"Sepertinya tidak ada yang terjadi disini. Apa kau yakin dia hanya tidak sengaja mengirim Red Code ?" tanya Rusel melalui wirelles yang dipakai nya.
"Tidak. Agen seperti Marcella tidak melakukan kesalahan. Cek saja."
Saat dentingan kecil dari lift terdengar, Rusel keluar berjalan dengan santai. Mengantungi kedua tangan nya di balik jacket yang di pakai nya dengan sebuah pistol dalam genggaman nya.
"Nomor berapa apartemen nya ?" tanya nya kembali setelah melihat 2 pintul flat apartemen di depan nya.
"3856" melihat nomor di pintu apartemen sebelah kiri nya membuat Rusel berjalan mendekat ke arah pintu tersebut.
Menekan bel yang pertama, Rusel belum mendapatkan respon apapun dari dalam membuatnya menekan bel kembali. Hingga saat dirinya telah menekan bel untuk yang ke 5 kalinya, dirinya kembali menekan wirelles di telinga nya "Tidak ada respon dari dalam flat apartemen nya. Berikan password flat nya, aku akan mengeceknya kedalam."
"Tunggu sebentar."
Sembari menunggu password dari flat Marcella dirinya menyibukan mengamati sekitaran apartemen.
Melihat 1 buah cctv dari sebelah timur dan 1 lagi tepat di belakang nya, menghadap ke arah lift.
Situasi ini akan menjadi aneh jika memang sesuatu terjadi dan 2 buah cctv ini tidak menyorot apapun.
"Apa kau sudah mengecek cctv dari apartemen ini ? Seharusnya 2 cctv ini merekam nya jika memang sesuatu terjadi."
"Tidak bisa. Itu sama saja melanggar protokol, kita membutuhkan ijin untuk mengakses CCTV dari mereka. 41583."
Mendengar kode yang di berikan membuat Rusel kembali mendekati pintu flat apartemen Marcella. Menekan digit - digit dari kode tersebut secara perlahan bersamaan dengan pintu sebelah apartemen yang berbunyi, bertanda terbuka.
Menghentikan gerakan tangan nya yang sebentar lagi akan membuka pintu setelah berhasil memasukan digit - digit dari password apartemen, dengan perlahan Russel berbalik menatap seorang pria yang sekarang berdiri tepat di samping nya. Menempelkan sebuah pistol di pinggangnya.
"Siapa kau ?"
Tiba - tiba keadaan menjadi hening tidak ada jawaban yang di dapatkan saat Russel bertanya.
"Tid--"
DOR
Secara tiba - tiba Russel menarik keluar pistol dari kantong jaketnya lalu menembakkannya tepat ke bawah, kaki pria yang mencoba menyandranya. Membuat pria yang juga memegang pistol sama dengan nya dengan cepat berjalan mundur, menghindarinya lalu kembali mengacungkan pistol ke arahnya.
Keadaan menjadi semakin mencekam saat tidak ada diantara mereka yang berniat menjatuhkan senjata dan hanya saling menodong satu sama lain dengan jarak yang cukup jauh.
DOR
Kali ini tembakan itu kembali dilepaskan oleh Russel saat pintu apartemen itu kembali terbuka, menembak nya tepat ke arah seorang pria yang sepertinya berniat keluar membantu pria didepannya.
Setelah berhasil menembakan satu tembakan tersebut dengan cepat Russel kembali menembakan pistolnya secara acak lalu berlari menuju tangga darurat yang tersedia.
Terus berlari Russel menekan wirelles ditelinganya bersamaan dengan terus berlari turun "Kirim bantuan bersenjata. Sepertinya Agen Marcella mengalami penyekapan."
Setelah berhasil melaporkan kejadian nya, seseorang di sebelah sana yang terhubung dengan wirelles miliknya terdengar berteriak, ikut menyampaikan situasi .
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT SURFACE
Любовные романыMarcella seorang agen Intellegence rahasia yang bertugas langsung ke dalam lapangan untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh 'Negara' nya. Vienna, Austria. Kali ini diri nya mendapat sebuah tugas sederhana. Diri nya hanya harus menarik perhati...
