Bingung sama pilihan sendiri? Apakah pilihan itu baik atau tidak?
Takut buat menghadapi konsekuensi dari pilihan itu?
Khawatir seandainya pilihan itu bukan yang terbaik untuk kita?
Bertanya tanya sebenarnya apa yang terbaik untuk diri kita sendiri?, sedangkan kita tidak mengetahui kemampuan pasti yang kita miliki.
Pertanyaan2 itulah yang membayangiku akhir2 ini.
Sesuatu yang selama ini kupikir adalah yang terbaik untuk ku ternyata adalah sesuatu yang sangat kuhindari.
Bayangan bahwa aku akan menikmati sekaligus menguasai bidang yang kupilih membuatku terbuai, seolah olah hal itu nyata, padahal hanya sebuah khayalan belaka.
Ketika penyesalan itu datang, penderitaan kurasakan, akhirnya kusadari bahwa ego ku lah yang telah membimbingku pada pilihan tersebut.
Sakit, sesak, sedih. Tiga hal yang membuatku seolah ditampar telak pada kenyataan yang tak terduga. Tak pelak kehidupan manis yang kubayangkan berakhir menjadi kisah tragis sebuah drama emosional.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kasih Tak Sampai
PoetrySebuah curahan hati dari perasaan yang tidak bisa tersampaikan