Bella Mooi adalah nama beauty vlogger misterius yang cantiknya bukan main kayak barbie tapi tertutup dengan kehidupan pribadinya sehingga dia menjadi sosok misterius yang dicari-cari banyak orang.
dr. Isabella Annesha Prawirohardjo, Sp. KK adalah d...
Dalam perjalanan pulang dari arisan keluarga, suasana di dalam mobil terasa hening. Bella duduk di kursi penumpang, melamun sambil menatap keluar jendela. Dona yang menyetir melirik sekilas ke arah Bella sebelum akhirnya memberanikan diri memecah keheningan.
“Kak, kamu kelihatan capek banget. Gara-gara Budhe Endang tadi ya?” tanya Dona sambil mencoba mencairkan suasana.
Bella mendesah pelan. “Bukan itu. Aku cuma kepikiran apa yang Kakek bicarakan denganmu tadi. Apa yang sebenarnya kalian obrolkan?”
Dona tersenyum kecil, seolah sudah menduga pertanyaan itu akan muncul. “Kakek... curiga soal aku.”
“Curiga apa?” Bella mengernyit, penasaran.
“Dia kira aku LGBT,” jawab Dona sambil tertawa pelan.
Bella langsung menoleh, terkejut. “Apa? Serius?”
“Iya,” Dona mengangguk. “Katanya, aktingku sebagai Bella Mooi terlalu luwes. Sampai dia ragu aku benar-benar lelaki tulen. Jadi, aku harus menjelaskan semuanya.”
Bella memutar bola matanya. “Kakek memang suka berpikir berlebihan. Lalu, kamu bilang apa?”
Dona tersenyum, matanya tetap fokus ke jalan. “Aku bilang aku lelaki tulen. Dan aku menikah denganmu karena cinta.”
Bella terdiam sejenak, tidak tahu harus merespons bagaimana. “Kamu bilang... karena cinta?” tanyanya dengan nada hati-hati.
“Memang benar, kan?” jawab Dona tanpa ragu. “Aku memang mencintaimu, Kak.”
Bella memalingkan wajahnya, merasa canggung. “Kamu bercanda, kan?”
“Aku serius,” jawab Dona, suaranya terdengar lebih pelan tapi penuh keyakinan. “Aku sudah lama menyukaimu, Kak. Karena itu aku mau saat kamu ngajak aku menikah, meskipun hanya kontrak. Aku pikir, kalau kita menjalani ini bersama, mungkin lama-lama kamu juga akan membuka hati untukku.”
Bella mendengus kecil, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya. “Dona, kamu nonton terlalu banyak film romantis. Itu cuma cerita fiksi. Di dunia nyata, hal seperti itu tidak terjadi.”
“Memangnya kenapa? Di film-film kan banyak pasangan yang jatuh cinta saat menjalani pernikahan kontrak. Aku harap kamu juga begitu.”
Bella tertawa hambar, mencoba mengalihkan perhatian dari jantungnya yang berdetak lebih cepat. “Kamu tahu? Butuh waktu seribu tahun buat aku jatuh cinta padamu.”
Dona tertawa kecil mendengar jawaban Bella. “Kalau begitu, aku akan menunggumu seribu tahun, Kak. Gak apa-apa. Yang penting aku ada di dekatmu.”
Bella tidak menjawab, hanya memandang keluar jendela lagi. Namun, dalam hati, dia merasa tersentuh. Dia tahu Dona serius, dan itu membuat hatinya goyah.
Sebenarnya, Bella sudah mulai merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Dona. Mungkin ini bukan cinta yang utuh, tapi ada rasa nyaman dan bahagia yang tumbuh setiap kali dia bersama laki-laki itu. Tapi rasa trauma dan keraguan masih menghantuinya, membuatnya tidak berani mengakui perasaannya.
“Aku gak ngerti kenapa kamu bisa suka sama aku,” gumam Bella akhirnya.
“Kenapa enggak? Kamu itu luar biasa,” jawab Dona dengan tulus. “Kamu cerdas, mandiri, dan selalu tahu apa yang kamu mau. Itu yang bikin aku kagum.”
Bella hanya tersenyum tipis tanpa membalas. Dalam hati, dia tahu Dona telah berhasil membuat pertahanan hatinya retak, sedikit demi sedikit. Tapi untuk mengakui itu? Bella belum siap.
***
Hai pembaca manis, Aku adalah seorang emak-emak yang menulis cerita ini sambil ngumpulin receh demi masa depan anakku. Targetku? Dalam 16 tahun ke depan, aku ingin bisa menyekolahkan anakku sampai kuliah—kalau bisa sih ke Fakultas Kedokteran, biar bisa ketemu cowok-cowok ganteng kayak anak, cucu dan mantu Prawirohardjo. 😆
Katanya biaya kuliah kedokteran bisa sampai 1 MILIAR di masa depan. Tapi aku percaya… dari 2.000 perak demi 2.000 perak, insyaAllah bisa jadi tabungan pendidikan anak yang berkah.
Kalau kamu suka ceritaku dan ingin ikut jadi bagian dari perjalanan ini, yuk dukung aku di Karyakarsa. Setiap bab yang kamu baca dan dukung, artinya kamu sudah bantu satu langkah lebih dekat buat mimpi anakku 💗
Terima kasih sudah membaca dan menjadi bagian dari perjalanan ini. Peluk hangat dari emak-emak pejuang impian ✨
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.