Belum genap sehari Malin pergi, Mande Ashido sudah merindukan anak tsunderenya itu.
Wanita bersurai merah muda itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Malin.
Di nada sambung ketiga barulah Malin mengangkat telepon darinya.
"Halo mak? Aya naon?"
"Malin.. Mamak rindu..."
"Jangan rindu mak, berat. Biar All Might aja. Lagipula,Malin kan belum sehari pergi merantau mak! Malah udah kangen aja"
"Tapi mamak kangen ih..." Mande Ashido memanyunkan bibirnya. "Sudah sampai mana sekarang?"
"Masih ditengah laut mak,tadi abis ngisi bensin dulu di pom terapung"
"Oh gitu,baik-baik ya nak"
"Iya mak,,daahh"
Telepon pun dimatikan,Ia sedikit lega mendengar keadaan anaknya yg masih baik.
Tak lama kemudian...
Mande Ashido tengah merenung didepan tokonya. Ia merindukan anaknya, Malin Bakugou.
Sudah setahun lebih Malin pergi tanpa kabar sedikit pun. Ketika ibunya menghubungi via WhatsApp dan Lime,tak satupun pernah dibalas.
Akun sosial media malin pun sudah lama tidak update. Hal ini tentu menambah kegelisahan hati Mande Ashido.
"Argh.. Seandainya aku tak membiarkan Malin pergi merantau. Hountou ni rindu ini menyiksa kokoro"
"Sudahlah Ashido, aku yakin Malin disana akan baik-baik saja.."
"Sero benar... Malin itu anak yg kuat dan cerdas,berjiwa preman, serta rajin beribadah. Dia akan baik-baik saja" timpal Kirishima
"Tapi kan Kiri,Sero dia tak ada kabar sampai sekarang.. Aku takut terjadi apa-apa padanya"
Kaminari menepuk pelan pundak Mande Ashido. "Percaya saja pada anakmu sendiri, nah bagaimana kalau sekarang kita touring keliling kampung"
"Ha.. Ide bagus.. Ayo" seru Sero bersemangat
Mande Ashido tersenyum paksa,"hm.. Baiklah"
Setelah menutup toko emasnya,Mande Ashido bersiap pergi
Keempat sahabat sedari SMA itupun menunggangi mesin roda dua berjenis Hurley untuk keliling kampung.
Ya semenjak ditinggal anaknya Malin Bakugou merantau, Mande Ashido kini bergabung dengan klub motor yg didirikan oleh teman-temannya semasa SMA dulu. Hobi barunya ini sedikit bisa membuatnya melupakan kesedihannya akan Malin.
Waktu tanpa terasa terus berlalu,Kini sudah tiga setengah abad /Plakk!!/ yakali selama itu:v/ .. Tiga setengah tahun sejak kepergian Malin Bakugou,Mande Ashido masih tak mendapat kabar dari putra tunggalnya itu. Malin benar-benar seperti bang Toyib saja:(
Dia sungguh sangat merindukan anak itu,karena tak tahan. Mande Ashido memutuskan menikah lagi dengan mz Shouji,pengusaha batu bara dikampung itu agar ia tak merasa kesepian tiap malam eaa:v
Saat sedang asyik nyemilin paku di depan rumahnya, Mande Ashido dikejutkan dengan teriakan salah satu warga kampung,sebut saja Bang Sato atau yg lebih sering dipanggil BangSat:v
"Mande!! Dengar ini.. Ada kabar gembira untuk kita semua!"
"Jangan bilang kalo kulit duren kini ada durinya! Basi tau gak,sebasi cintaku pada mas Todo:" "

KAMU SEDANG MEMBACA
Hero Academia Receh Story [BnHA]
HumorCerita receh tentang para murid dari sekolah pahlawan Akademi Yuuei.. Mengandung unsur Shonen-Ai Buat yg homophobic ini bukan yg kalian cari :) Semoga suka ^v^ Plus Ultra ✊ [#860 Dalam Humor] {09/2018}