END

1.8K 153 44
                                        

Pagi itu, Bella, Dona, dan Lita memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke kebun binatang. Lita terlihat sangat senang ketika mereka tiba, matanya berbinar-binar saat melihat berbagai hewan yang ada di sana. Sebelumnya, mereka sudah melihat video-video hewan bersama Lita, dan gadis kecil itu sangat tertarik dengan berbagai macam binatang.

"Lita pasti senang banget bisa lihat hewan-hewan ini langsung, ya?" Dona tersenyum, sambil menggendong Lita yang mulai merengek ingin turun.

"Dia suka banget lihat video hewan, jadi aku pikir, kenapa nggak langsung ke kebun binatang aja?" Bella menjawab, tersenyum melihat Lita yang gelisah di dalam gendongan.

Setelah beberapa menit berjalan, mereka akhirnya sampai di Kids Zoo, area yang dirancang khusus untuk anak-anak agar bisa lebih dekat dengan hewan-hewan kecil. Lita tampak begitu gembira ketika melihat kelinci, domba, dan kambing kecil. Dengan hati-hati, dia menyentuh hewan-hewan itu sambil tertawa gembira.

Dona menggendong Lita lebih dekat ke hewan-hewan tersebut. "Lihat, sayang, mereka lucu, kan?"

Lita mengangguk dengan penuh semangat, tangannya kecil mengusap tubuh kelinci yang lembut. Bella hanya tersenyum melihat kebahagiaan putrinya.

Namun, kebahagiaan mereka sedikit terganggu ketika dua orang remaja wanita datang menghampiri mereka. Mereka tampak gugup, memandang Bella dan Dona dengan tatapan penuh kekaguman.

"Eh, kalian... kalian kan Bella Mooi dan Dokter Isabella, kan?" salah satu dari mereka bertanya dengan suara bergetar.

Bella sempat terkejut, tetapi Dona langsung tersenyum ramah. "Iya, itu kami. Ada yang bisa kami bantu?"

"Wah, kami ngefans banget! Bisa minta tanda tangan dan foto bareng?" wanita itu terlihat sangat antusias.

Dona tersenyum lebar dan menanggapi permintaan itu dengan senang hati, sementara Bella merasa agak canggung. Beberapa detik kemudian, tanda tangan dan foto bersama sudah selesai, dan kedua remaja itu terlihat sangat senang.

Mereka terus memuji Dona, "Sebenarnya, kami lebih suka Kak Dona yang asli, lho, Kak. Ganteng banget! Dokter Isabella juga oke kok!"

Bella sedikit terkejut mendengar pujian itu. "Oh, terima kasih," jawabnya sambil tersenyum canggung.

"Mungkin nanti Dokter bisa mulai bikin konten lagi, ya?" salah satu remaja itu melanjutkan. "Kami kangen sama kontennya yang dulu! Kami selalu menunggu Dokter Isabella buat bikin video lagi!"

Dona langsung menyemangati Bella. "Iya, Kak. Kamu kan masih punya banyak penggemar yang menunggu konten dari kamu. Ngapain nggak kembali aja? Pasti banyak yang dukung."

Bella terdiam, merenung sejenak. "Mungkin benar juga, ya," jawabnya pelan. "Aku memang rindu dengan komentar dari followersku yang dulu. Tapi... kamu ingatkan kan pas dulu aku bilang anak adalah beban, kan?" Bella terkekeh ringan, mencoba menutupi kebingungannya.

Dona menyadari keraguan di wajah Bella. "Kak, masa sih cuma karena itu kamu nggak mau bikin konten lagi? Bukannya sekarang justru lebih banyak yang harus kamu bagi dengan dunia? Kamu bisa berbagi pengalaman sebagai ibu, misalnya."

Bella mengangguk pelan, meskipun perasaan bingung masih menggelayuti pikirannya. "Mungkin. Tapi aku nggak tahu, aku masih trauma dengan komentar netizen yang dulu."

Namun, melihat Lita yang bahagia dan Dona yang terus mendukungnya, Bella merasa sedikit lega. "Aku akan pikirkan lagi," katanya sambil memandang Lita yang tersenyum ceria di pelukan Dona.

Dona tersenyum lebar, melihat Bella yang perlahan mulai membuka pikirannya. "Aku yakin kamu akan menemukan cara untuk kembali ke dunia itu. Terkadang kita perlu sedikit waktu untuk merasa siap."

Mereka melanjutkan perjalanan mereka keliling kebun binatang, namun Bella tahu bahwa keputusan besar sudah mulai bergulir di pikirannya.

***

Hai pembaca manis,
Aku adalah seorang emak-emak yang menulis cerita ini sambil ngumpulin receh demi masa depan anakku. Targetku? Dalam 16 tahun ke depan, aku ingin bisa menyekolahkan anakku sampai kuliah-kalau bisa sih ke Fakultas Kedokteran, biar bisa ketemu cowok-cowok ganteng kayak anak, cucu dan mantu Prawirohardjo. 😆

Katanya biaya kuliah kedokteran bisa sampai 1 MILIAR di masa depan. Tapi aku percaya... dari 2.000 perak demi 2.000 perak, insyaAllah bisa jadi tabungan pendidikan anak yang berkah.

Kalau kamu suka ceritaku dan ingin ikut jadi bagian dari perjalanan ini, yuk dukung aku di Karyakarsa. Setiap bab yang kamu baca dan dukung, artinya kamu sudah bantu satu langkah lebih dekat buat mimpi anakku 💗

Terima kasih sudah membaca dan menjadi bagian dari perjalanan ini.
Peluk hangat dari emak-emak pejuang impian ✨

Hari ini 7.7 ya! Silakan yang mau beli buku-bukuku versi cetak bisa pesan di shopee ya. Cari nama tokoku 27bookstore atau klik link shopee di bio ya.

Bella Mooi (Republish)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang