Terhitung sudah satu jam Doyoung hanya diam sambil melihat tajam ke arah Jeno, Jaemin, dan Renjun. Ah tidak! Ini lebih seperti mengawasi bocah kembar tiga yang siap membuat rumah menjadi berantakan. Tapi kali ini Doyoung tidak sendiri, ada temannya, Taeyong yang berada di salah satu sofa. Katanya, sih, Doyoung meminta Taeyong untuk menjaga bayi-bayi ini. Iya, Jeno, Jaemin, dan Renjun.
Lila. Gadis itu hanya menatap jengah tingkah kakaknya. Ia terus melihat jam dinding yang beberapa menit lagi menunjukkan pukul lima sore, jam di mana dia akan mendapatkan pesan singkat dari Hendery yang sudah tiba di bandara.
Sejak kejadian di mana ketiga bayi ini terakhir kali menginap beberapa hari yang lalu, Doyoung benar-benar trauma. Kamar Jeno serta ruang untuk menyimpan buku benar-benar berantakan. Pagi-pagi, Jonghoon, Papa-nya marah-marah padanya karena mengira jika dia yang menyebabkan semua kekacauan itu.
Doyoung tidak mungkin memotong sepihak ucapan Jonghoon, dia tak mau menjadi anak kurang ajar. Mendengar kalimat penuh emosi yang keluar dari mulut Jonghoon tentu membuat Doyoung sakit hati, walaupun pada akhirnya Papa-nya itu minta maaf. Doyoung sudah terlanjur membereskan semua kekacauan itu, termasuk bagaimana kacaunya kamar Jeno setelah semalaman berperang memperebutkan kasur untuk tidur.
"Kalian jangan pergi dari sini, awas saja jika mengacaukan ruangan itu lagi"peringat Doyoung.
"Lagipula, mengapa Kak Doyoung tidak memotong ucapan Paman saja saat itu?"tanya Jaemin polos.
"Hei, kau tidak tahu bagaimana Papa saat marah? Siapapun itu akan takut, termasuk Kak Doyoung yang tidak mempunyai keberanian"ujar Jeno tak mempedulikan Doyoung yang sedang menatap kesal ke arahnya. Langsung saja Doyoung melayangkan bantal pada sang adik, membuat yang menjadi target refleks menghindar.
"La, ada pesan tuh dari Hendery"
"Serius?"
Lila mengalihkan pandangannya pada ponsel. Dan Taeyong benar. Satu pesan muncul di notifikasi ponselnya.
Hendery 💚
Hendery 💚
Aku sudah sampai
Lila tersenyum dan langsung membalas.
Lila
Syukurlah, bagaimana sepupumu?
Hendery 💚
Aku masih menunggunya.
Oh ya, nanti malam aku ke rumahmu, ya?
Lila
Jangan, istirahat saja. Besok kita bisa bertemu
Hendery 💚
Padahal aku merindukanmu :(
"Eih, dasar pasangan muda. Di luar saja, jangan pacaran di dalam rumah!"
Itu Doyoung, rupanya dia dari tadi melihat isi percakapan adiknya. Lila lantas memukul pelan lengan kakaknya. Doyoung pun mengelus lengan kirinya itu.
"Minta saja alamat rumah sepupunya. Kita yang akan ke sana"
Itu usul Jaemin yang saat ini menatap penuh harap kepada Lila. Iya. Menginginkan gadis itu mengiyakan ucapannya barusan.
"Memang tidak apa-apa?"
"Apa-apa jika kalian mengacaukan rumah orang"
