[3] Menabrak

1.9K 253 13
                                    

Aku tau bagaimana cara kalian menghargai karya orang lain:)

.
.
.

Ryujin pov

Sudah 15 menit sejak bel bunyi tadi guru belum ada yang masuk. Karena tidak ada guru membuat yang lain ribut, aku risih. Sebab itu aku lebih memilih membaca novel yang sedikit lagi akan habis kubaca.

Sedang asik menghayati novel tersebut, tiba-tiba Yuna memanggilku.

"Jin"

"Ryujin"

"Ck ganggu aja, kenapa"

"Ayo temenin gue ke toilet"

"Astaga.. Sama yang lain aja, gue sibuk nihh" kataku sambil menunjukkan novel yang kubaca.

"Ga ah, maunya sama lu"

"Ck, rese! Yaudah ayo cepetan!" aku berdiri dari kursi dan berjalan mendahului Yuna.

Yuna tidak berani jalan beriringan denganku, karena ia tau pasti aku akan mengomelinya.

"Cih dasar Yuna, sukanya ganggu gue terus! Orang lagi baca nov-ADUH!"

Aku yang lagi mengomel tiba-tiba terhenti karena menabrak seseorang dengan tangan yang penuh buku paket. Saat kulihat ternyata itu Beomgyu, sepupunya Yeji.

"Heh! Kalo jalan hati-hati dong!" bentakku.

"Yang harusnya bilang itu tuh gue, bukan lu. Lagian jalan bukannya pake mata malah pake idung"

"Wah rese lo ya?! Dimana-mana juga jalan pake kaki!"

"Bacot amat si, mending lu bantuin gue beresin buku"

"Ogah!" aku meninggalkan dia yang sedang membereskan buku di lantai.

Aku lupa kalau aku pergi ke toilet bersama Yuna, tapi aku malah meninggalkannya. Lantas aku langsung balik kanan dan melihat Yuna sedang membantu Beomgyu membereskan buku-buku yang jatuh karenaku.

"Yun cepetan!"

"Iya-iya bentar! Dah gyu nih bukunya"

"Oke makasih Yu..na" kata Beomgyu sambil melihat nama yang tertera di baju Yuna.

"No problem" Yuna langsung menghampiriku dan berkacak pinggang.

"Huh dasar, lo yang jatohin gue yang beresin"

"Lagian ngeselin, udah buruan sono ke toilet ntar keburu ngompol lagi"

"Heh dasar! Gue ke toilet mau benerin rambut doang!"

"Gaguna bat si" aku memicing sambil melipat tangan menunggu Yuna.

Author pov

Ryujin dan Yuna sudah selesai ke toilet, sekarang mereka berada di kelas. Kembali ke kegabutan masing-masing.

"Jin" panggil Yuna.

"Apalagii Yunaa"

"Bukan itu, gue mau ngasih tau lo sesuatu"

"Apaa"

"Tadi pas gue bantu Beomgyu beresin buku yang lo jatuhin, gue ngerasa sesuatu"

"Apaan?"

"Gue ngerasa,,"

Omongan Yuna terpotong karena ada satu makhluk yang tiba-tiba muncul entah darimana, dari langit mungkin?

Brakk-!

"ASTAGFIRULLAHAL'AZIM YA ALLAH JANGAN CABUT NYAWA HAMBA!!!" Yuna terkejut.

"Astagfirullah, kenapa na?!" Ryujin mengelus dadanya ikutan terkejut.

"Sial gue kaget! Dasar Yeji anjengg!"

"Hahahaha iya-iya maaf naa" Yeji menopang tubuhnya di meja karena tertawa melihat tingkah Yuna.

"Yaudah lo ngapain si kesini pake ngagetin segala?!" tanya Yuna.

"Eum.. Itu.. Temen gue.. Mau minta nomor hp lo jin"

Ryujin yang sedang baca novel tiba-tiba langsung terloncat dari tempat duduknya.

"Lah?! Kok gue ji?" kata Ryujin sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Mana gue tau, jadi boleh ngga gue kasih?"

"Yang minta siapa? Beomgyu?" celetuk Yuna.

"Bukann.. Ituloh, dia satu geng juga sama Beomgyu,, namanya Soobin"

"Huh? Soobin? Gue aja ngga kenal dia,, kok dia bisa tau gue sih?"

"Ya mungkin aja geng mereka sering liat geng kita di kantin, mereka kan suka ngumpul-ngumpul juga disana"

"YaAllah sampe segitunya. Mungkin efek gue juga kali ya ngga peduli sama cowo?"

"Kali dah.."

Ryujin sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan hal yang berbau dengan kaum adam, paling tidak ia hanya peduli dengan abang atau ayahnya.

"Boleh gue kasih ga?" Yeji bertanya lagi.

"Kasih aja ji, biar ujin punya kenalan cowo.." kata Yuna sambil menaik-turunkan alisnya.

"Ih apaansi na, lu tau kan gue ngga terlalu tertarik sama yang namanya 'cowo' itu?"

"Ya jangan terlalu tertutup juga jin, lu harus punya temen cowo juga selain dari kelas ini" Yuna memijat pelipisnya, lelah melihat Ryujin yang terlalu tertutup itu.

"Em.. Yaudah kasih aja ji, tapi kasihnya ke Soobin aja jangan yang lain"

"Okey siap bosque" kata Yeji sambil hormat lalu berlalu meninggalkan Yuna dan Ryujin.

"Dasar ujin, buka dikit dong hati lo buat cowo"

"Uda ah na, jan ganggu gue dulu. Baca novel daritadi ga kelar-kelar nihh"

"Iya deh iyaaa" jawab Yuna sambil meluruskan posisi duduknya yang tadi menyerong kearah Ryujin.

Setelah lama menunggu, akhirnya guru masuk juga ke kelas mereka. Ryujin tidak risih lagi dengan suara ribut teman-temannya.




















 Ryujin tidak risih lagi dengan suara ribut teman-temannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jan lupa teken bintangnya gess
Tinggalkan jejak kelean:*

challenge • beomryuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang