7

4.2K 258 12
                                        

Taehyung POV

Selama sisa latihan aku berusaha semaksimal mungkin untuk melakukannya dengan benar tanpa membuat kesalahan sedikitpun. Dan hal itu berhasil ku lakukan meski aku harus mati matian menahan sakit di kepalaku yang rasanya membuat ku sangat sangat ingin berteriak kesakitan.

Aku hanya mampu menggigit bibir bawahku berusaha tak mengeluarkan erangan sedikitpun. Aku terus memaksa tubuh ku untuk bergerak mengikuti alunan musik meski rasanya tubuh ini sangat memberontak untuk terkulai begitu saja.

Choreo terakhir berhasil ku lakukan dengan baik. Alunan musik sudah tak terdengar kembali. Latihan sudah selesai. Dan saat itulah aku mulai tak bisa menahan semua nya lagi. Dadaku terasa sesak, nafasku sangat memburu. Aku merasa bahwa sudah tak ada oksigen lagi yang bisa ku hirup di sekitarku. Telingaku berdengung, pandangan ku semakin menggelap, semua nya terasa buram.  

Ditambah rasa sakit itu yang semakin menghujam kepalaku, membuatku benar benar tak sanggup lagi untuk menahannya. Pandangan ku semakin menghilang, tubuh ku terasa melemas begitu saja. Aku sudah tidak sanggup, hingga semuanya, gelap.......

Taehyung POV end

*

Alunan musik telah berhenti berputar. Membuat ketujuh namja tersebut beranjak dari posisi terakhir choreo mereka. Mereka membiarkan peluh berjatuhan begitu saja dari wajah tampan mereka.

Semua berdiri mendekat untuk mendengarkan penjelasan terakhir dari sang pelatih sebelum pulang.
Mereka masih sibuk mengatur nafas masing masing hingga tak terlalu memperhatikan satu sama lainnya.

" Bagus semuanya. Latihan hari ini kurasa sudah cukup. Semua choreo kalian sudah selesai sampai akhir. Aku harap kalian da- "

 
 
Brukk
 
 

" OMOO, YAKK TAEHYUNGGGG !!! " jimin bergegas menghampiri tubuh taehyung yang terkulai lemah diatas lantai. Ia segera memindahkan kepala taehyung pada pangkuannya dan mendapati sahabat nya itu sudah terpejam dengan wajah yang sangat pucat.

" Hyunggggg...." jungkook berlutut disamping taehyung, air matanya mulai turun begitu saja tanpa perintah. Ia sangat kaget terhadap kejadian tak terduga tersebut.

" Yak taehyung ireona, jangan bercanda tae, ini sungguh tidak lucu" jin mulai menepuk pelan pipi taehyung. Ia tau betul bahwa ini bukan lah candaan, karena ia sendiri dapat melihat wajah taehyung yang sudah kehilangan warnanya.

" Hh-hyung... denyut nadi tae,,, k-kenapa.... lemah.... " lirih jimin sembari menangis menggengam pergelangan tangan taehyung

" TUNGGU APALAGI CEPAT BAWA KERUMAH SAKIT !!! " titah yoongi mengagetkan semuanya

"Namjoon siapkan mobil, hoseok kabari sejin hyung bahwa kita akan membawa taehyung kerumah sakit. Jin hyung kau gendong taehyung sekarang " semua hanya mengangguk mengikuti perintah yoongi. Namjoon berlari secepat mungkin untuk mengambil mobil agensi dibawah. Malam ini manager mereka sedang ada urusan jadi tak dapat mengantar mereka pulang.

Jin menggendong taehyung dengan perasaan yang tak karuan. Ia merasa takut, panik, khawatir, semua bercampur menjadi satu begitu saja. Jantung nya berdetak sangat cepat. Dipikirannya saat ini hanya taehyung taehyung dan taehyung.

Sesampainya dibawah mereka bergegas masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh namjoon. Mereka tak henti henti nya menatap wajah pucat taehyung yang masih setia memejamkan matanya.

*

Seoul Hospital

Keenam namja tampan itu sedang menunggu was was didepan ruang UGD saat ini. Mereka tak henti henti nya menatap pintu ruangan tersebut yang tak kunjung terbuka meski sudah hampir satu jam mereka menunggunya.

The Truth Untold (KTH) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang