5

138 16 0
                                        

Ini sudah dua hari semenjak Lila keluar dari rumah sakit. Selama dua hari juga, Jeno, Renjun, dan Jaemin menemani Lila. Jika dipikir-pikir, Renjun dan Jaemin lebih lama berada di rumah Lila daripada rumah mereka dua hari ini.


Mereka berdua bahkan menginap, dan membuat suasana rumah menjadi lebih ramai. Mama dan Papa Lila tidak mempermasalahkan itu. Karena keduanya sudah menganggap Renjun dan Jaemin putra mereka sendiri. Lila tentunya juga senang, begitu pun dengan Jeno.


Yang merasa keberatan di sini hanyalah Doyoung. Laki-laki tertua itu harus mengurus ke-4 adik-nya. Membuatkan atau memesankan mereka makanan, bahkan membantu tugas.


Doyoung sendiri tentu merasa kesal. Jaemin, laki-laki itu pintar memasak, dan tentu saja bisa membuat makanan untuk mereka semua. Sedangkan Jeno dan Renjun masuk ke dalam lima besar peringkat paralel, dan tentu saja itu karena pintar


Doyoung rasanya ingin mengumpat ketika mereka dengan sengaja mengadu pada Papa dan Mama-nya, beralasan jika mereka tidak bisa mengerjakan tugas, dan membuat Doyoung harus membantu mengerjakan semuanya. Padahal sangat jelas Jeno maupun Renjun lancar mengerjakan tugasnya.


"Ini terakhir kalinya kalian menginap, jangan pernah berpikir untuk menginap lagi"


Itu suara Doyoung. Kakak tertua Lila itu emosi karena Jaemin tak bisa untuk tidak memberi komentar saat Doyoung menerangkan pelajaran fisika.


"Kau, Jeno! Kau dan Renjun bisa mengerjakan tugas ini, mengapa kalian tidak membantu Jaemin? Kalian benar temannya?"


"Bukan"


Jeno dan Renjun berucap bersamaan dengan kompak. Lila yang mendengar hanya tertawa kecil.


Sedangkan Jaemin? Laki-laki itu langsung mendorong pelan Renjun sehingga membuat Renjun yang tidak ada persiapan sama sekali menyenggol Jeno dan membuat laporan praktikumnya tercoret.


"Shit! Jaemin!"umpat Jeno ketika sadar dia harus mengulangi menulis laporan praktikumnya dari awal.


"Apa?"


Jaemin memajukan wajahnya dengan niat menantang Jeno. Renjun yang berada di antara  mereka langsung mendorong keduanya untuk menjauh.


Doyoung yang sudah merasa lelah karena sejak dua jam yang lalu membantu Jaemin mengerjakan tugas, hanya menggelengkan pelan kepalanya. Laki-laki itu beranjak dari duduknya.


"Lebih baik kalian tidur saja, ini sudah hampir jam sepuluh. Lila, kau juga tidur. Besok kalian berempat akan diantar Papa"


Lila mengangguk pelan. Benar memang, besok hari pertamanya sekolah. Dan ini sudah malam, dia harus tidur. Beruntungnya, Lila sudah menyiapkan semuanya untuk besok, jadi dia tak harus tergesa-gesa.


"Jaem, gantian tidur di bawah"ucap Renjun


imperfection ; ft. nct Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang