Tersesat

15 1 0
                                    

Kehilangan arah, kehilangan tujuan, kehilangan motivasi belajar dan bertanya tanya untuk apa aku kuliah saat ini?
Selain untuk belajar dan mencari ilmu, aku merasa seperti hampa dan tidak memiliki tujuan apa apa. Setiap hari aku lalui dengan tidak semangat, tempat dimana seharus nya aku ceria dan bertukar tawa yang aku rasakan justru kekosongan.
Bersyukur mungkin adalah kuncinya, namun rasa iri selalu mencari cara untuk menghampiri.
Disaat diri ini menyadari bahwa ia tidak lebih hebat dari orang lain, seketika langsung merasa rendah diri.
Tidak berguna, tidak pintar, tidak menarik, tidak berbakat, dan segala kekurangan yang terus di gali.
Rasa iri membuatku sulit berhenti mencari cari, berharap ada keajaiban membawa perubahan bagi hidupku ini.
Tapi sesungguhnya kitalah keajaiban itu, kita yang mempunyai potensi, kita yang bisa melakukan perubahan untuk diri sendiri.
Tak perlu lirik sana sini, membenci sesuatu yang sudah dimiliki, menyesali pilihan ini, apalagi berlari dari semua masalah yang tak kunjung henti.
Kalau dipikir pikir lagi, rasa iri tidak akan pernah berhenti, jadi saat ini cukuplah kita mensyukuri apa yang telah dimiliki dan berhenti untuk menyalahkan kelemahan diri sendiri.

Kasih Tak SampaiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang