sebelas - dia pacar gue

122 29 4
                                        

Chanyeol masih setia berada didepan laptopnya, sedang mengetik nilai nilai muridnya. Ia terdiam kemudian tersenyum mengingat kembali muridnya yang sudah melakukan tawar menawar dengannya.

"syarat? Syarat apa?" nayeon tersenyum. Ia fikir fikir kembali tentang lomba cerdas cermat tersebut, ada dua alasan yang membuat nayeon berubah fikiran. Yang pertama, tentang gurunya yang mengetahui nayeon menyukai jinyoung. Nayeon tahu gurunya itu pasti akan membantu ia mendekati jinyoung, dan yang kedua adalah, musuh bebuyutannya dikelas. Yaitu sejeong, nayeon ingin membuat sejeong kesal melihat dia yang dipilih dari pada dirinya.

"bantu saya buat deket sama kak jinyoung pak"

"deal" chanyeol mengulurkan tangannya, tapi ia menarik uluran tangannya membuat nayeon tidak mengerti "bapak juga punya satu permintaan"

Nayeon menaikan sebelah alisnya "apa?"

"kamu harus memenangkan cerdas cermat, bapak akan mengajari kamu. Ini bisa menguntungkan untuk kamu dan untuk bapak. Kamu bisa memperlihatkan pada Jinyoung bahwa kamu pintar, dan bapak tidak akan menanggung malu karena sudah memilih kamu" nayeon menatap chanyeol "gimana, deal?" tanya chanyeol dengan mengulurkan tangannya.

"yaelah pak cuma itu doang? Deal" ucap nayeon sambil menerima jabatan tangan gurunya.

Chanyeol menggelengkan kepalanya mengingat kejadian tadi siang, bisa bisanya ia membuat perjanjian dengan muridnya yang sering bermasalah itu? tapi ini untuk kebaikan nayeon sendiri, semua yang chanyeol lakukan untuk membuat nayeon berubah menjadi lebih baik lagi.

Tok tok tok

"masuk"

Seorang wanita paruh baya masuk dan menggelengkan kepalanya melihat puternya yang selalu berada didepan komputer. "kamu ini, ini udah jam berapa? Makan dulu"

"Sebentar yah, sedikit lagi mah"

"kamu itu udah besar chanyeol, udah dewasa, makan aja susahnya minta ampun. Gimana dapet istri coba?"

"mah, kita udah bahas ini berapa kali"

"ya ya ya, itu diluar ada seohyun"

"mamah bilang aku ada dirumah?"

"ya iyalah, kan emang kamu ada dirumah. Udah cepet keluar"

"mah, bilang aja chanyeol udah tidur"

"chanyeol!" ibunya menggelengkan kepalanya "malu dong, kamu cowok, disamperin sama cewek cantik lagi, terus malah suruh bilang udah tidur? Kasian dia, kamu harus terbiasa, dia calon istrimu"

"enak aja, chanyeol ogah sama anak kaya dia mah"

"heh, gak sopan kamu. Cepet turun atau mamah teriak suruh seohyun kesini?"

"hhh" chanyeol berjalan meninggalkan ibunya, dan turun ke bawah. Chanyeol melihat seohyun yang tersenyum menatapnya "ngapain? Udah malem"

"ini masih jam setengah tujuh yeol, kamu lucu deh"

"siapa yang ngelucu" gerutu chanyeol

"hah? Kenapa?"

"gak, balik gih"

"kok balik sih?" seohyun pindah duduk dan duduk disamping chanyeol "aku mau ngajakin kamu nonton"

"ogah, lagi banyak tugas sekolah"

"kita itu mau nikah yeol, sampingin dulu tugas sekolah. Mumpung aku ada waktu senggang"

"emang gue udah bilang mau nikah sama loe?"

"kamu kenapa sih yeol? Aku kesini karena ingin lebih deket sama kamu"

"tapi gue gak mau"

"kenapa? kamu kan juga jomblo. Dan orang tua kita setuju kalo kita menikah"

found youStories to obsess over. Discover now