sambil menatap tajam ke arah Seungwoo yang di tatap malah tertawa kecil
"Jadi urusan aku dong kan kamu calon pacar aku. Aku gak mau nanti kamu sakit kalo kecapean belajar" mendapat balasan yang tidak terduga seperti itu di tambah usapan tangan Seungwoo di rambut nya membuat Nayoung membeku. Bukan karena Nayoung terpana dengan perkataan Seungwoo tapi dia merasa terbebani sekaligus tidak enak karena itu Seungwoo kalau yang mengatakan you orang lain mungkin dia akan menyukai nya.
At 10.1
Somi menghela nafas lelah sebenar nya dia tidak suka menjadi tinggi saat seusia nya. Membuat nya harus duduk di belakang karena menghalangi pandangan orang yang di belakang nya. Ia memandang iri pada Sohye dan Mina yang bisa duduk berdekatan dan letak nya di depan tidak seperti diri nya yang harus duduk sendiri.
Sedangkan di sisi lain Sohye dan Mina sedang asyik mengobrol tentang segala nya sampai Mina kelepasan berbicara tentang hobi jalan-jalan nya.
"Oh..... Mina-ya kau jalan-jalan sendiri lagi. Kenapa tidak menghubuhgi ku untuk menemani mu? Kau tau kan kalau hobi mu itu bisa membahayakan dirimu?"ucap Sohye kesal karena sudah berkali-kali sahabat nya satu ini di omeli dengan seluruh eonni nya tapi masih saja ngeyel.Mina hanya tersenyum kikuk mendengar Sohye marah
"Pokok nya nanti aku akan mengadukan ke Nayoung eonni"kata Sohye sebelum akhir nya guru masuk dan membuat Mina tidak bisa membujuk Sohye untuk tidak mengadukan nya.
"Mau sampe kapan cewe itu berhenti membahayakan diri nya?" Jinyoung yang sedang serius membaca buku menjadi tidak konsen karena suara dari samping nya.
"Woojinie kau tadi bicara apa?"tanya Jinyoung pada Woojin teman sebangku nya
"Ani.... aku tidak bilang apa-apa" jawab nya sambil tersenyum kecil mencoba meyakinkan Jinyoung.Woojin pun menghela nafas lega begitu Jinyoung kembali membaca buku nya.
At 10.2
Doyeon mengamati keadaan kelas nya sampai atensi nya terarah kepada dua teman kelas nya yang sedang mengobrol seru.
Satu nya adalah Daehwi atau lebih sering di kenal penggosip kelas atas karena hampir semua informasi terbaru atau pun lama dia tau dan yang duduk di belakang nya adalah Jihoon sahabat nya.
"Jihoon-ah kau sekarang sedang jadi bahan rebutan anak-anak perempuan" kata Daehwi sambil tersenyum menggoda Jihoon
"Aku tidak yakin Daehwi-ya"balas Jihoon sambil menggaruk tengkuk nya mungkin malu pikir Doyeon
"Aku berkata sungguh-sungguh Jihoon. Kalau sekarang kau anak populer seperti ku" mendengar perkataan Daehwi yang entah untuk menyakinkan Jihoon atau malah menyombongkan kepedean nya membuat Doyeon tertawa kecil membuat dua orang yang dari tadi di perhatikan nya menoleh ke arah nya. Membuat Doyeon menghentikan tawanya dan mencoba menyapa mereka dengan senyuman. Tapi itu hanya sebentar karena Jihoon langsung menghadap ke depan tanpa membalas sapaan senyum nya berbeda dengan Daehwi yang tersenyum lebar. Membuat Doyeon bertanya kenapa sikap Jihoon sangat dingin.
Maaf sebelum nya ada beberapa yang di rubah termasuk kelas Somi dan Guanlin. Maaf jika cerita ini terkesan memaksa dan banyak typo atau tidak nyambung karena saya masih belajar.
Terimakasih sudah mampir
KAMU SEDANG MEMBACA
WANNA ONE X I.O.I
Acakcerita tentang kisah cinta mereka menurut biodata dan kecocokan menurut pribadi juga beberapa factor dalam cerita PLEASE COMMENT AND LIKE NO SIDERS NO COPAS
