Bella Mooi adalah nama beauty vlogger misterius yang cantiknya bukan main kayak barbie tapi tertutup dengan kehidupan pribadinya sehingga dia menjadi sosok misterius yang dicari-cari banyak orang.
dr. Isabella Annesha Prawirohardjo, Sp. KK adalah d...
Hari itu, Bella dan Dona tiba di rumah keluarga besar mereka untuk menghadiri arisan bulanan. Suasana rumah yang penuh dengan canda dan tawa mendadak berubah begitu Budhe Endang, menantu Kakek Sumarto yang terkenal julid, membuka mulutnya.
“Oh, ini dia pasangan selebriti kita,” kata Budhe Endang dengan nada sinis saat melihat Bella dan Dona masuk. “Dona, ya? Atau harus saya panggil Bella Mooi? Saya heran, bagaimana bisa seorang laki-laki pura-pura jadi perempuan selama ini? Itu pembohongan publik, tahu!”
Dona menghela napas panjang, mencoba tetap tenang, tetapi Bella tidak bisa menahan emosinya. “Budhe, tolong bicara yang sopan. Apa yang Dona lakukan itu seni dan kreativitas. Kalau Budhe tidak paham, sebaiknya tidak usah komentar!”
“Wah, kamu bela dia ya, Bella?” Budhe Endang mendengus. “Wajar saja. Pasti kamu mau menutupi aib ini. Bayangkan, keluarga kita punya menantu laki-laki yang berperilaku seperti perempuan!”
Bella berdiri tegak, menatap Budhe Endang dengan tajam. “Dona bukan aib, Budhe. Dia suamiku, dan dia laki-laki sejati yang jauh lebih berani daripada Budhe yang hanya bisa mengkritik tanpa dasar!”
Sebelum suasana semakin memanas, Kakek Sumarto mengetuk meja dengan tongkatnya, membuat semua orang terdiam. “Cukup, Endang. Kalau kamu datang ke arisan hanya untuk membuat keributan, lebih baik kamu tidak usah datang lagi.”
Budhe Endang terdiam, wajahnya memerah karena malu. “Maaf, Pak. Saya hanya bercanda.”
“Canda itu ada batasnya,” tegas Kakek Sumarto sebelum melirik ke arah Dona. “Dona, ikut Kakek sebentar. Kita bicara di ruang kerja.”
Dona mengikuti Kakek dengan perasaan campur aduk. Di dalam ruang kerja, Kakek duduk di kursinya yang besar dan memandang Dona dengan tajam. “Dona, aku mau bicara jujur denganmu. Apa yang kamu lakukan sebagai Bella Mooi itu... seni, aku bisa menerimanya. Tapi aku harus tahu: apa kamu benar-benar laki-laki sejati?”
Dona tertegun sejenak sebelum tertawa kecil. “Kakek, saya lelaki tulen, sungguh. Dan saya menikahi Bella bukan karena alasan lain, tetapi karena saya benar-benar mencintainya.”
Kakek menyipitkan matanya, mencoba membaca kejujuran Dona. “Kamu yakin? Karena penampilanmu sebagai Bella Mooi itu sangat meyakinkan. Kalau bukan aku yang tahu cerita ini dari Bella, mungkin aku pun akan tertipu.”
Dona mengangguk, senyumnya tulus. “Saya mengerti kekhawatiran Kakek, tapi saya benar-benar mencintai Bella. Saya tidak berpura-pura dalam pernikahan kami.”
Kakek tersenyum tipis. “Baiklah, kalau begitu. Tapi ingat, menjadi bagian dari keluarga ini berarti kamu harus menjaga Bella dan juga nama baik keluarga. Jangan biarkan hal ini menjadi skandal.”
“Saya berjanji, Kek,” jawab Dona tegas.
Kakek berdiri dan menepuk bahu Dona dengan lembut. “Kalau begitu, mari kita kembali ke ruang tamu. Pastikan tidak ada lagi keributan, terutama dengan Endang. Dia itu mulutnya tajam, tapi hatinya... ya, begitulah.”
Dona tersenyum, merasa lega mendapat restu Kakek Sumarto. Saat mereka kembali ke ruang tamu, Bella melirik Dona dengan penuh tanya, tetapi Dona hanya mengangguk kecil, meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.
***
End ya! Untuk versi Wattpad sampai di sini saja. Silakan baca kelanjutannya di Karyakarsa. Kalian bisa baca mulai Vol 22 ya. Terima kasih banyak atas vote dan komennya selama ini. Sampai jumpa di naskah selanjutnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini seri kedokteranku yang selanjutnya ya. Bertabur bintang cowok-cowok kembang. Bisa dibilang ini F4 versiku hehehe.
Aku melihat cerita F4 ini berkali-kali diremake dari berbagai generasi dan negara tapi kok ya tetep viral aja sih. Time less banget ceritanya. Dari tahun 2001, zaman aku masih SD sampai kemarin tahun 2022 aku udah jadi emak-emak, ada yang versi baru dari Thailand tetep asyik aja ditonton. Meskipun aku sudah tahu ceritanya bakal kayak gimana.
Tahun 2001 kalian udah lahir belum? Apa masih jadi kecebong yang berenang-renang bahagia ? Hehehe.
Btw, kalian juga ngerasa nggak sih, biaya pendidikan makin ngeri? 😭
Kemarin temenku cerita, anaknya baru keterima di fakultas kedokteran. Tau nggak, butuh 500 juta sampai lulus. Itu belum termasuk kos dan biaya hidup!
Aku sampai nanya ChatGPT, katanya 16 tahun lagi bisa tembus 1 MILYAR. Langsung spot jantung! 😱
Aku jadi mikir, bisa nggak ya emak-emak kayak aku nabung segitu banyak dari sekarang?
Yah... dicoba aja dulu, pelan-pelan.
Kalau kalian suka chapter ini, boleh banget dukung aku di Karyakarsa. Bahkan Rp2.000 atau Rp3.000 aja itu udah sangat berharga.
Siapa tahu nanti anakku beneran bisa kuliah kedokteran, terus ketemu cowok-cowok ganteng dan jadi rebutan juga ... kayak Sava, tokoh baruku di Stase Patah hati ini. 🤭
Makasih banyak ya udah baca dan nemenin aku nulis. Semangat terus buat kita semua! ❤️