Nayeon membuka kedua matanya, pening, itulah yang ia rasakan saat membuka mata. Mungkin karena efek dari ia minum alkohol.
Nayeon melihat sekelilingnya dan sekarang ia sudah berada di kamarnya, bagaimana mungkin Nayeon ada di kamarnya? Ia melihat jam sekarang pukul 09.00 malam, seingatnya Nayeon tengah berada di bar? Ah, mungkin teman-temannya yang membawa Nayeon pulang, fikiran nya.
Perut Nayeon berbunyi, ia turun dari ranjang untuk membeli sesuatu, Nayeon mengambil jaketnya dan kunci mobil, ia keluar dari kamar dan berjalan turun dengan sedikit sempoyongan. Nayeon terus berjalan, ia berhenti dan berjalan mundur, ia memicingkan kedua matanya menatap ada makanan di meja. Nayeon berjalan dan melihat ada sup disana juga, dan secarik kertas.
"Gak mungkin anak-anak masakin makanan, kan?" tanya Nayeon pada dirinya sendiri kemudian mengambil kertas tesebut.
Bapak sudah masakan makanan untukmu Nayeon, ingat jangan terlalu sering mabuk! Jika Bapak tahu kamu mabuk lagi, bapak akan menghukum mu. Dan satu lagi, Bapak sudah isi kulkasmu, masaklah, dan makanlah dirumah. Jangan terlalu banyak makan yang instan, bisa bahaya untuk kesehatan kamu.
Park Chanyeol
Nayeon membulatkan kedua matanya membaca tulisan yang terakhir, jadi yang mengantarnya pulang adalah gurunya? Mati, Nayeon akan mati. Bagaimana jika ia akan di skor? Nayeon berjalan menuju kulkas dan membukanya, ternyata benar. Sudah terisi banyak bahan makanan, Nayeon menepuk jidatnya. Bagaimana caranya ia memasak dengan semua bahan ini?
Chanyeol merebahkan tubuhnya di ranjang, ia menatap langit kamar dan fikiran nya melayang pada memori dimana Nayeon yang mengatakan rindu pada kedua orang tuanya, anak itu memang sulit di atur, tapi Chanyeol harus bertahan. Ia harus membuat anak didiknya berubah menjadi lebih baik dan bahagia tentunya.
Ia menggelengkan kepala mengingat di kulkas Nayeon sangat kosong, Chanyeol bangun dari tidurnya "Tunggu, jangan-jangan anak itu gak bisa masak?" tanya Chanyeol pada dirinya sendiri
Pagi ini adalah pagi yang sangat cerah, namun tidak bagi Nayeon, ia sedang menerima ceramah dari guru BK nya yaitu Kai.
"Kamu denger saya, gak?" Tanya Pak Kai yang mulai kesal
"Denger, lah Pak, gini-gini juga kuping saya masih berfungsi baik."
Pak Kai menghembuskan nafasnya "Kenapa telat lagi? bapak harus hukum apa lagi sama kamu?"
"Kan saya bilang kesiangan, Pak, Bapak gak denger, ya? Jangan-jangan kuping Bapak yang bermasalah" ucap Nayeon
Pak Kai mengacak rambutnya frustasi "Bisa pecah kepala saya lam-lama ngomong sama kamu"
"Makanya Bapak biarin saya masuk"
Kai menggaruk kepalanya keras "Kamu i.." ucapan Pak Kai terhenti karena ada yang bertanya padanya.
"Anak ini berbuat apa lagi?" tanya Pak Chanyeol yang datang dan berdiri di samping Pak Kai.
"Kesiangan, saya gak tahu harus hukum apalagi" ucap Pak Kai menatap Pak
Chanyeol meminta bantuan.
Nayeon terdiam, ia menatap gurunya yang bernama Chanyeol dan mengalihkan pandangannya, Nayeon menundukkan kepalanya. Ia merasa malu karena Pak Chanyeol yang mengantarnya pulang dan memasakkan masakan untuknya.
Chanyeol menatap Nayeon, ia melihat Nayeon menatapnya dan kemudian mengalihkan pandangannya ke bawah, Chanyeol tersenyum, baru pertama kali ia melihat Nayeon yang seperti itu. Ia tahu bahwa Nayeon mungkin merasa malu.
"Biar saya yang kasih hukuman" ucap Pak Chanyeol, Nayeon menatap Pak Chanyeol dan Pak Kai sambil menggelengkan kepalanya.
Pak Kai menoleh menatap Pak Chanyeol tidak mengerti "Bapak mau hukum apa?"
YOU ARE READING
found you
Fanfic(Sedang hiatus untuk waktu yang tidak ditentukan) im nayeon : gue bad girl, selalu masuk bk dan dapat hukuman, gue gak pantes dapetin diantara kalian yang diibaratkan kayak langit yang tinggi, sulit untuk di raih. park jinyoung : langit akan sepi t...
